Kendala Berprestasi Pembelajaran Daring

Red
- Jumat, 6 Agustus 2021 | 00:30 WIB
SM/Dok
SM/Dok

Oleh Munjani

PANDEMI Covid-19 telah berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat, tak terkecuali dunia pendidikan. Aktivitas pendidikan dari PAUD hingga perguruan tinggi pun akhirnya dilaksanakan secara daring (online). Guru dan siswa tidak lagi berada dalam satu ruang kelas, tetapi mereka tetap tersambung lewat internet. Mereka berinteraksi melalui media Zoom, Google Meet, atau media lain seperti WhatsApp.

Kegiatan belajar mengajar semacam ini benar-benar berbeda dari kegiatan pembelajaran tatap muka di dalam kelas. Dengan pembelajaran daring ada banyak hal yang bersifat baru yang harus diikuti oleh guru dan siswa. Sebab, penyampaian materi, pendalaman pemahaman, sampai evaluasi pun dilakukan secara online. Guru juga tidak mungkin lagi mendampingi siswa secara langsung agar pembelajaran dan hasil belajar siswa tercapai secara optimal. Sebab, selain guru dan siswa berada di tempat yang berbeda, media daring juga merupakan hal baru. Jangkauan media hanya terbatas pada jangkauan kamera.

Namun meski dalam kondisi seperti itu, siswa tetap dituntut untuk memiliki prestasi belajar yang baik. Dengan prestasi yang baik, setelah lulus diharapkan mereka dapat berkompetisi dan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Untuk mengukur prestasi siswa dalam pembalajaran dilakukanlah evaluasi dengan tes. Selain tes, guru juga melakukan observasi pada saat siswa mengikuti proses pembelajaran. Hasil tes dan observasi lalu dirangkum dalam laporan hasil belajar dalam bentuk nilai dan deskripsi hasil belajar siswa. Apa yang tertera pada rapor secara akademik dianggap sebagai hasil belajar (prestasi) dari sisi siswa dan atau hasil pembelajaran (process output) dari sisi guru/sekolah.

Indikator Prestasi

Pada era sekarang, prestasi belajar tidak hanya dilihat dari keberhasilan akademik di sekolah dari tinggi atau rendahnya nilai-nilai yang diraih siswa. Namun ada indikator hasil belajar siswa yang dilihat dari prestasi yang diraih melalui kompetisi atau kejuaraan berkaitan dengan bidang akademik, seperti Kompetisi Sains Nasional (KSN), lomba-lomba mata pelajaran, olimpiade sains, dan berbagai jenis lomba atau kompetisi lain di bidang akademik yang diselenggarakan di berbagai tingkatan dan level pendidikan.

Sementara itu, ada prestasi kokurikuler dan ekstrakurikuler yang biasa diukur dari penguasaan praktik dan prestasi yang dicapai siswa melalui kompetisi atau lomba-lomba. Output kokurikuler dan ekstrakurikuler menghasilkan kebisaan, karya, dan secara kuntitatif jumlah piala, medali, atau piagam yang dikumpulkan.

Mengikuti lomba, kompetisi, atau kejuaraan tentu saja bagus dan memiliki sejumlah segi positif. Melalui ajang kompetisi, lomba, atau kejuaraan, siswa dan sekolah dapat memperbandingkan kompetensi dan kapasitas diri (kualitas/ mutu) mereka di antara siswa dan sekolah lain.

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Memperjuangkan Kualitas Pendidikan Dokter

Kamis, 25 November 2021 | 12:39 WIB

Tembang Pagebluk Menyulap Bagong Menjadi Konten Kreator

Selasa, 16 November 2021 | 08:15 WIB

Metamorfosis Implementasi MBKM di Perguruan Tinggi

Senin, 8 November 2021 | 11:12 WIB

Kebijakan Publik Versus PCR dan Antigen

Minggu, 7 November 2021 | 23:23 WIB

Pangan dan Telur Ayam

Minggu, 7 November 2021 | 15:26 WIB

Negara Hadir Versus Pinjol illegal

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:45 WIB

PON 20 Papua Membuka Mata, Telinga dan Hati

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:42 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:10 WIB

Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB

Masjid dan Peran Memakmurkan Umat

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:31 WIB

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB
X