Manuver Kekuasaan di Malaysia

Red
- Jumat, 6 Agustus 2021 | 00:15 WIB
Logo SM (b01m)
Logo SM (b01m)

Keputusan untuk tidak memperpanjang status darurat dalam penanganan pandemi Covid-19 membawa Malaysia pada situasi politik yang semakin panas. Peningkatan warga terinfeksi Covid- 19 yang memunculkan rekor demi rekor ternyata tidak direspons dengan perpanjangan status darurat oleh Perdana Menteri Muhyiddin Yassin. Status darurat dinyatakan berakhir sesuai jadwal, 1 Agustus, ketika berbagai indikator dinilai belum menunjukkan tren yang memungkinkan pelonggaran.

Sejak awal Juli, demostrasi yang menunjukkan kekecewaan publik terhadap penanganan pandemi oleh pemerintah terus bermunculan. Citra ketidakberhasilan pemerintah itu juga diikuti oleh manuver-manuver politik. Pihak penguasa dituduh menggunakan alasan pandemi untuk menangguhkan sidang-sidang parlemen. Pada Rabu lalu (4/8), Muhyiddin menghadap Raja Sultan Ahmad Shah di Istana Negara, Kuala Lumpur. Dukungan raja sangat penting dalam perpolitikan Malaysia.

Setelah pertemuan itu Muhyiddin menyatakan Raja memberikan lampu hijau untuk menggelar sidang di parlemen. Namun, sidang tidak digelar pada bulan ini, melainkan bulan depan. Legitimasinya sebagai perdana menteri saat ini memang dipertanyakan. Bahkan sejumlah pihak sudah meminta dia untuk mundur. Terlebih sejumlah legislator dari UMNO telah menarik dukungan. UMNO menjadi motor dalam koalisi Perikatan Nasional yang membawa pemimpin Partai Bersatu itu menjadi perdana menteri.

Dari 222 kursi parlemen pusat Malaysia atau Dewan Rakyat, koalisi Perikatan Nasional berkuasa hanya dengan perolehan 114 dukungan. Hanya sedikit melampaui 50 persen. Karena itu tidak mengherankan muncul pendapat saat ini Muhyiddin tidak memperoleh legitimasi sebagai perdana menteri seiring dengan adanya sejumlah legislator UMNO yang menarik dukungannya. Koalisi yang memerintah sekarang terbentuk karena dukungan 38 kursi UMNO di parlemen. Kini dukungan itu tak solid.

Di depan Raja, Muhyiddin mengakui terdapat delapan legislator UMNO yang mencabut dukungan, namun secara keseluruhan dukungan kepadanya masih melebihi separuh jumlah anggota parlemen. Klaim yang memunculkan suara miring pihak oposisi. Mereka berpendapat, bila dukungan untuk Muhyiddin cukup maka parlemen segera bersidang. Kubu UMNO menyebut legislatornya yang menarik dukungan sebanyak 11 orang. Ketiadaan sidang parlemen membuat berbagai klaim belum bisa dipastikan.

Muhyiddin telah menyerukan agar semua aparat pemerintah tidak terpengaruh oleh gonjangganjing politik. Mereka diminta tetap fokus memberikan pelayanan kepada warga sebagaimana mestinya. Namun, Muhyiddin adalah juga bagian dari pemerintah yang tidak mudah untuk fokus dalam penanganan pandemi. Koalisinya yang hanya sedikit di atas 50 persen menuntut dia memanfaatkan sisa waktu sebelum sidang parlemen digelar untuk memperoleh tambahan dukungan.

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Memperjuangkan Kualitas Pendidikan Dokter

Kamis, 25 November 2021 | 12:39 WIB

Tembang Pagebluk Menyulap Bagong Menjadi Konten Kreator

Selasa, 16 November 2021 | 08:15 WIB

Metamorfosis Implementasi MBKM di Perguruan Tinggi

Senin, 8 November 2021 | 11:12 WIB

Kebijakan Publik Versus PCR dan Antigen

Minggu, 7 November 2021 | 23:23 WIB

Pangan dan Telur Ayam

Minggu, 7 November 2021 | 15:26 WIB

Negara Hadir Versus Pinjol illegal

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:45 WIB

PON 20 Papua Membuka Mata, Telinga dan Hati

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:42 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:10 WIB

Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB

Masjid dan Peran Memakmurkan Umat

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:31 WIB
X