Utang atau Cetak Uang Baru?

- Senin, 14 November 2022 | 11:12 WIB
Drs Bedjo Santoso MT PhD, dosen Fakultas Ekonomi Unissula Semarang. (suaramerdeka.com / dok)
Drs Bedjo Santoso MT PhD, dosen Fakultas Ekonomi Unissula Semarang. (suaramerdeka.com / dok)

PERDEBATAN antara menambah utang negara dan mencetak uang (uang fisik-M1) masih tetap hangat akhr-akhir ini.

Khususnya saat negara membutuhkan tambahan likuiditas (pembiayaan) untuk mengejar target pembangunan atau akibat adanya pandemi.

Isu tersebut muncul lantaran negara kesulitan menambah jumlah pemasukan dari pasar luar negeri (devisa) akibat lesunya pasar global yang mengalami krisis.

Karena itu, alternatif yang disarankan hanya menambah utang atau mencetak uang baru.

Baca Juga: Segera Hindari! Ini Dia 4 Jenis Makanan Ini Paling Sering jadi Pemicu Kanker

Namun, sejarah juga membuktikan bahwa pada tahun 1920 negara-negara Eropa yang mencetak uang berlebihan menyebabkan hiperinflasi, khususnya Jerman, yang kemudian mendorong great depression.

Inflasi hebat juga terjadi di Zimbabwe pada 2007 akibat cetak uang berlebihan yang terkenal denan istilah The Jewel of Shothern Africa.

Sebaliknya, menambah utang asing yang berlebihan juga telah menyebabkan negara-negara ambruk.

Pada tahun 2022, ada enam negara baru kolaps akibat persentase utang di atas 100% dari Produksi Nasional (GDP).

Baca Juga: Koper Kaesang 'Nyasar' hingga Medan, Warganet: Kemarin Ari Lasso, sekarang Anak Presiden...

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fintech Syariah, Sang Primadona Transformasi Digital

Rabu, 23 November 2022 | 11:32 WIB

Ancaman Senyap Asap Rokok

Selasa, 22 November 2022 | 19:19 WIB

PMA 68 dan Dinamika Akademik di Kampus

Kamis, 17 November 2022 | 16:57 WIB

Kepemimpinan Berorientasi Pengetahuan

Rabu, 16 November 2022 | 11:12 WIB

Memperkuat Jaringan Koperasi Syariah

Selasa, 15 November 2022 | 11:32 WIB

Utang atau Cetak Uang Baru?

Senin, 14 November 2022 | 11:12 WIB

Kepemimpinan dalam Organisasi Pembelajar

Sabtu, 12 November 2022 | 11:12 WIB

Mewaspadai Budaya Gila Kerja

Jumat, 11 November 2022 | 11:15 WIB

Sustainability dalam Bisnis Perusahaan

Kamis, 10 November 2022 | 11:12 WIB

Pungli dalam Pengurusan Warisan

Minggu, 30 Oktober 2022 | 12:04 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Minggu, 23 Oktober 2022 | 21:00 WIB

Peci untuk Cakades

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 21:55 WIB

Mencari Pemimpin Profetik

Senin, 10 Oktober 2022 | 12:03 WIB

Tragedi Oktober di Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:02 WIB

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 09:16 WIB

Mari Dukung Partisipasi Taiwan di ICAO

Jumat, 30 September 2022 | 21:47 WIB
X