Kepemimpinan dalam Organisasi Pembelajar

- Sabtu, 12 November 2022 | 11:12 WIB
Prof Olivia Fachrunnisa PhD, Dekan Fakultas Ekonomi Unissula Semarang. (suaramerdeka.com / dok)
Prof Olivia Fachrunnisa PhD, Dekan Fakultas Ekonomi Unissula Semarang. (suaramerdeka.com / dok)

PERAN kepemimpinan pada sebuah institusi, baik profit maupun nonprofit, menjadi sangat fundamental dalam menjadikan institusinya sebagai organisasi yang selalu belajar untuk memperbaiki visi besarnya, yaitu memberi manfaat bagi umat.

Untuk mewujudkan organisasi pembelajar, seorang pemimpin dituntut mampu melaksanakan perannya secara terpadu dengan berfokus pada praktik kepemimpinan yang memperluas kerangka pembelajaran organisasi.

Selain itu, juga memiliki intelektual yang kuat agar dapat terus-menerus belajar secara cepat dan tepat sehingga menghasilkan keputusan yang berkualitas.

Baca Juga: Money Heist: Korea - Joint Economic Area Season 2 Tayang 9 Desember, Pertarungan Sengit Dimulai!

Kepemimpinan yang tidak kuat dalam organisasi akan berjalan mengikuti ambisi dan tujuan pribadi tanpa memperhatikan pencapaian tujuan organisasi.

Karena itu, kepemimpinan yang efektif sangat diperlukan untuk memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap keberlangsungan organisasi pembelajar.

Organisasi pembelajar adalah suatu konsep organisasi yang dianggap memiliki proses pembelajaran mandiri (self-learning) sehingga organisasi tersebut sering dianggap memiliki kecepatan berpikir dan bertindak dalam merespons beragam perubahan yang muncul.

Baca Juga: Wajib Punya di Kamar! 4 Tanaman Hias Ampuh Tangkal Radiasi, Pas Buat Kamu yang Main Hp Semaleman

Sebagaimana yang dipaparkan oleh Antonacopoulou dalam artikelnya yang berjudul "New Learning Organization", pembelajaran merupakan proses menyelaraskan kognisi, emosi, dan wawasan intuitif dengan mendorong kritik sedemikian rupa secara kompleks serta menganalisis gejala yang muncul dalam rangka mengilhami untuk bertindak dan melihat reaksi seseorang dalam menentukan kebebasan untuk memilih.

Organisasi pembelajar terjadi dalam pengaturan organisasi yang tidak hanya sebagai jumlah aktivitas pembelajaran individu dalam organisasi melainkan proses bertingkat yang dimulai dengan pembelajaran individu yang mengarah ke pembelajaran kelompok menuju pembelajaran organisasi.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fintech Syariah, Sang Primadona Transformasi Digital

Rabu, 23 November 2022 | 11:32 WIB

Ancaman Senyap Asap Rokok

Selasa, 22 November 2022 | 19:19 WIB

PMA 68 dan Dinamika Akademik di Kampus

Kamis, 17 November 2022 | 16:57 WIB

Kepemimpinan Berorientasi Pengetahuan

Rabu, 16 November 2022 | 11:12 WIB

Memperkuat Jaringan Koperasi Syariah

Selasa, 15 November 2022 | 11:32 WIB

Utang atau Cetak Uang Baru?

Senin, 14 November 2022 | 11:12 WIB

Kepemimpinan dalam Organisasi Pembelajar

Sabtu, 12 November 2022 | 11:12 WIB

Mewaspadai Budaya Gila Kerja

Jumat, 11 November 2022 | 11:15 WIB

Sustainability dalam Bisnis Perusahaan

Kamis, 10 November 2022 | 11:12 WIB

Pungli dalam Pengurusan Warisan

Minggu, 30 Oktober 2022 | 12:04 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Minggu, 23 Oktober 2022 | 21:00 WIB

Peci untuk Cakades

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 21:55 WIB

Mencari Pemimpin Profetik

Senin, 10 Oktober 2022 | 12:03 WIB

Tragedi Oktober di Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:02 WIB

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 09:16 WIB

Mari Dukung Partisipasi Taiwan di ICAO

Jumat, 30 September 2022 | 21:47 WIB
X