Mencari Pemimpin Profetik

- Senin, 10 Oktober 2022 | 12:03 WIB
Dr Multazam Ahmad MA, Sekretaris MUI Jawa Tengah dan dosen FBS Unnes. (suaramerdeka.com / dok pribadi)
Dr Multazam Ahmad MA, Sekretaris MUI Jawa Tengah dan dosen FBS Unnes. (suaramerdeka.com / dok pribadi)

PADA Jumat  12 Rabiul Awal 1444 H/ 7 Oktober 2022, umat Islam diseluruh dunia merayakan perayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan berbagai cara dan bentuk yang berbeda.

Kita dingatkan kembali kelahiran sosok pemimpin yang dijadikan sebagai suri tauladan bagi seluruh umat manusia.

Baik mulai dari kepemimpinan, berdagang, hidup berbangsa dan bernegara, rumah tangga, peperangan dan lain sebagainya.

Baca Juga: Lesti Kejora dan Rizky Billar dari Kacamata Farhat Abbas: Keduanya Sama-sama Kasar

Dari berbagai aspek kehidupan sangat komplet,dan itu selalu ada pada diri Nabi. Oleh karena itu sangat wajar, Michael H. Hart,dalam buku  “The 100: A Ranking of The Most Influential Persons in History”,memposisikan Nabi Muhammad merupakan sosok paling berpengaruh di dunia dengan tokoh dunia yang lain. 

Di Indoneesia umat Islam merayakan  hari kelahiran Nabi dengan penuh semangat dengan bacaan Al-barzanji, burdahan, serta pembacaan salawat dengan irama lagu- lagu pujian  indah yang diiringi dengan tabuhan terbang ( hadrah)   baik di masjid, musala dan rumah penduduk.

Tak hanya bersalawat kepada Nabi, tetapi juga diikuti banyaknya orang bersedekah dengan  makanan yang melimpah.

Baca Juga: Hendrar Prihadi Resmi Dilantik Menjadi Kepala LKPP oleh Presiden Joko Widodo

Ada spirit yang kuat dan antusias umat  untuk menyambut kelahiran Nabi, yakni

“Barang siapa yang membesarkan mauludku akan aku tolong di hari  qiyamat, dan barang siapa membelanjakan satu dirham seakan-akan membelanjakan satu gunung emas untuk sabilillah” ( HR.Imam At-turmudzi). Pernyataan senang dan gembira menyambut kelahiran Nabi merupakan tuntunan agama. Katakanlah: “ Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”(QS .Yunus 58).

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fintech Syariah, Sang Primadona Transformasi Digital

Rabu, 23 November 2022 | 11:32 WIB

Ancaman Senyap Asap Rokok

Selasa, 22 November 2022 | 19:19 WIB

PMA 68 dan Dinamika Akademik di Kampus

Kamis, 17 November 2022 | 16:57 WIB

Kepemimpinan Berorientasi Pengetahuan

Rabu, 16 November 2022 | 11:12 WIB

Memperkuat Jaringan Koperasi Syariah

Selasa, 15 November 2022 | 11:32 WIB

Utang atau Cetak Uang Baru?

Senin, 14 November 2022 | 11:12 WIB

Kepemimpinan dalam Organisasi Pembelajar

Sabtu, 12 November 2022 | 11:12 WIB

Mewaspadai Budaya Gila Kerja

Jumat, 11 November 2022 | 11:15 WIB

Sustainability dalam Bisnis Perusahaan

Kamis, 10 November 2022 | 11:12 WIB

Pungli dalam Pengurusan Warisan

Minggu, 30 Oktober 2022 | 12:04 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Minggu, 23 Oktober 2022 | 21:00 WIB

Peci untuk Cakades

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 21:55 WIB

Mencari Pemimpin Profetik

Senin, 10 Oktober 2022 | 12:03 WIB

Tragedi Oktober di Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:02 WIB

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 09:16 WIB

Mari Dukung Partisipasi Taiwan di ICAO

Jumat, 30 September 2022 | 21:47 WIB
X