Konsistensi Berliterasi saat Pandemi

Red
- Senin, 2 Agustus 2021 | 00:30 WIB
SM/Dok
SM/Dok

Oleh Rani Oktaviyani

TULISAN Tirto Suwondo berjudul ‘’Membangkitkan Anak Gemar Menulis’’ di rubrik ‘’Wacana’’ di Suara Merdeka (17 Juli 2021) yang menanggapi tulisan saya berjudul ”Mengaribkan Sastra dengan Anak” di rubrik “Wacana” di Suara Merdeka (12 Juli 2021), benar-benar melukiskan realitas literasi masa kini. Dia menyajikan sebuah fakta menarik mengenai sebuah sekolah di Jakarta yang sudah menerapkan budaya literasi dengan sukses.

Namun sayang, praktik itu terjadi di sebuah sekolah internasional yang murid-muridnya adalah anak-anak warga negara asing. Apakah tidak ada sekolah-sekolah nasional di negeri ini yang sukses menerapkan tradisi literasi? Pasti ada dan harus ada!

Kita semua tahu bahwa budaya literasi ini merupakan sebuah impian panjang bagi bangsa Indonesia yang persentase minat bacanya masih jauh tertinggal dari negara-negara lain. Berdasarkan riset minat baca yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara. Peringkat kedua dari bawah, apakah hanya ‘’prestasi’’ini yang bisa kita peroleh?

Rasanya masih hangat dalam ingatan kita, bahwa beberapa tahun silam pemerintah telah mewajibkan para siswa untuk membaca buku 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Hal ini telah tertuang di dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Adanya aturan tersebut tentu sudah tampak bahwa pemerintah telah berusaha untuk mengatasi angka minat baca Indonesia.

Namun, melihat peringkat baca yang begitu miris itu, apakah saat ini kewajiban tersebut hanya sebatas angan belaka? Mengingat adanya situasi (pandemi Covid- 19) seperti ini, rasa-rasanya guru pun akan sulit memantau kewajiban para siswa untuk membaca buku ini. Tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan, bukan?

Mimpi keberhasilan literasi ini bukanlah sebuah tanggung jawab yang hanya dipikul oleh para tenaga pendidik saja. Mereka tidak mungkin dapat mewujudkan mimpi itu bila para siswa tidak bangun dari kemalasan. Budaya membaca ini harus dibentuk dari sinergi para insan yang mendambakan bangsa yang cerdas. Pemerintah, guru, para siswa, orang tua, dan seluruh masyarakat perlu saling bahu-membahu untuk mengatasi problematik literasi ini.

Tak peduli apakah kita belajar dari rumah atau di sekolah, budaya literasi ini harus tetap dijalankan. Pembelajaran virtual yang saat ini tengah digadang-gadang sebagai solusi jaga jarak pada masa pandemi, hendaknya tidak menyurutkan kewajiban para siswa untuk membaca buku barang 15 menit saja. Jangan sampai selama pembelajaran virtual ini para siswa hanya belajar mendengarkan ceramah guru sembari rebahan di atas kasur. Haduh!

Era Virtual

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Menyusuri Masa Lalu Aneka Kota

Sabtu, 18 September 2021 | 00:59 WIB

Arah Jalan Berbahaya bagi KPK

Sabtu, 18 September 2021 | 00:49 WIB

Strategi UMKM saat Endemi

Sabtu, 18 September 2021 | 00:44 WIB

Perpres Pendanaan Pesantren

Jumat, 17 September 2021 | 00:20 WIB

Membangun Fondasi Green Economy

Jumat, 17 September 2021 | 00:10 WIB

Standar Pembelajaran Tatap Muka

Jumat, 17 September 2021 | 00:00 WIB

Membenahi Rantai Pasokan Pangan

Kamis, 16 September 2021 | 00:47 WIB

Modal Manusia Islami untuk LKMS

Rabu, 15 September 2021 | 01:40 WIB

Mewujudkan Jalur Kereta Api Semarang-Rembang

Selasa, 14 September 2021 | 20:24 WIB

”Samudra Biru” Pendidikan Tinggi

Selasa, 14 September 2021 | 20:10 WIB

Mengawal Dana PEN di Bank Umum

Senin, 13 September 2021 | 11:21 WIB

Mewaspadai Covid-19 Varian Mu

Senin, 13 September 2021 | 00:20 WIB

Menatap Kemungkinan Pandemi ke Endemi

Senin, 13 September 2021 | 00:10 WIB

Membangun Ekosistem Industri Game Lokal

Senin, 13 September 2021 | 00:00 WIB

Menjaga Kohesi Sosial

Sabtu, 11 September 2021 | 04:13 WIB

Menjaga Kohesi Pascapandemi

Jumat, 10 September 2021 | 09:48 WIB

Ketenangan Atasi Long Covid-19

Jumat, 10 September 2021 | 00:20 WIB

Segerakan Reformasi Pengelolaan Lapas

Jumat, 10 September 2021 | 00:10 WIB

Meniru Semangat Pembuatan UU Cipta Kerja

Jumat, 10 September 2021 | 00:00 WIB
X