Modal untuk Perjalanan Panjang Zohri

Red
- Senin, 2 Agustus 2021 | 00:00 WIB
Logo SM (b01m)
Logo SM (b01m)

Pelari andalan Indonesia Lalu Muhammad Zohri gagal menyamai Purnomo Muhammad Yudhi dan Mardi Lestari di arena Olimpiade. Dalam babak penyisihan nomor 100 meter putra di Stadion Olimpiade Tokyo pada Sabtu lalu (31/7), dia hanya berada pada posisi kelima sehingga gagal melaju ke semifinal. Dalam nomor itu Indonesia relatif sering mengirimkan wakilnya ke Olimpiade. Namun, sejak Indonesia mengutus Jootje Gosal ke Roma pada 1960, hanya Purnomo dan Mardi yang mampu ke semifinal.

Purnomo melakukannya di Los Angeles pada 1984. Di Seoul empat tahun kemudian giliran Mardi yang menembus 16 besar Olimpiade. Seringnya mengirim atlet mengikuti nomor 100 meter putra ke Olimpiade menunjukkan potensi kita pada nomor tersebut. Bahkan sejak 2008 Indonesia tidak pernah absen berlaga dalam nomor 100 meter putra. Terdapat dua cara bagi para sprinter untuk bisa berlaga di Olimpiade. Pertama, dengan wild card yang jumlahnya sangat sedikit. Kedua, lewat seleksi.

Atlet putri kita, Alvin Tehupeiory berlaga di Tokyo dengan memperoleh wild card. Tiket yang didapat tersebut merupakan bagian dari alokasi universal, karena tidak ada atlet putri Indonesia yang memenuhi standar minimal untuk berlomba di Olimpiade 2020. Oleh Pengurus Besar (PB) Perastuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), fasilitas itu diberikan kepada Alvin. Sebenarnya yang semula akan dikirim ke Tokyo adalah peraih medali perak 110 meter gawang Asian Games 2018, Emilia Nova.

Nova yang cedera mengakibatkan skenario berubah. Sedangkan Zohri termasuk sedikit atlet yang memastikan diri lolos relatif awal. Saat mengikuti Seiko Golden Grand Prix 2019 dia mencatat waktu 10,03 detik. Pencapaian itu menunjukkan Zohri berada pada tren naik, setelah dia mampu menjadi juara dunia yunior pada 2018. Potensi besar yang dimiliki itu diupayakan PB PASI untuk bisa mencapai puncaknya pada Olimpiade 2020. Tidak mengherankan bila dia kemudian tak dikirim ke SEA Games 2019.

Saat itu dia diharapkan mencatat hasil yang menggembirakan dalam Kejuaraan Dunia 2019 di Doha. Namun, ternyata catatan waktu yang ditorehkan di Qatar tidak sebaik penampilan-penampilan sebelumnya. Mengasah potensi memang biasa menghadapi berbagai tantangan. Bisa dalam bentuk ketidakstabilan kinerja. Bisa pula lewat terpaan cedera. Persiapan Zohri menuju Olimpiade 2020 juga diganggu cedera. Praktis waktu untuk menciptakan kondisi puncak menjadi tidak optimal.

Serangan Covid-19 menjadi tambahan kendala. Terdapat sejumlah negara yang relatif berhasil mengatasi pandemi sehingga persiapan atletnya lebih kondusif. Dalam dinamika demikian sebenarnya prestasi Zohri relatif baik. Walaupun gagal ke semifinal, raihan 10,26 detik merupakan catatan terbaiknya dalam dua tahun terakhir. Dengan usia yang baru 21 tahun, kemungkinan perjalanannya di dunia atletik masih panjang. Status olimpian menjadi modal berarti dalam perjalanannya itu.

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Menyusuri Masa Lalu Aneka Kota

Sabtu, 18 September 2021 | 00:59 WIB

Arah Jalan Berbahaya bagi KPK

Sabtu, 18 September 2021 | 00:49 WIB

Strategi UMKM saat Endemi

Sabtu, 18 September 2021 | 00:44 WIB

Perpres Pendanaan Pesantren

Jumat, 17 September 2021 | 00:20 WIB

Membangun Fondasi Green Economy

Jumat, 17 September 2021 | 00:10 WIB

Standar Pembelajaran Tatap Muka

Jumat, 17 September 2021 | 00:00 WIB

Membenahi Rantai Pasokan Pangan

Kamis, 16 September 2021 | 00:47 WIB

Modal Manusia Islami untuk LKMS

Rabu, 15 September 2021 | 01:40 WIB

Mewujudkan Jalur Kereta Api Semarang-Rembang

Selasa, 14 September 2021 | 20:24 WIB

”Samudra Biru” Pendidikan Tinggi

Selasa, 14 September 2021 | 20:10 WIB

Mengawal Dana PEN di Bank Umum

Senin, 13 September 2021 | 11:21 WIB

Mewaspadai Covid-19 Varian Mu

Senin, 13 September 2021 | 00:20 WIB

Menatap Kemungkinan Pandemi ke Endemi

Senin, 13 September 2021 | 00:10 WIB

Membangun Ekosistem Industri Game Lokal

Senin, 13 September 2021 | 00:00 WIB

Menjaga Kohesi Sosial

Sabtu, 11 September 2021 | 04:13 WIB

Menjaga Kohesi Pascapandemi

Jumat, 10 September 2021 | 09:48 WIB

Ketenangan Atasi Long Covid-19

Jumat, 10 September 2021 | 00:20 WIB

Segerakan Reformasi Pengelolaan Lapas

Jumat, 10 September 2021 | 00:10 WIB

Meniru Semangat Pembuatan UU Cipta Kerja

Jumat, 10 September 2021 | 00:00 WIB
X