Pelajaran Sukses dari Olimpiade Tokyo

Red
- Sabtu, 31 Juli 2021 | 02:35 WIB
Prof Dr Agus Kristiyanto MPd
Prof Dr Agus Kristiyanto MPd

Di balik kekhawatiran tersebut, Olimpiade Tokyo diharapkan menghasilkan model baru perhelatan standar New Normal multievent olahraga, dengan mengacu pada deskripsi tingkat keselamatan berbasis pada cabor/nomor. Beda cabor/nomor memiliki konsekwensi yang berbeda.

Artinya, tanpa bermaksud menganggap duta atlet sebagai ”kelinci percobaan”, Olimpiade Tokyo berperan sebagai ”laboratorium” uji kalibrasi keselamatan olahraga.

Kedua, parameter prestasi menjadi urusan penting karena memang Olimpiade itu merupakan ajang bertemunya para atlet seluruh dunia untuk berpacu dalam ber-citius (lebih cepat), ber-altius (lebih tinggi), dan ber-fortius (lebih kuat).

Mereka harus menunjukkan performa terbaiknya untuk bersaing dengan dirinya dan juga dengan para rivalnya.

Performa terbaiknya diakui dengan penganugerahan medali yang dalam Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) inagurasi dalam standar penghormatan yang tertinggi, yakni bendera kebangsaan naik setiang penuh dan diiringi alunan lagu kebangsaan. Bagaimana dengan atlet pengungsi yang hadir di Olimpiade Tokyo?

Mereka hadir tidak mewakili negaranya, tetapi mewakili dirinya sendiri atau timnya.

Prestasi yang ditoreh adalah sebuah pesan moral bahwa yang namanya kebanggaan prestasi itu ditorehkan untuk pengangkatan harkat dan martabat.

Harkat dan martabat secara perorangan, tim, dan juga bangsa dan negara. Pesan moral yang akan disampaikan adalah bahwa menghentkan konflik internal di suatu negara itu keharusan dan diupayakan oleh semua pihak.

Perdamaian adalah sebuah kebutuhan penting dan mutlak yang harus tercipta di muka bumi. Ketiga, sukses ekonomi menjadi persoalan seksi bagi seluruh bangsa-bangsa di dunia selama masa pandemi Covid-19, berdampingan dengan kesadaran kolektif tentang kebutuhan kesehatan.

Olahraga merupakan sebuah bidang yang mentransformasikan dan mengintegrasikan urusan kesehatan dan ekonomi. Olahraga adalah gaya hidup sehat yang selalu mengampanyekan kesehatan jiwa, raga, dan sosial sepanjang hayat.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Negara Hadir Versus Pinjol illegal

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:45 WIB

PON 20 Papua Membuka Mata, Telinga dan Hati

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:42 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:10 WIB

Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB

Masjid dan Peran Memakmurkan Umat

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:31 WIB

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB

Mengganti Beban Pembiayaan BLBI

Jumat, 24 September 2021 | 00:10 WIB

Antusiasme Menyambut Kompetisi Liga 3

Jumat, 24 September 2021 | 00:00 WIB

Memindai Cermin Kota Kudus

Kamis, 23 September 2021 | 11:36 WIB

Indonesia Diuji dalam Ketegangan AUKUS

Kamis, 23 September 2021 | 01:28 WIB

Mewujudkan Sekolah Tatap Muka Aman

Kamis, 23 September 2021 | 01:25 WIB

Keterampilan dan Kompetensi Abad 21

Kamis, 23 September 2021 | 01:16 WIB

Maksimalkan Efektivitas Blended Learning

Rabu, 22 September 2021 | 01:11 WIB

Gernas BBI Jangan Hanya Seremonial

Rabu, 22 September 2021 | 01:08 WIB

Mahasiswa Merdeka

Rabu, 22 September 2021 | 01:03 WIB
X