Strategi UMKM Pasca-PPKM

Red
- Rabu, 28 Juli 2021 | 04:15 WIB
Dr Purwoko MM
Dr Purwoko MM

"Formulasi komitmen pemerintah pada sektor UMKM harusnya diarahkan pada upaya untuk membantu UMKM menjaga keberlangsungan usahanya, tidak hanya memberikan subsidi bunga pinjaman di bank, keringanan pajak, diskon listrik, dan berbagai hal yang tidak langsung dananya diterima oleh UMKM."

SUDAH lebih 17 bulan keterpurukan ekonomi oleh pandemi Covid-19 yang menghajar sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Terasa lebih berat untuk melawannya karena musuhnya berupa virus yang memiliki ukuran sangat kecil, namun dampaknya sangat besar.

Sektor UMKM yang selama ini tangguh tidak tergoyahkan oleh krisis ekonomi maupun moneter jebol juga imunitasnya. Badan Pusat Statistik (BPS, 2020) mencatat, jumlah UMKM mencapai 64 juta.

Angka tersebut mencapai 99,9% dari keseluruhan usaha yang beroperasi di Indonesia. Sedangkan Bank Indonesia menyebutkan sebanyak 87,5% UMKM terdampak pandemi Covid-19, dan 93,2% di antaranya terdampak negatif di sisi penjualan.

Apa yang harus dipersiapkan untuk dapat membangiktkan UMKM setelah perpanjangan PPKM Darurat?

Perpanjangan PPKM Darurat tentu membuat pelaku usaha UMKM semakin berat dan sekarat, namun tidak ada pilihan lain untuk tidak mendukung kebijakan pemerintah agar cepat keluar dan merdeka dari pendemi Covid-19. Pelaku usaha UMKM dituntut harus pintar berhitung bagaimana dampak PPKM Darurat terhadap kesinambungan bisnisnya, terutama menghitung ulang daya tahan arus kas (cash flow).

Jutaan orang yang bergantung hidupnya pada UMKM harus menjadi pertimbangan utama bagi pemerintah dan pelaku usaha UMKM untuk menyiapkan strategi kebangkitan usahanya setelah merdeka dari penjajahan Covid- 19.

Karena tidak bisa dipungkiri UMKM merupakan salah satu penggerak utama perekonomian.

Maka tak heran jika sektor UMKM terganggu, maka ekonomi nasional juga akan terkontraksi sangat dalam.

Menurut survei yang dilakukan Bank Indonesia, pandemi memberi tekanan pada pendapatan, laba, dan arus kas, sehingga para pemilik usaha memilih untuk wait and see. Pemerimntah sudah bersusah payah menyiapkan strategi menghentikan penyebaran Covid-19 dan menjaga agar seluruh sektor usaha tidak lantas mati, karena matinya sektor-sektor usaha termasuk UMKM akan merendahkan bahkan menurunkan pertumbuhan ekonomi secara makro.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB

Mengganti Beban Pembiayaan BLBI

Jumat, 24 September 2021 | 00:10 WIB

Antusiasme Menyambut Kompetisi Liga 3

Jumat, 24 September 2021 | 00:00 WIB

Memindai Cermin Kota Kudus

Kamis, 23 September 2021 | 11:36 WIB

Indonesia Diuji dalam Ketegangan AUKUS

Kamis, 23 September 2021 | 01:28 WIB

Mewujudkan Sekolah Tatap Muka Aman

Kamis, 23 September 2021 | 01:25 WIB

Keterampilan dan Kompetensi Abad 21

Kamis, 23 September 2021 | 01:16 WIB

Maksimalkan Efektivitas Blended Learning

Rabu, 22 September 2021 | 01:11 WIB

Gernas BBI Jangan Hanya Seremonial

Rabu, 22 September 2021 | 01:08 WIB

Mahasiswa Merdeka

Rabu, 22 September 2021 | 01:03 WIB

Penguatan Imunitas Usaha Koperasi

Selasa, 21 September 2021 | 00:32 WIB

Jangan Lengah dalam Mitigasi Covid-19

Selasa, 21 September 2021 | 00:27 WIB

Wakaf untuk Sektor Informal

Selasa, 21 September 2021 | 00:22 WIB

Menjaga Keamanan ”PeduliLindungi”

Senin, 20 September 2021 | 00:20 WIB

Keamanan Nelayan di Laut China Selatan

Senin, 20 September 2021 | 00:10 WIB

Berharap kepada Inovasi Kepariwisataan

Senin, 20 September 2021 | 00:00 WIB

Menyusuri Masa Lalu Aneka Kota

Sabtu, 18 September 2021 | 00:59 WIB

Arah Jalan Berbahaya bagi KPK

Sabtu, 18 September 2021 | 00:49 WIB

Strategi UMKM saat Endemi

Sabtu, 18 September 2021 | 00:44 WIB
X