Merajut Ekonomi Pancasila

Red
- Jumat, 23 Juli 2021 | 05:40 WIB
Adi Ekopriyono
Adi Ekopriyono

Beberapa prinsip dasar yang ada dalam Sistem Ekonomi Pancasila tersebut berkaitan dengan prinsip kemanusiaan, nasionalisme ekonomi, demokrasi ekonomi yang diwujudkan dalam ekonomi kerakyatan, dan keadilan.

Kalau teori ekonomi Neoklasik dibangun atas dasar paham liberal dengan mengedepankan nilai individualisme dan kebebasan pasar, maka Sistem Ekonomi Pancasila dibangun berdasarkan nilainilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia, yang berasal dari nilai-nilai agama, kebudayaan, adat-istiadat, atau norma-norma, yang membentuk perilaku ekonomi masyarakat Indonesia.

Ekonom Mubyarto mengartikan sistem Ekonomi Pancasila sebagai sistem ekonomi yang bermoralkan Pancasila sebagai ideologi bangsa, secara utuh mengacu pada gotong royong, kekeluargaan, dan setiap silanya.

Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, bahwa perilaku setiap warga negara digerakkan oleh rangsangan ekonomi, sosial, dan moral. Sila kedua Kemanusiaan yang adil dan beradab, bahwa ada tekad seluruh bangsa untuk mewujudkan kemerataan nasional.

Sila ketiga Persatuan Indonesia: merupakan cermin dari nasionalisme ekonomi. Sila keempat Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan adalah demokrasi ekonomi.

Sila kelima Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia diwujudkan dalam desentralisasi dan otonomi daerah.

Nilai-nilai yang ada dalam Pancasila adalah pedoman dan tolak ukur perilaku untuk menjalankan aktivitas perekonomian, baik secara makro maupun secara mikro, tidak boleh bertentangan dari tatanan nilai yang sudah tertera dalam Pancasila. Arif Budimanta, penulis buku Pancasilanomics - Jalan Keadilan dan Kemakmuran (2020), menjelaskan Ekonomi Pancasila sebagai paradigma sistem ekonomi alternatif ”Bukan kapitalisme, bukan sosialisme.” Dalam Ekonomi Pancasila penguasaan negara untuk kemakmuran rakyat melalui usaha bersama/koperasi bercorak gotong royong, harga kebutuhan dasar dikendalikan negara. Sedangkan dalam paradigma kapitalisme minim campur tangan negara, pelakunya individu/swasta, harga diserahkan pada mekanisme pasar.

Dalam paradigma sosialisme, negara memainkan peran utama, pelakunya negara, kolektivisme.

Prinsip Ekonomi Pancasila, menurut staf khusus Presiden Jokowi itu, pembangunan berorientasi kemandirian bangsa, keadilan atas prinsip kebersamaan, serta hukum yang tegak dan kuat. Selain itu juga pemerintah yang aktif, pemenuhan hak sosial koperasi yang kuat dan bermartabat, penguasaan negara sebesar 100% untuk sektor usaha yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Tujuan Ekonomi Pancasila, kehidupan perekonomian berasaskan kekeluargaan dan gotong royong; makin menguatnya posisi usaha rakyat dalam kehidupan perekonomian; terciptanya ekosistem usaha yang adil. Pemanfaatan sumber daya alam dan energi sebagai pokokpokok kemakmuran rakyat; terpenuhinya hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB

Mengganti Beban Pembiayaan BLBI

Jumat, 24 September 2021 | 00:10 WIB

Antusiasme Menyambut Kompetisi Liga 3

Jumat, 24 September 2021 | 00:00 WIB

Memindai Cermin Kota Kudus

Kamis, 23 September 2021 | 11:36 WIB

Indonesia Diuji dalam Ketegangan AUKUS

Kamis, 23 September 2021 | 01:28 WIB

Mewujudkan Sekolah Tatap Muka Aman

Kamis, 23 September 2021 | 01:25 WIB

Keterampilan dan Kompetensi Abad 21

Kamis, 23 September 2021 | 01:16 WIB

Maksimalkan Efektivitas Blended Learning

Rabu, 22 September 2021 | 01:11 WIB

Gernas BBI Jangan Hanya Seremonial

Rabu, 22 September 2021 | 01:08 WIB

Mahasiswa Merdeka

Rabu, 22 September 2021 | 01:03 WIB

Penguatan Imunitas Usaha Koperasi

Selasa, 21 September 2021 | 00:32 WIB

Jangan Lengah dalam Mitigasi Covid-19

Selasa, 21 September 2021 | 00:27 WIB

Wakaf untuk Sektor Informal

Selasa, 21 September 2021 | 00:22 WIB

Menjaga Keamanan ”PeduliLindungi”

Senin, 20 September 2021 | 00:20 WIB

Keamanan Nelayan di Laut China Selatan

Senin, 20 September 2021 | 00:10 WIB

Berharap kepada Inovasi Kepariwisataan

Senin, 20 September 2021 | 00:00 WIB

Menyusuri Masa Lalu Aneka Kota

Sabtu, 18 September 2021 | 00:59 WIB

Arah Jalan Berbahaya bagi KPK

Sabtu, 18 September 2021 | 00:49 WIB

Strategi UMKM saat Endemi

Sabtu, 18 September 2021 | 00:44 WIB
X