Merajut Ekonomi Pancasila

Red
- Jumat, 23 Juli 2021 | 05:40 WIB
Adi Ekopriyono
Adi Ekopriyono

"Sistem Ekonomi Pancasila dibangun berdasarkan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia, yang berasal dari nilai-nilai agama, kebudayaan, adat-istiadat, atau norma-norma, yang membentuk perilaku ekonomi masyarakat Indonesia"

HARI gini bicara Ekonomi Pancasila? Itulah respons seorang profesor ekonomi yang juga politikus, ketika saya sodorkan konsep penerapan mata kuliah Ekonomi Pancasila. Konsep tersebut terangkat dalam diskusi kelompok terpumpun (Focus Group Discussion ñ FGD) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Semarang bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), belum lama ini.

Tentu respons itu tidak serta-merta mengindikasikan ketidaksetujuan, tetapi lebih pada sikap realistis.

Tidak mudah memang, merajut sistem Ekonomi Pancasila di tengah-tengah gempuran globalisasi.

Globalisasi dipahami sebagai proses pengintegrasian ekonomi nasional bangsa-bangsa ke dalam suatu sistem ekonomi global.

Ditinjau dari sejarah perkembangan ekonomi, globalisasi merupakan salah satu fase perjalanan panjang perkembangan kapitalisme liberal.

Secara teoritis sebenarnya hal itu telah dikembangkan oleh Adam Smith. Meskipun dikampanyekan sebagai era masa depan yang menjanjikan kemakmuran global bagi semua orang, globalisasi adalah kelanjutan dari kolonialisme dan developmentalisme sebelumnya. Globalisasi dicurigai sebagai bungkus baru dari imperialisme dan kolonialisme (Fakih dalam Sesat Pikir Teori Pembangunan dan Globalisasi, 2001).

Di tengah-tengah arus deras globalisasi, dua sistem ekonomi yang memengaruhi pengajaran di perguruan tinggi adalah sistem ekonomi liberal yang diusung Amerika Serikat serta Eropa dan sistem ekonomi sosialis dengan pelopornya Tiongkok dan Rusia. Di samping itu, negara-negara Timur Tengah menerapkan sistem ekonomi Islami.

Sebagai negara yang berideologi Pancasila, idealnya Indonesia menerapkan sistem Ekonomi Pancasila yang intisarinya adalah nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Salah satu jalur yang dapat ditempuh adalah melalui pengajaran di perguruan tinggi, supaya mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa paham dan menghayati konsep Ekonomi Pancasila di tengah-tengah berbagai konsep ekonomi. Selain itu, agar mahasiswa paham bahwa Ekonomi Pancasila menjadi penopang perekonomian nasional.

Sistem Ekonomi Pancasila digali dan dibangun dari nilai-nilai yang dianut dalam masyarakat Indonesia.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Waspadai Ketimpangan Perkotaan

Sabtu, 24 Juli 2021 | 02:28 WIB

Kecepatan dan Penyaluran Anggaran Daerah

Jumat, 23 Juli 2021 | 05:44 WIB

Merajut Ekonomi Pancasila

Jumat, 23 Juli 2021 | 05:40 WIB

Mencegah Klaster di Proyek Infrastruktur

Kamis, 22 Juli 2021 | 03:17 WIB

Covid-19 dan Perikemanusiaan

Kamis, 22 Juli 2021 | 03:06 WIB

Komunikasi Humanis untuk PPKM Darurat

Rabu, 21 Juli 2021 | 05:17 WIB

Perspektif Ekonomi Ibadah Kurban

Rabu, 21 Juli 2021 | 05:12 WIB

Lucu-lucuan dalam Getir PPKM

Senin, 19 Juli 2021 | 13:37 WIB

Kurban: Manifestasi Syukur dan Kepedulian Sosial

Senin, 19 Juli 2021 | 08:12 WIB

PPKM Darurat Vs Harus 'Dipaksa'

Sabtu, 17 Juli 2021 | 21:58 WIB

MUI, Ulama, Pelita, dan Derita Umat

Sabtu, 17 Juli 2021 | 10:24 WIB

Perpanjangan PPKM Darurat

Sabtu, 17 Juli 2021 | 03:49 WIB

Membangkitkan Anak Gemar Menulis

Sabtu, 17 Juli 2021 | 03:38 WIB

Spirit Kurban untuk Berkorban

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:20 WIB

Berharap Bukan Vaksin Pencitraan

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:10 WIB

Keoptimisan dengan Solidaritas dan Menekan Ego

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:00 WIB

Ketegasan terhadap Fokus Kesehatan

Kamis, 15 Juli 2021 | 06:04 WIB

Mengatasi Rasa Takut saat Pandemi

Kamis, 15 Juli 2021 | 05:53 WIB
X