Mencegah Klaster di Proyek Infrastruktur

Red
- Kamis, 22 Juli 2021 | 03:17 WIB
Alwin Basri
Alwin Basri

Pada tataran tersebut, penerapan protokol kesehatan secara ketat menjadi kunci menyeimbangkan setidaknya dua kepentingan.

Sesuai Renstra

Kepentingan pertama pada aspek ekonomi yang bermuara pada terselesaikannya programprogram pembangunan infrastruktur publik sesuai dengan rencana strategis nasional atau daerah.

Sehingga diharapkan dengan terselesaikannya pembangunan infrastruktur publik dapat memperluas dan meningkatkan kualitas infrastruktur publik bagi masyarakat dalam berbagai dimensi.

Kepentingan kedua bermuara pada aspek kesehatan, yakni menghindarkan proyek infrastruktur menjadi klaster penyebaran Covid 19.

Secara konseptual, Instruksi Menteri PUPR No 2 Tahun 2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi telah memberikan panduan yang harus dijalankan oleh pelaksana proyek dalam pembangunan infrastruktur.

Dari pembentukan satuan tugas pencegahan, identifikasi potensi bahaya Covid-19 di lapangan, penyediaan fasilitas kesehatan di lapangan dan pelaksanaan pencegahan di lapangan.

Dalam tahap pelaksanaan pencegahan di lapangan misalnya, sosialisasi, pengecekan suhu tubuh tiga kali sehari, evakuasi korban, penyemprotan disinfektan, hingga pemberhentian sementara pekerjaan selama 14 hari jika terdapat pekerja yang terbukti terpapar Covid-19 adalah panduan yang cukup penting.

Namun demikian, implementasi dari instruksi tersebut adalah kunci utama. Bagaimana instruksi tersebut betul-betul dilaksanakan oleh seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur, khususnya pada tempat konstruksi dan lokasi proyek.

Di sinilah diperlukan kesadaran bersama baik dari pelaksana proyek dan pekerja tentang kepatuhan untuk melaksanakan instruksi tersebut bagi kepentingan semua pihak. Terakhir, ibarat mata rantai, komitmen penggunaan bahan baku lokal dan SDM Indonesia dalam proyek pembangunan infrastruktur publik di tengah pandemi tetap harus dikedepankan. Dalam hal ini, maka para pekerja yang terlibat dalam proyek pembangunan infrastruktur semestinya segera mendapat vaksin. (40)

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Menyusuri Masa Lalu Aneka Kota

Sabtu, 18 September 2021 | 00:59 WIB

Arah Jalan Berbahaya bagi KPK

Sabtu, 18 September 2021 | 00:49 WIB

Strategi UMKM saat Endemi

Sabtu, 18 September 2021 | 00:44 WIB

Perpres Pendanaan Pesantren

Jumat, 17 September 2021 | 00:20 WIB

Membangun Fondasi Green Economy

Jumat, 17 September 2021 | 00:10 WIB

Standar Pembelajaran Tatap Muka

Jumat, 17 September 2021 | 00:00 WIB

Membenahi Rantai Pasokan Pangan

Kamis, 16 September 2021 | 00:47 WIB

Modal Manusia Islami untuk LKMS

Rabu, 15 September 2021 | 01:40 WIB

Mewujudkan Jalur Kereta Api Semarang-Rembang

Selasa, 14 September 2021 | 20:24 WIB

”Samudra Biru” Pendidikan Tinggi

Selasa, 14 September 2021 | 20:10 WIB

Mengawal Dana PEN di Bank Umum

Senin, 13 September 2021 | 11:21 WIB

Mewaspadai Covid-19 Varian Mu

Senin, 13 September 2021 | 00:20 WIB

Menatap Kemungkinan Pandemi ke Endemi

Senin, 13 September 2021 | 00:10 WIB

Membangun Ekosistem Industri Game Lokal

Senin, 13 September 2021 | 00:00 WIB

Menjaga Kohesi Sosial

Sabtu, 11 September 2021 | 04:13 WIB

Menjaga Kohesi Pascapandemi

Jumat, 10 September 2021 | 09:48 WIB

Ketenangan Atasi Long Covid-19

Jumat, 10 September 2021 | 00:20 WIB

Segerakan Reformasi Pengelolaan Lapas

Jumat, 10 September 2021 | 00:10 WIB

Meniru Semangat Pembuatan UU Cipta Kerja

Jumat, 10 September 2021 | 00:00 WIB
X