Perspektif Ekonomi Ibadah Kurban

Red
- Rabu, 21 Juli 2021 | 05:12 WIB
Winarsih
Winarsih

"Sebagai negara muslim terbesar, potensi kurban di Indonesia sangat signifikan. Apabila kurban dikelola dengan baik, maka akan menjadi kekuatan ekonomi yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelas bawah, namun juga memberdayakan peternak rakyat."

HARI Iduladha tidak bisa dilepaskan dari pelaksanaan ibadah kurban, yang dilaksanakan setiap tanggal 10-13 Bulan Zulhijah. Pelaksanaan ibadah kurban merupakan salah satu upaya bagi seorang muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt dan mengikuti ajaran Rasulullah Saw, melatih diri untuk membangun kesabaran secara bersama-sama dan meningkatkan solidaritas sosial, sehingga akan memberikan multiplier effect pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara umum.

Sebagai negara muslim terbesar, potensi kurban di Indonesia sangat signifikan. Apabila kurban dikelola dengan baik, maka akan menjadi kekuatan ekonomi yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelas bawah, namun juga memberdayakan peternak rakyat.

Di masa pandemi Covid-19, perekonomian nasional yang tidak stabil menyebabkan terjadi adanya ketimpangan pendapatan yang semakin melebar. Karena itu, untuk merefleksikan sikap syukur atas nikmat Allah, diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial dengan mengajak masyarakat untuk mengakselerasikan kedermawanan, sehingga upaya untuk mengarusutamakan kurban sebagai pranata sosial-ekonomi ini semakin menemukan relevansi dan urgensi, karena memiliki potensi ekonomi yang cukup besar.

Ekonomi Islam

Ditinjau dalam sudut pandang ekonomi Islam, kurban menjadi salah satu sarana distribusi di mana konsep distribusi memuat unsur keadilan dan pemerataan. Pada dimensi ekonomi, ibadah kurban memiliki dampak positif bagi perekonomian, seperti di sektor peternakan dalam hal permintaan hewan kurban yang meningkat, sehingga pendapatan peternak berpotensi mengalami peningkatan.

Begitu pula sektor yang lain, misalnya industri pengolahan kulit, jasa pemotongan hewan akan merasakan limpahan dari kegiatan berkurban. Hal ini diperkuat oleh Rahmatina Awaliah Kasri (Kepala Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Indonesia, 2020), bahwa kurban bisa menjadi pendorong pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, peningkatan gizi, dan pada akhirnya mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Kurban melibatkan rangkaian rantai pasokan dan aktivitas ekonomi, seperti produksi, konsumsi, dan distribusi daging ternak.

Aktivitas ekonomi berpotensi meningkatkan pendapatan, kualitas hidup, dan kesejahteraan masyarakat.

Adanya peningkatan permintaan pada ternak akan memicu penambahan jumlah peternak dengan skala mikro yang berarti bisa mengurangi pengangguran. Mendasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas), bahwa potensi nilai ekonomi kurban Indonesia Tahun 2021 ini sebesar Rp 18,2 triliun yang berasal dari 2,2 juta pekurban (shahibul qurban).

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Menengok Potensi Peran Milenial Kabupaten Brebes

Selasa, 18 Januari 2022 | 10:12 WIB

Quo Vadis Kejaksaan RI?

Senin, 10 Januari 2022 | 09:12 WIB

Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia Pascapandemi

Sabtu, 8 Januari 2022 | 08:12 WIB

Digitalisasi Ibuisme

Kamis, 6 Januari 2022 | 12:30 WIB

Negeri-negeri Ambon Manise untuk Indonesia

Senin, 27 Desember 2021 | 08:45 WIB

Beri mereka waktu

Rabu, 22 Desember 2021 | 10:12 WIB

Peran Ibu dalam Penguatan Literasi Digital

Rabu, 22 Desember 2021 | 09:12 WIB

Di Balik Kebakaran Pasar Weleri

Minggu, 12 Desember 2021 | 17:42 WIB

Di Balik Meroketnya Harga Minyak Goreng

Kamis, 9 Desember 2021 | 07:45 WIB

Makna Angka 9 di Hari Jadi Ke–272 Blora

Senin, 6 Desember 2021 | 08:24 WIB

Masker Wahing

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:23 WIB

Memperjuangkan Kualitas Pendidikan Dokter

Kamis, 25 November 2021 | 12:39 WIB
X