Lucu-lucuan dalam Getir PPKM

- Senin, 19 Juli 2021 | 13:37 WIB
Ketua PWI Jateng, Amir Machmud NS. (suaramerdeka.com / dok)
Ketua PWI Jateng, Amir Machmud NS. (suaramerdeka.com / dok)

(“Jika PPKM diperpanjang dan hasilnya sama saja, maka akan dilanjutkan dengan adu penalti...”
“Pakar Sarankan PPKM Darurat Diperpanjang sampai Manchester United Juara EPL”)

TEKANAN keadaan terkadang meletupkan katarsis dengan kemasan kecerdasan. Produk-produk meme dalam bentuk kelucuan seperti petikan dua contoh di atas dapat dijadikan contoh kreativitas menghibur diri di tengah impitan beban hidup.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat selama dua pekan kemarin -- dan konon diperpanjang -- memunculkan aneka rupa tanggapan.

Rata-rata orang merasakan betapa berat hidup di tengah pandemi Covid-19, baik secara sosial maupun (terutama) ekonomi.

Dampak pendapatan yang dihadapi oleh para pelaku ekonomi kecil dan menengah (yang tidak punya gaji tetap) tergambar dari jerit hati mereka.

Di lapangan, luapan kegelisahan itu banyak menimbulkan berbagai bentuk “benturan” dengan aparat kepanjangan tangan penguasa.

Di antara ungkapan kesuntukan itu, di banyak platform media sosial beredar meme, karikatur, foto, dan video-video lucu, tak sedikit pula yang menyerempet “saru”.

Ada juga video-video atau produk youtube yang secara verbal menyampaikan perlawanan, kritik keras, dan argumentasi terhadap para pengambil kebijakan PPKM.

Media massa pun menyuarakan perasaan publik lewat pernyataan akademisi, politisi, dan wawancara langsung dengan man on the street.

Produk pengungkapan kegetiran itu menyajikan aksen “kreativitas tentang ketidakberdayaan”, seperti dalam meme tentang adu penalti dan batas waktu MU juara Liga Primer. Di balik kegetiran termuat kecerdasan kontekstual.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB

Mengganti Beban Pembiayaan BLBI

Jumat, 24 September 2021 | 00:10 WIB

Antusiasme Menyambut Kompetisi Liga 3

Jumat, 24 September 2021 | 00:00 WIB

Memindai Cermin Kota Kudus

Kamis, 23 September 2021 | 11:36 WIB

Indonesia Diuji dalam Ketegangan AUKUS

Kamis, 23 September 2021 | 01:28 WIB

Mewujudkan Sekolah Tatap Muka Aman

Kamis, 23 September 2021 | 01:25 WIB

Keterampilan dan Kompetensi Abad 21

Kamis, 23 September 2021 | 01:16 WIB

Maksimalkan Efektivitas Blended Learning

Rabu, 22 September 2021 | 01:11 WIB

Gernas BBI Jangan Hanya Seremonial

Rabu, 22 September 2021 | 01:08 WIB

Mahasiswa Merdeka

Rabu, 22 September 2021 | 01:03 WIB

Penguatan Imunitas Usaha Koperasi

Selasa, 21 September 2021 | 00:32 WIB

Jangan Lengah dalam Mitigasi Covid-19

Selasa, 21 September 2021 | 00:27 WIB

Wakaf untuk Sektor Informal

Selasa, 21 September 2021 | 00:22 WIB

Menjaga Keamanan ”PeduliLindungi”

Senin, 20 September 2021 | 00:20 WIB

Keamanan Nelayan di Laut China Selatan

Senin, 20 September 2021 | 00:10 WIB

Berharap kepada Inovasi Kepariwisataan

Senin, 20 September 2021 | 00:00 WIB

Menyusuri Masa Lalu Aneka Kota

Sabtu, 18 September 2021 | 00:59 WIB

Arah Jalan Berbahaya bagi KPK

Sabtu, 18 September 2021 | 00:49 WIB

Strategi UMKM saat Endemi

Sabtu, 18 September 2021 | 00:44 WIB
X