Berharap Bukan Vaksin Pencitraan

Red
- Jumat, 16 Juli 2021 | 00:10 WIB
Logo SM (b01m)
Logo SM (b01m)

Sebuah kabar gembira pasti, bahwa pemerintah sudah mulai meluncurkan program vaksinasi untuk anak usia 12 tahun ke atas. Seperti biasa, peluncuran program vaksinasi anak ditandai dengan seremoni yang membahagiakan. Kabar gembira itu sungguh diharapkan oleh warga masyarakat, dan yang terpenting adalah kabar itu sungguh-sungguh dapat dirasakan bermanfaat oleh warga.

Lagi-lagi, niat baik pemerintah itu tidak selalu sesuai dengan kenyataan. Banyak warga yang mengeluh tidak dapat mengakses pendaftaran dikarenakan kuota pendaftaran langsung penuh begitu link laman pendaftaran vaksin anak tersebar ke masyarakat. Program vaksin memang tidak hanya soal ketersediaan vaksin, tetapi juga menyangkut personel hingga keamanan distribusi.

Sentra-sentra vaksin banyak dibuka, melibatkan berbagai elemen masyarakat. Namun, memperbanyak sentra-sentra vaksin hanya akan menemui jalan buntu apabila personel dan tenaga kesehatan tidak bertambah. Sering ditemui, tenaga kesehatan justru harus pontanpanting dari satu sentra vaksinasi ke sentra vaksinasi lainnya. Ini cermin dari ketimpangan kebijakan.

Sentra-sentra vaksin akhirnya hanya menjadi beban tambahan para tenaga kesehatan dan menjadi semacam pembuktian semu bahwa program vaksinasi sudah dipercepat dan diperbanyak. Pemerintah menetapkan kebijakan vaksinasi Covid-19 akan melibatkan 181,5 juta orang warga. Vaksinasi telah dimulai 13 Januari 2021 dan ditargetkan rampung akhir tahun ini. Sayang, target ternyata masih jauh.

Tercatat, sebanyak 29.279.- 142 orang telah divaksin dan baru 13.465.499 orang di antaranya yang telah menerima dua dosis vaksin. Versi lain, vaksin sudah mencapai 50 juta orang dengan rincian 10 juta suntikan pertama dicapai dalam waktu 8 Minggu, 10 juta berikutnya dalam waktu 4 minggu, dan 10 juta yang terakhir sudah dicapai dalam 12 hari. Total ketersediaan vaksin lebih dari 100 juta dosis.

Dari pengalaman banyak negara, vaksinasi adalah pilihan yang harus ditempuh untuk terbebas dari pandemi, selain dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Sebagian besar masyarakat menyambut baik program vaksinasi dan berharap pelaksanaan terencana secara akurat dari hulu ke hilir. Jangan sampai, vaksinasi hanya sebatas pencitraan dan meriah dalam publikasi tapi terseok di lapangan.

 

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Menengok Potensi Peran Milenial Kabupaten Brebes

Selasa, 18 Januari 2022 | 10:12 WIB

Quo Vadis Kejaksaan RI?

Senin, 10 Januari 2022 | 09:12 WIB

Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia Pascapandemi

Sabtu, 8 Januari 2022 | 08:12 WIB

Digitalisasi Ibuisme

Kamis, 6 Januari 2022 | 12:30 WIB

Negeri-negeri Ambon Manise untuk Indonesia

Senin, 27 Desember 2021 | 08:45 WIB

Beri mereka waktu

Rabu, 22 Desember 2021 | 10:12 WIB

Peran Ibu dalam Penguatan Literasi Digital

Rabu, 22 Desember 2021 | 09:12 WIB

Di Balik Kebakaran Pasar Weleri

Minggu, 12 Desember 2021 | 17:42 WIB

Di Balik Meroketnya Harga Minyak Goreng

Kamis, 9 Desember 2021 | 07:45 WIB

Makna Angka 9 di Hari Jadi Ke–272 Blora

Senin, 6 Desember 2021 | 08:24 WIB

Masker Wahing

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:23 WIB

Memperjuangkan Kualitas Pendidikan Dokter

Kamis, 25 November 2021 | 12:39 WIB
X