Ketegasan terhadap Fokus Kesehatan

Red
- Kamis, 15 Juli 2021 | 06:04 WIB
Tajuk Rencana
Tajuk Rencana

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang sedang dilaksanakan bukanlah program yang langsung berjalan dengan hanya satu paket aturan. Langkah yang bisa dipahami karena berbeda dari PPKM sebelumnya, sasaran yang hendak dicapai jelas.

Dalam PPKM sebelumnya terasa ada kegamangan antara pengutamaan persoalan kesehatan atau ekonomi. Tidak mudah memang menetukan kapan saatnya menekan "gas" dan kapan pula harus menginjak "rem".

PPKM Darurat mematok penambahan target kasus harian aktif tak melebihi 10.000 per hari. Seiring dengan kemunculan Covid-19 varian Delta, penambahan warga yang terinfeksi Covid-19 memang melonjak pesat.

Penambahannya bahkan pernah menembus angka 40.000. Kenaikan luar biasa, bila dibandingkan dengan angka pada Mei sampai awal Juli. Pada Mei, rata-rata di bawah 5.000.

Satu bulan kemudian sudah menembus 6.000-an dan pada awal Juli melompat melampaui 20.000 orang sehari.

Mobilitas warga dipandang sebagai pemicu penambahan kasus. Namun, tuntutan memenuhi kebutuhan ekonomi di satu sisi dan denyut bisnis yang perlu berjalan memang berkorelasi dengan hilir-mudik masyarakat. PPKM Darurat diluncurkan supaya mobilitas warga berkurang.

Segenap aturan dikeluarkan, yang kemudian diikuti dengan revisi.

Penyesuaian dilakukan terhadap pengelompokan usaha-usaha yang bisa dimasukkan sebagai sektor kritikal dan esensial. Dalam beberapa hari PPKM Darurat, pengurangan mobilitas warga dinilai belum sesuai harapan.

Respons terhadap kondisi itu dilakukan dengan penutupan 27 pintu tol di Jawa Tengah pada 16-22 Juli. Larangan memasuki 27 pintu tol itu dikecualikan untuk kendaraan- kendaaran dari sektor yang dikelompokkan sebagai kritikal dan esensial. Angkutan logistik dengan demikian mendapat kesitimewaan.

Hal yang dibutuhkan mengingat kebutuhan akan bahan-bahan pokok harus tetap terpenuhi. Kebutuhan masyarakat akan bahan-bahan pokok tidak hanya menyangkut ketersediaanya, tetapi juga stabilitas harganya.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB

Mengganti Beban Pembiayaan BLBI

Jumat, 24 September 2021 | 00:10 WIB

Antusiasme Menyambut Kompetisi Liga 3

Jumat, 24 September 2021 | 00:00 WIB

Memindai Cermin Kota Kudus

Kamis, 23 September 2021 | 11:36 WIB

Indonesia Diuji dalam Ketegangan AUKUS

Kamis, 23 September 2021 | 01:28 WIB

Mewujudkan Sekolah Tatap Muka Aman

Kamis, 23 September 2021 | 01:25 WIB

Keterampilan dan Kompetensi Abad 21

Kamis, 23 September 2021 | 01:16 WIB

Maksimalkan Efektivitas Blended Learning

Rabu, 22 September 2021 | 01:11 WIB

Gernas BBI Jangan Hanya Seremonial

Rabu, 22 September 2021 | 01:08 WIB

Mahasiswa Merdeka

Rabu, 22 September 2021 | 01:03 WIB

Penguatan Imunitas Usaha Koperasi

Selasa, 21 September 2021 | 00:32 WIB

Jangan Lengah dalam Mitigasi Covid-19

Selasa, 21 September 2021 | 00:27 WIB

Wakaf untuk Sektor Informal

Selasa, 21 September 2021 | 00:22 WIB

Menjaga Keamanan ”PeduliLindungi”

Senin, 20 September 2021 | 00:20 WIB

Keamanan Nelayan di Laut China Selatan

Senin, 20 September 2021 | 00:10 WIB

Berharap kepada Inovasi Kepariwisataan

Senin, 20 September 2021 | 00:00 WIB

Menyusuri Masa Lalu Aneka Kota

Sabtu, 18 September 2021 | 00:59 WIB

Arah Jalan Berbahaya bagi KPK

Sabtu, 18 September 2021 | 00:49 WIB

Strategi UMKM saat Endemi

Sabtu, 18 September 2021 | 00:44 WIB
X