Mengatasi Rasa Takut saat Pandemi

Red
- Kamis, 15 Juli 2021 | 05:53 WIB
Samsudin SAg MAg
Samsudin SAg MAg

"Sesungguhnya orang yang tidak takut kepada penyakit, maka penyakitlah yang akan takut kepada orang tersebut, dan akhirnya virus tersebut mati."

DALAM dua bulan terakhir ini masyarakat disuguhi informasi kabar duka dan berita kematian akibat Covid-19, baik melalui media sosial maupun media elektronik. Hampir setiap hari media sosial diramaikan oleh kabar kematian seseorang. Begitu pun di kampung-kampung, melalui media audio masjid atau mushala, kabar kematian warga setempat pin disuarakan.

Tentu tidak semua orang bisa menerima berita duka itu dengan lapang dada tanpa diliputi rasa takut akibat ganasnya virus korona.

Informasi kedukaan itu telah menimbulkan rasa takut dan cemas sebagian masyarakat. Kondisi itu ternyata tidak saja dirasakan oleh orang yang telah terkonfirmasi positif Covid-19, baik yang memiliki keluhan medis maupun tanpa keluhan medis.

Kelompok masyarakat yang sehat pun mengalami stres selama pandemi. Lebih-lebih ketika mengikuti perkembangan jumlah kasus yang terus meningkat.

Tak ayal, situasi ini akan memengaruhi kesehatan mental masyarakat. Pandemi ini tidak hanya mengancam kesehatan fisik, namun juga kesehatan mental setiap individu.

Bahkan tidak hanya rasa takut, efek psikologis yang ditimbulkan pun bisa berdampak serius. Gangguan kesehatan mental terjadi selama pandemi dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti ketakutan terhadap wabah, rasa terasing selama menjalani karantina, kesedihan dan kesepian karena jauh dari keluarga atau orang yang dikasihi, kecemasan akan kebutuhan hidup sehari-hari. Perasaan takut dan khawatir acap kali mengiringi perjalanan hidup manusia.

Pada umumnya orang mengalami rasa takut dan khawatir disebabkan oleh beberapa faktor antara lain: pertama, ketakutan akan kematian. Hal ini umumnya dialami mereka yang menderita sakit, terkonfirmasi positif Covid-19 dan dirawat di ruang isolasi rumah sakit. Kedua, rasa takut dan khawatir karena meninggalkan keluarga.

Rasa takut dan khawatir itu bersumber dari dirinya sendiri karena menjadi tulang punggung keluarga (mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga), seorang ibu yang mengkhawatirkan pengurusan anakanaknya, sampai pada ketakutan dan kekhawatiran memikirkan keluarga jika harus ditinggalkan untuk selama-lamanya. (Andrew McGhie: 1996) Rasa takut bukan berarti menunjukkan diri kita lemah. Ketakutan adalah bagian dari naluri alami manusia untuk bertahan hidup.

Rasa takut membantu menyadari adanya bahaya sehingga muncul keinginan untuk menjauh untuk melindungi diri dari bahaya tersebut. Namun, tidak semua rasa takut itu sama. Ketakutan berlebihan bisa juga berdampak negatif. Mengutip pesan tokoh kedokteran dunia, Ibnu Sina yang dikenal juga dengan sebutan Sheikh al- Rayees, "Kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat dan kesabaraan adalah permulaan kesembuhan".

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB

Mengganti Beban Pembiayaan BLBI

Jumat, 24 September 2021 | 00:10 WIB

Antusiasme Menyambut Kompetisi Liga 3

Jumat, 24 September 2021 | 00:00 WIB

Memindai Cermin Kota Kudus

Kamis, 23 September 2021 | 11:36 WIB

Indonesia Diuji dalam Ketegangan AUKUS

Kamis, 23 September 2021 | 01:28 WIB

Mewujudkan Sekolah Tatap Muka Aman

Kamis, 23 September 2021 | 01:25 WIB

Keterampilan dan Kompetensi Abad 21

Kamis, 23 September 2021 | 01:16 WIB

Maksimalkan Efektivitas Blended Learning

Rabu, 22 September 2021 | 01:11 WIB

Gernas BBI Jangan Hanya Seremonial

Rabu, 22 September 2021 | 01:08 WIB

Mahasiswa Merdeka

Rabu, 22 September 2021 | 01:03 WIB

Penguatan Imunitas Usaha Koperasi

Selasa, 21 September 2021 | 00:32 WIB

Jangan Lengah dalam Mitigasi Covid-19

Selasa, 21 September 2021 | 00:27 WIB

Wakaf untuk Sektor Informal

Selasa, 21 September 2021 | 00:22 WIB

Menjaga Keamanan ”PeduliLindungi”

Senin, 20 September 2021 | 00:20 WIB

Keamanan Nelayan di Laut China Selatan

Senin, 20 September 2021 | 00:10 WIB

Berharap kepada Inovasi Kepariwisataan

Senin, 20 September 2021 | 00:00 WIB

Menyusuri Masa Lalu Aneka Kota

Sabtu, 18 September 2021 | 00:59 WIB

Arah Jalan Berbahaya bagi KPK

Sabtu, 18 September 2021 | 00:49 WIB

Strategi UMKM saat Endemi

Sabtu, 18 September 2021 | 00:44 WIB
X