Pro-Kontra Penutupan Masjid

Red
- Sabtu, 10 Juli 2021 | 05:37 WIB
Prof Dr Tjipto Subadi MSi
Prof Dr Tjipto Subadi MSi

Meski waktu itu terjadi pandemi yang menewaskan ribuan orang, namun Khalifah Umar tidak pernah memerintahkan penutupan masjid di seluruh wilayah Syam meski diberlakukan lockdown. Kebijakan lockdown Khalifah Umar hanya untuk membatasi lalu lintas orang dan barang, bukan menggembok masjid.

Sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana sikap umat Islam dalam menghadapi penutupan sementara masjid yang berjumlah lebih dari 600.000 di seluruh wilayah Jawa dan Bali belum termasuk mushala, saat pemberlakuan PPKM darurat? Pertama, sebagai umat Islam yang taat pada peraturan Ulil Amri, maka harus menghormatinya.

Namun karena mayoritas masjid bukan milik pemerintah tetapi masyarakat, maka pemerintah yang demokratis tidak boleh memaksakkan kehendak kepada rakyatnya. Biarlah para ketua dan anggota DKM mengurus masjidnya sendiri- sendiri, apakah tetap buka dengan menerapkan prokes yang ketat atau menutup masjid selama 18 hari.

Pemerintah bisanya hanya mengimbau, tidak boleh memaksa. Kedua, sebenarnya ada beberapa hadis Nabi dan perkataan ulama yang melarang menutup masjid meski terjadi pandemi.

Bahkan ada juga ayat suci Al-Qur’an yang melarang menutup masjid. Sebab Allah Swt telah menjamin keamanan masjid dan orang beribadah di dalamnya (Surat Al-Baqarah: 125), menutup masjid mengundang murka dan azab Allah Swt (Surat Al-Baqarah: 114) dan yang berhak memakmurkan masjid adalah orang-orang beriman dan tidak takut kepada apa pun (Surat At- Taubah: 18).

Ketiga, menutup masjid berarti melanggar hak asasi beribadah umat Islam Indonesia yang telah dijamin konstitusi. Seperti dalam ketentuan Pasal 29 ayat 2 UUD 1945.

Dengan demikian, ibadah shalat lima waktu di masjid yang merupakan kebutuhan asasi bagi umat Islam Indonesia, telah dilindungi oleh ayat ayat suci Al- Qur’an dari Allah Swt dan dijamin ayat-ayat konstitusi UUD 1945 sebagai dasar hukum tertinggi di seluruh wilayah NKRI.(34)

Prof Dr Tjipto Subadi MSi, guru besar Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Alumnus Lemhanas.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Menengok Potensi Peran Milenial Kabupaten Brebes

Selasa, 18 Januari 2022 | 10:12 WIB

Quo Vadis Kejaksaan RI?

Senin, 10 Januari 2022 | 09:12 WIB

Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia Pascapandemi

Sabtu, 8 Januari 2022 | 08:12 WIB

Digitalisasi Ibuisme

Kamis, 6 Januari 2022 | 12:30 WIB

Negeri-negeri Ambon Manise untuk Indonesia

Senin, 27 Desember 2021 | 08:45 WIB

Beri mereka waktu

Rabu, 22 Desember 2021 | 10:12 WIB

Peran Ibu dalam Penguatan Literasi Digital

Rabu, 22 Desember 2021 | 09:12 WIB

Di Balik Kebakaran Pasar Weleri

Minggu, 12 Desember 2021 | 17:42 WIB

Di Balik Meroketnya Harga Minyak Goreng

Kamis, 9 Desember 2021 | 07:45 WIB

Makna Angka 9 di Hari Jadi Ke–272 Blora

Senin, 6 Desember 2021 | 08:24 WIB

Masker Wahing

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:23 WIB

Memperjuangkan Kualitas Pendidikan Dokter

Kamis, 25 November 2021 | 12:39 WIB
X