Kampus Bangkitkan Desa Wisata

Red
- Kamis, 8 Juli 2021 | 04:55 WIB
M Lukman Leksono
M Lukman Leksono

Covid-19 mempercepat evolusi industri dan digitalisasi seluruh layanan. Dengan ruang mobilitas masyarakat yang dibatasi, banyak masyarakat menggunakan media sosial untuk membaca berita seputar wabah, mengobrol dengan kerabat, dan produktif dalam pekerjaan.

Hal tersebut membuat teknologi digital berkembang dan dapat dimanfaatkan secara masif oleh pelaku industri pariwisata di Indonesia selama pandemi berlangsung.

Langkah awal untuk memasarkan wisata secara digital sudah menjadi salah satu jawabannya. Khususnya dalam pemasaran produk dan layanan pariwisata. Melihat hal tersebut, para pelaku industri pariwisata hendaknya dapat memanfaatkan teknologi digital semaksimal mungkin.

Misalnya, menggunakan media sosial. Hal ini merupakan sesuatu yang penting untuk memperkenalkan paket atau layanan baru kepada pasar yang lebih luas.

Dengan ini akan membuat industri pariwisata tetap segar dan relevan. Bagi para pelaku industri pariwisata, mempelajari hal-hal baru yang ditawarkan oleh teknologi digital sangatlah penting dalam mengelola perkembangan industri pariwisata. Adapun hal baru yang dimaksud adalah berlangsungnya webinar, aplikasi e-commerce, serta para operator pariwisata yang menawarkan produk dan layanan mereka yang bisa dipesan secara daring.

Pemasaran produk pariwisata secara digital lebih efektif dalam memberikan rasa percaya diri kepada pelanggan.

Ini juga akan lebih hemat biaya untuk jangka panjang. Hal ini adalah tren yang baru di era new normal.

Banyak bisnis pariwisata yang telah meningkatkan kehadiran mereka di dunia maya di tengah pandemi virus korona. Melalui berbagai macam penawaran yang disampaikan secara daring, mereka tetap relevan di mata masyarakat. Alhasil, banyak dari mereka yang telah menemukan cara baru guna membuat portofolio mereka semakin beragam guna memasarkan kegiatan pariwisata ke pasar yang lebih luas.

Kemudian, standar kebersihan dan kesehatan harus juga diperhatikan. Pemerintah dan Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) seharusnya dapat membuat standar kebersihan dan kesehatan di industri pariwisata semakin meningkat.

Menurutnya, pandemi mengajarkan masyarakat untuk semakin rajin mencuci tangan setiap hari. Tidak hanya itu, kebersihan dan kesehatan kini menjadi prioritas utama. Selain teknologi digital yang memiliki peran penting, untuk kebersihan, kesehatan, dan keamanan sudah menjadi prioritas. (27)

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Memperjuangkan Kualitas Pendidikan Dokter

Kamis, 25 November 2021 | 12:39 WIB

Tembang Pagebluk Menyulap Bagong Menjadi Konten Kreator

Selasa, 16 November 2021 | 08:15 WIB

Metamorfosis Implementasi MBKM di Perguruan Tinggi

Senin, 8 November 2021 | 11:12 WIB

Kebijakan Publik Versus PCR dan Antigen

Minggu, 7 November 2021 | 23:23 WIB

Pangan dan Telur Ayam

Minggu, 7 November 2021 | 15:26 WIB

Negara Hadir Versus Pinjol illegal

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:45 WIB

PON 20 Papua Membuka Mata, Telinga dan Hati

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:42 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:10 WIB

Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB

Masjid dan Peran Memakmurkan Umat

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:31 WIB

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB
X