Kampus Bangkitkan Desa Wisata

Red
- Kamis, 8 Juli 2021 | 04:55 WIB
M Lukman Leksono
M Lukman Leksono

Dari ketiga progam tersebut, rupanya ada satu program yang memiliki magnet ketertarikan untuk mengembangkannya di bidang pendidikan perguruan tinggi, yaitu memetakan strategi inovasi dengan pendekatan big data dan teknologi.

Big data saat ini sudah tidak asing lagi di telinga pengembang perangkat lunak dengan skala proyek yang luas.

Penggunaan basis data sangat diperlukan untuk dapat mengelola, menyimpan, memanajemen segala informasi yang berbentuk data secara terstruktur dan tersistem.

Banyak perusahaan besar di bidang pariwisata yang membutuhkan kapasitas data sangat besar untuk menyimpan data terkait perusahaan tersebut. Untuk proyek dengan skala kecil, pada umumnya cukup dengan menggunakan bantuan database yang bersifat open source seperti MySQL, PostGre, MariaDB, dan lain- lain.

Akan tetapi, untuk kebutuhan software yang menampung berbagai jenis data, maka dapat mengakibatkan proses penanganan data menjadi lambat dan kurang efektif.

Langkah terbaik untuk menangani masalah tersebut adalah dengan menggunakan big data.

Big data digunakan oleh industri perjalanan dan pariwisata untuk menganalisis dan mengumpulkan informasi tentang orang-orang untuk mendapatkan pemahaman yang jelas tentang apa yang ditawarkan dalam dunia pariwisata.

Hal ini mungkin cocok dengan kondisi kita sekarang yang masih beraktivitas lewat media online dan sebagian masyarakat juga mendapatkan semua informasi di dunia melalui internet.

Beberapa perguruan tinggi di Indonesia yang sedang mengembangkan big data dan teknologi sebenarnya punya potensi juga untuk mendukung perekonomian masyarakat di sektor pariwisata dengan salah satu kegiatan tridharmanya, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya adalah kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Melung, Kabupaten Banyumas, yang dilakukan perguruan tinggi di Jawa Tengah, yaitu Institut Teknologi Telkom Purwokerto.

Kegiatan pengabdian ini di antaranya memperkenalkan internet masuk desa untuk memasarkan produkproduk desa wisata yang ada di dalamnya. Kegiatan ini juga dibantu oleh kelompok Penggiat Kelompok Sadar Wisata) (Pokdarwis) Kabupaten Banyumas.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Memperjuangkan Kualitas Pendidikan Dokter

Kamis, 25 November 2021 | 12:39 WIB

Tembang Pagebluk Menyulap Bagong Menjadi Konten Kreator

Selasa, 16 November 2021 | 08:15 WIB

Metamorfosis Implementasi MBKM di Perguruan Tinggi

Senin, 8 November 2021 | 11:12 WIB

Kebijakan Publik Versus PCR dan Antigen

Minggu, 7 November 2021 | 23:23 WIB

Pangan dan Telur Ayam

Minggu, 7 November 2021 | 15:26 WIB

Negara Hadir Versus Pinjol illegal

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:45 WIB

PON 20 Papua Membuka Mata, Telinga dan Hati

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:42 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:10 WIB

Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB

Masjid dan Peran Memakmurkan Umat

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:31 WIB

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB
X