PPKM Darurat Harus Berhasil Efektif

Red
- Jumat, 2 Juli 2021 | 00:10 WIB
Logo SM (b01m)
Logo SM (b01m)

Lonjakan kasus Covid-19 akhirnya memaksa pemerintah untuk mulai menginjak rem lebih dalam. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk 13 daerah di Jawa Tengah yang terkategori risiko tinggi. Secara regulasi, PPKM Darurat lebih ketat dari PPKM Mikro dan ibarat sedikit lebih longgar dibandingkan lockdown.

Sejak awal pandemi tahun lalu, pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo memang sangat hati-hati dalam mengeluarkan kebijakan. Opsi lockdown sejak awal tidak pernah masuk dalam pertimbangan, pun ketika kasus melonjak beberapa pekan ini, sehingga mengakibatkan arus deras pasien dan rumah sakit serta tenaga kesehatan kewalahan. Situasi darurat, tetapi lockdown bukan opsi.

Karantina total atau lockdown memang dikhawatirkan sangat berdampak pada ekonomi. Aktivitas bisnis dan perekonomian akan lumpuh, dan sesuai dengan Undang-Undang Karantina, pemerintah harus menyediakan kebutuhan pokok masyarakat untuk bertahan hidup. Kubu pendukung karantina akan berargumen, tidak apa-apa menderita dua bulan tetapi terbebas dari pandemi selamanya.

Keberanian untuk berpuasa dan menderita selama karantina total belum tampak dari bangsa ini, berbeda dengan beberapa negara yang sudah berani langsung lockdowndan terbukti sekarang sudah mulai menghirup udara yang bersih dari Covid-19. Sungguhkah masyarakat kita tidak berani laku prihatin sebentar saja untuk mencapai kebaikan dalam jangka panjang? Ini layak kita renungkan.

Sementara ini, cukuplah seluruh elemen mendukung kebijakan PPKM Darurat. Ketentuan dan aturan sudah jelas. Apa saja yang harus dilakukan sudah tertera dengan jelas dan tersebar dengan cepat ke seluruh elemen masyarakat hingga di tingkat keluarga. Kewajiban warga masyarakat hanya satu, mengikuti instruksi pemerintah dan menjalankannya dengan disiplin tinggi.

Dengan respons seperti itu, PPKM Darurat diharapkan dapat membawa hasil efektif, menekan lonjakan kasus, dan memulihkan aktivitas layanan kesehatan. Jika PPKM Darurat gagal membawa hasil, tidak ada cara lain lagi kecuali menarik rem penuh. Berhenti sepenuhnya, dengan berbagai risiko, termasuk kekacauan. Tidak ada yang menginginkan hal itu terjadi, maka PPKM Darurat harus berhasil.

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Masker Wahing

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:23 WIB

Memperjuangkan Kualitas Pendidikan Dokter

Kamis, 25 November 2021 | 12:39 WIB

Tembang Pagebluk Menyulap Bagong Menjadi Konten Kreator

Selasa, 16 November 2021 | 08:15 WIB

Metamorfosis Implementasi MBKM di Perguruan Tinggi

Senin, 8 November 2021 | 11:12 WIB

Kebijakan Publik Versus PCR dan Antigen

Minggu, 7 November 2021 | 23:23 WIB

Pangan dan Telur Ayam

Minggu, 7 November 2021 | 15:26 WIB

Negara Hadir Versus Pinjol illegal

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:45 WIB

PON 20 Papua Membuka Mata, Telinga dan Hati

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:42 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:10 WIB

Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB
X