Waspadai Klaster Keluarga

Red
- Senin, 28 Juni 2021 | 00:20 WIB
SM/Dok
SM/Dok

Oleh Anies

BERDASARKAN data Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid- 19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, ditemukan banyak pasien dari ibu rumah tangga. Dari data surveillance RSD Wisma Atlet, kelihatan klaster keluarga cukup dominan, dan ditemukan ibu rumah tangga cukup banyak yang dirawat di sini.

Sebagaimana dikemukakan oleh Koordinator RSD Covid-19 Wisma Atlet, Mayjen TNI Tugas Ratmono, klaster keluarga cukup dominan untuk menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 saat ini.

Demikian pula Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyebut, kasus Covid-19 untuk klaster keluarga pada 14-20 Juni sebanyak 10.967 orang positif dari 912 keluarga. Betapa tidak, saat ini mobilitas masyarakat tidak hanya dilakukan untuk kepentingan pekerjaan. Mobilitas keluarga untuk kepentingan wisata pun sudah banyak dilakukan.

Sayangnya, mobilitas dilakukan untuk kepentingan-kepentingan wisata bersama keluarga. Dalam kondisi ini orang justru menjadi lengah menerapkan protokol kesehatan. Padahal, kegiatan kumpul keluarga justru memiliki potensi tinggi untuk menularkan Covid-19.

Saat tulisan ini dibuat, belum jelas rencana pelaksanaan pendidikan tatap muka sebagaimana pengarahan Bapak Presiden. Tentunya, pendidikan tatap muka yang nanti akan dimulai itu harus dijalankan dengan ekstra hati-hati. Mestinya tatap muka dilakukan secara terbatas, dengan jumlah siswa dan waktu pembelajaran yang terbatas pula.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pembelajaran tatap muka hanya boleh dilaksanakan maksimal 25% dari total siswa. Tidak boleh dilakukan lebih dari dua hari dalam sepekan, dan setiap hari maksimal hanya dua jam pembelajaran tatap muka. Juga, opsi kehadiran anak ke sekolah tetap ditentukan oleh orang tua, di samping semua guru sudah harus selesai divaksinasi sebelum pembelajaran tatap muka dimulai.

Namun, keluarga seharusnya tetap menjadi benteng utama untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Faktanya saat ini, keluarga justru bisa menjadi sumber penularan karena tingginya mobilitas keluarga untuk kepentingan wisata atau kumpul bersama keluarga besar. Kini sudah mulai banyak mobilitas, bukan hanya individual untuk kepentingan bekerja, tapi mulai terjadi peningkatan mobilitas untuk kepentingan wisata bersama keluarga.

Disebut klaster keluarga jika dalam satu rumah tangga terdapat minimal dua orang yang terinfeksi virus korona. Keluarga menjadi tempat yang paling efektif dalam menyebarkan virus korona. Sebab mayoritas penderita Covid-19 tidak bergejala sehingga sangat mudah menginfeksi atau menularkan ke orang terdekat. Diperkirakan, klaster keluarga berkontribusi antara 50%-85% terhadap peningkatan kasus Covid-19 di suatu negara.

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Masker Wahing

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:23 WIB

Memperjuangkan Kualitas Pendidikan Dokter

Kamis, 25 November 2021 | 12:39 WIB

Tembang Pagebluk Menyulap Bagong Menjadi Konten Kreator

Selasa, 16 November 2021 | 08:15 WIB

Metamorfosis Implementasi MBKM di Perguruan Tinggi

Senin, 8 November 2021 | 11:12 WIB

Kebijakan Publik Versus PCR dan Antigen

Minggu, 7 November 2021 | 23:23 WIB

Pangan dan Telur Ayam

Minggu, 7 November 2021 | 15:26 WIB

Negara Hadir Versus Pinjol illegal

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:45 WIB

PON 20 Papua Membuka Mata, Telinga dan Hati

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:42 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:10 WIB

Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB
X