Setop Bahas Presiden Tiga Periode

Red
- Jumat, 25 Juni 2021 | 00:10 WIB
Logo SM (b01m)
Logo SM (b01m)

Pemilihan Presiden 2024 masih tiga tahun lagi, tetapi berbagai wacana sudah berseliweran. Mulai dari tokoh-tokoh yang potensial masuk dalam bursa calon presiden hingga isu perpanjangan masa jabatan presiden, bersahutan berbagai pendapat dan pandangan. Mengenai isu presiden tiga periode, Presiden Joko Widodo bahkan pernah secara tegas mengatakan jika hal itu sama saja menjerumuskannya.

Kendati Presiden Joko Widodo sudah menyatakan dengan tegas, isu itu tidak kunjung sirna. Bahkan, makin hari makin hangat dengan berbagai bumbu tambahan. Terakhir muncul pandangan, perpanjangan periode jabatan presiden akan dilakukan dengan alasan masa darurat pandemi Covid-19. Pada saat bersamaan, santer pula pandangan bahwa tiga periode adalah inkonstitusional.

Jika sudah jelas dan tegas respons Presiden Joko Widodo, demikian pula sudah sangat jelas aturan konstitusional mengenai masa jabatan presiden, berbagai perdebatan sesungguhnya tidak produktif dan tidak perlu. Langkah terbaik agar kekhawatiran tiga periode presiden adalah dengan menghentikan semua perdebatan itu. Setop segala macam pembahasan mengenai presiden tiga periode.

Setiap pembahasan, entah dari pihak pro ataupun kontra terhadap isu itu, akan membuka ruang celah bagi para propagandis memaksakan pesan-pesan versi mereka ke dalam benak publik. Strategi pembentukan opini publik, manufacturing consent, terus-menerus dilakukan agar lambat-laut kesadaran publik dibentuk, dirakit, sehingga muncul kesadaran palsu mengenai isu tersebut.

Para ahli komunikasi strategis sangat pintar memanggungkan berbagai isu dalam rangka manufacturing consent. Jalan keluarnya mudah, tidak perlu disediakan panggung untuk mementaskan isu tersebut. Selesai. Tetapi, kenyataannya tidak semudah itu karena teknologi media digital memungkinkan siapapun untuk mengelola isu dan menciptakan panggung agar suatu isu dikonsumsi publik.

Jika demikian, komitmen untuk menghentikan pembahasan tiga periode presiden harus terus-menerus dikumandangkan. Setiap kali muncul topik masa jabatan presiden, setiap kali itu pula digaungkan tekad untuk tidak membahas. Indonesia saat ini sedang mengalami masa sulit akibat pandemi. Prioritas saat ini adalah bersamasama mengatasi pandemi atau peradaban bangsa akan runtuh tanpa disadari.

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Penguatan Imunitas Usaha Koperasi

Selasa, 21 September 2021 | 00:32 WIB

Jangan Lengah dalam Mitigasi Covid-19

Selasa, 21 September 2021 | 00:27 WIB

Wakaf untuk Sektor Informal

Selasa, 21 September 2021 | 00:22 WIB

Menjaga Keamanan ”PeduliLindungi”

Senin, 20 September 2021 | 00:20 WIB

Keamanan Nelayan di Laut China Selatan

Senin, 20 September 2021 | 00:10 WIB

Berharap kepada Inovasi Kepariwisataan

Senin, 20 September 2021 | 00:00 WIB

Menyusuri Masa Lalu Aneka Kota

Sabtu, 18 September 2021 | 00:59 WIB

Arah Jalan Berbahaya bagi KPK

Sabtu, 18 September 2021 | 00:49 WIB

Strategi UMKM saat Endemi

Sabtu, 18 September 2021 | 00:44 WIB

Perpres Pendanaan Pesantren

Jumat, 17 September 2021 | 00:20 WIB

Membangun Fondasi Green Economy

Jumat, 17 September 2021 | 00:10 WIB

Standar Pembelajaran Tatap Muka

Jumat, 17 September 2021 | 00:00 WIB

Membenahi Rantai Pasokan Pangan

Kamis, 16 September 2021 | 00:47 WIB

Modal Manusia Islami untuk LKMS

Rabu, 15 September 2021 | 01:40 WIB

Mewujudkan Jalur Kereta Api Semarang-Rembang

Selasa, 14 September 2021 | 20:24 WIB

”Samudra Biru” Pendidikan Tinggi

Selasa, 14 September 2021 | 20:10 WIB

Mengawal Dana PEN di Bank Umum

Senin, 13 September 2021 | 11:21 WIB

Mewaspadai Covid-19 Varian Mu

Senin, 13 September 2021 | 00:20 WIB

Menatap Kemungkinan Pandemi ke Endemi

Senin, 13 September 2021 | 00:10 WIB
X