RUU KIA dan Peran Negara untuk Perempuan

- Sabtu, 20 Agustus 2022 | 10:05 WIB
Lailiya Nuriya Ulfa (foto: dok penulis)
Lailiya Nuriya Ulfa (foto: dok penulis)

RANCANGAN Undang undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) telah resmi disahkan menjadi RUU Inisiatif DPR RI dalam Prolegnas sejak 30 Juni 2022 lalu.

Namun, RUU tersebut masih menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat terutama pekerja perempuan, aktivis perempuan, dan pengusaha.

Salah satu pasal yang memantik perbincangan adalah Pasal 4 mengenai pemberian hak cuti melahirkan kepada ibu yang bekerja paling sedikit 6 bulan, dan 1,5 bulan pada ibu yang mengalami keguguran.

Hal ini berbeda dari UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang mengatur cuti melahirkan diberikan selama 3 bulan.

Selain itu, RUU KIA juga mengatur cuti melahirkan kepada suami (paternity leave) dengan jangka waktu paling lama 40 hari dan 7 hari apabila istri keguguran.

Baca Juga: Alhamdulillah, 6 Zodiak Ini Berkat Rezeki Tak Terduga Dapat Melunasi Hutang di Akhir Agustus 2022

Latar belakang tersusunnya RUU KIA adalah tingginya Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan tingginya stunting yang terjadi pada anak di Indonesia.

Bagi aktivis perempuan dan pekerja perempuan, di satu sisi rancangan ini tentu disambut baik.

RUU KIA secara kompleks mengupayakan keikutsertaan negara dalam rangka pemenuhan kesejahteraan ibu dan anak.

Lebih dari itu, RUU ini juga memberikan perhatian terhadap hak maternitas bagi ibu yang bekerja, kekerasan yang dialami perempuan, kebutuhan perempuan penyandang disabilitas, dan juga memperjuangkan hak anak agar ke depannya menjadi generasi penerus bangsa yang bertumbuh kembang secara baik dan menjadi SDM yang unggul.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fintech Syariah, Sang Primadona Transformasi Digital

Rabu, 23 November 2022 | 11:32 WIB

Ancaman Senyap Asap Rokok

Selasa, 22 November 2022 | 19:19 WIB

PMA 68 dan Dinamika Akademik di Kampus

Kamis, 17 November 2022 | 16:57 WIB

Kepemimpinan Berorientasi Pengetahuan

Rabu, 16 November 2022 | 11:12 WIB

Memperkuat Jaringan Koperasi Syariah

Selasa, 15 November 2022 | 11:32 WIB

Utang atau Cetak Uang Baru?

Senin, 14 November 2022 | 11:12 WIB

Kepemimpinan dalam Organisasi Pembelajar

Sabtu, 12 November 2022 | 11:12 WIB

Mewaspadai Budaya Gila Kerja

Jumat, 11 November 2022 | 11:15 WIB

Sustainability dalam Bisnis Perusahaan

Kamis, 10 November 2022 | 11:12 WIB

Pungli dalam Pengurusan Warisan

Minggu, 30 Oktober 2022 | 12:04 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Minggu, 23 Oktober 2022 | 21:00 WIB

Peci untuk Cakades

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 21:55 WIB

Mencari Pemimpin Profetik

Senin, 10 Oktober 2022 | 12:03 WIB

Tragedi Oktober di Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:02 WIB

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 09:16 WIB

Mari Dukung Partisipasi Taiwan di ICAO

Jumat, 30 September 2022 | 21:47 WIB
X