Menangkal Learning Loss

Red
- Senin, 21 Juni 2021 | 00:20 WIB
SM/Dok
SM/Dok

Oleh Thio Hok Lay

MENCERDASKAN kehidupan bangsa merupakan tujuan bangsa, sebagaimana yang tertulis dalam Pembukaan UUD 1945. Dan, tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tersebut hanya dapat ditempuh dan diraih melalui proses pendidikan yang berkualitas.

Pada masa pandemi global yang tidak kunjung usai seperti saat ini, penyelenggaraan pendidikan diperhadapkan dengan aneka rupa kendala dan tantangan. Selama masa pandemi ini, desain pembelajaran mengalami perubahan ke arah kenormalan baru (new normal). Semula, sebelum pandemi, proses belajar mengajar ditandai dengan kesetaraan dialog antara siswa dan guru di ruang-ruang kelas untuk saling asah, asih dan asuh; menumbuhkembangkan keilmuan, pengetahuan, keterampilan, dan wawasan (magistrorum et scholarium).

Kini, saat pandemi, perjumpaan dan dialog nan penuh makna menjadi berpindah ke layar monitor secara online. Meskipun demikian, bagaimanapun situasi dan kondisi yang dihadapi, tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa tidak bisa ditawar, harus tetap dicapai. Untuk itu, masa pandemi senyatanya merupakan momentum bagi setiap anak bangsa; khususnya bagi para insan pendidikan untuk melakukan refleksi kritis atas kualitas dan kebermaknaan atas keberlangsungan proses belajar mengajar dan pendidikan.

Informasi terkini, memasuki Tahun Ajaran 2021/2022 pada bulan Juli mendatang, pembelajaran tatap muka terbatas (onsite) di sekolah dilaksanakan 2 hari dalam sepekan, dengan durasi 2 jam dalam sehari. Itu pun dengan kehadiran peserta didik dibatasi hingga 25 % saja. Tentunya dengan disertai komitmen warga sekolah untuk menerapkan protokol kesehatan secara optimal. Selebihnya, pembelajaran masih digelar dalam jaringan (online).

Tak sedikit elemen masyarakat mempertanyakan seputar kualitas pembelajaran secara online yang berlangsung pada masa pandemi ini. Mulai dari keterbatasan sarana, akses internet, fenomena lunturnya kedisiplinan dan menumpulnya keterampilan sosial peserta didik, serta masih banyak hal lainnya. Ringkasnya, peserta didik dan guru berpotensi kehilangan momentum belajar yang berkualitas dan bermakna (learning loss) pada masa pandemi ini.

Dalam situasi dan kondisi semacam ini, pepatah bijak dari Afrika menjadi kontekstual untuk dihidupi dan dimaknai, bahwa dibutuhkan orang sekampung untuk membesarkan seorang anak (It takes a village to raise a child). Kolaborasi antara guru (sekolah), orang tua (di rumah) dan masyarakat untuk membangun komunikasi dan kerja sama dalam upaya mengawal dan merawat proses tumbuh kembang anak secara holistik mutlak dibutuhkan pada masa pandemi ini.

Pandemi mengingatkan dan menyadarkan kita bahwa problematika dan tantangan utama yang dihadapi oleh masyarakat global saat ini, senyatanya bukanlah hanya soal keterbasan fasilitas dan daya tampung rumah sakit. Bukan pula soal penelitian dan pengembangan bioteknologi dalam memproduksi vaksin, melainkan lebih kepada persoalan mendasar dalam kehidupan, yakni luntur (hilang) nya kesadaran masyarakat global terkait pola hidup bersih dan sehat.

Faktanya, pandemi telah berhasil memaksa umat manusia sejagat untuk kembali belajar tentang hal mendasar dalam kehidupan; yakni kembali belajar mencuci tangan, bagaimana bersikap serta berperilaku dalam bergaul di ruang publik dengan baik dan benar.

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Satu Abad Nahdlatul Ulama

Selasa, 7 Februari 2023 | 13:34 WIB

Berharap pada Media Massa, Mungkinkah?

Senin, 30 Januari 2023 | 11:30 WIB

Medical Tourism, Indonesia Mengejar Ketertinggalan

Kamis, 19 Januari 2023 | 20:37 WIB

Kotak Suara Berbahan Dupleks untuk Pemilu 2024

Rabu, 18 Januari 2023 | 11:12 WIB

PR Penanganan Banjir

Senin, 9 Januari 2023 | 08:48 WIB

Program Pena Kemensos Dorong Perekonomian Masyarakat

Rabu, 28 Desember 2022 | 15:34 WIB

Latar Gelap Kampanye Politik dan Krisis Tahun 2023

Selasa, 27 Desember 2022 | 09:00 WIB

Fintech Syariah, Sang Primadona Transformasi Digital

Rabu, 23 November 2022 | 11:32 WIB

Ancaman Senyap Asap Rokok

Selasa, 22 November 2022 | 19:19 WIB

PMA 68 dan Dinamika Akademik di Kampus

Kamis, 17 November 2022 | 16:57 WIB

Kepemimpinan Berorientasi Pengetahuan

Rabu, 16 November 2022 | 11:12 WIB

Memperkuat Jaringan Koperasi Syariah

Selasa, 15 November 2022 | 11:32 WIB

Utang atau Cetak Uang Baru?

Senin, 14 November 2022 | 11:12 WIB

Kepemimpinan dalam Organisasi Pembelajar

Sabtu, 12 November 2022 | 11:12 WIB
X