Bener nanging Ora Pener

Red
- Jumat, 18 Juni 2021 | 00:20 WIB
SM/Dok
SM/Dok

Oleh Ahmad Rofiq

SAYA sudah berusaha menahan diri untuk tidak merespon pernyataan Mendikbuddikti RI, Nadiem Makarim, yang belakangan viral lagi. Beberapa waktu lalu, sudah mencoba cari jejak digital tentang statemen Mas Menteri, yang menyebut NEM (Nilai Ebtanas Murni), IPK (Indeks Prestasi Kumulatif), dan peringkat tidak berpengaruh pada kesuksesan seseorang.

Ada beberapa laman, yang memuat statemen tersebut, tercantum ’cap’ disinformasi dari kementerian tertentu. Dari situ saya berkesimpulan itu hoaks, berarti tidak perlu ditanggapi.

Belakangan ini dengan disertai foto Mas Menteri berkacamata- meskipun sekarang untuk mencomot gambar atau foto seseorang, bukan hal yang sulit apalagi sekelas Menteri -- di pojok kanan atas tertulis #merdekabelajar. Ini merupakan akrobat keempat:

''Kita memasuki era di mana gelar tidak menjamin kompetensi. Kita memasuki era di mana kelulusan tidak menjamin kesiapan berkarya. Kita memasuki era di mana akreditasi tidak menjamin mutu. Ini hal-hal yang harus segera disadari.'' Di bawah kanan tertulis Nadiem Makarim, Mendikbud RI.

Tiga ''langkah akrobat'' sebelumnya, pertama, mengenakan pakaian ’nyentrik’-hem lurik biru dengan lengan dilipat, dan celana jean belel ketat -- kala melantik Rektor UI Jakarta (19/12/2019). Kedua, saat melahirkan SKB3 Menteri, terkait dengan tidak bolehnya pemerintah daerah, sekolah, pendidik, dan tenaga pendidik, mengatur atau melarang penggunaan seragam sekolah berdasarkan pertimbangan keagamaan, sebagai reaksi atas kasus di SMKN Padang.

Ketiga, kala membuat peta jalan ’sesat’ pendidikan 2020- 2035, karena mau menghilangkan agama dalam proses pendidikan.

Banyak komentar warga yang sedih, prihatin, ’marah’ namun mereka sadar akan ancaman pasal UU ITE, maka mereka juga menahan diri.

Luapkan Emosi

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Kecepatan dan Penyaluran Anggaran Daerah

Jumat, 23 Juli 2021 | 05:44 WIB

Merajut Ekonomi Pancasila

Jumat, 23 Juli 2021 | 05:40 WIB

Mencegah Klaster di Proyek Infrastruktur

Kamis, 22 Juli 2021 | 03:17 WIB

Covid-19 dan Perikemanusiaan

Kamis, 22 Juli 2021 | 03:06 WIB

Komunikasi Humanis untuk PPKM Darurat

Rabu, 21 Juli 2021 | 05:17 WIB

Perspektif Ekonomi Ibadah Kurban

Rabu, 21 Juli 2021 | 05:12 WIB

Lucu-lucuan dalam Getir PPKM

Senin, 19 Juli 2021 | 13:37 WIB

Kurban: Manifestasi Syukur dan Kepedulian Sosial

Senin, 19 Juli 2021 | 08:12 WIB

PPKM Darurat Vs Harus 'Dipaksa'

Sabtu, 17 Juli 2021 | 21:58 WIB

MUI, Ulama, Pelita, dan Derita Umat

Sabtu, 17 Juli 2021 | 10:24 WIB

Perpanjangan PPKM Darurat

Sabtu, 17 Juli 2021 | 03:49 WIB

Membangkitkan Anak Gemar Menulis

Sabtu, 17 Juli 2021 | 03:38 WIB

Spirit Kurban untuk Berkorban

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:20 WIB

Berharap Bukan Vaksin Pencitraan

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:10 WIB

Keoptimisan dengan Solidaritas dan Menekan Ego

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:00 WIB

Ketegasan terhadap Fokus Kesehatan

Kamis, 15 Juli 2021 | 06:04 WIB

Mengatasi Rasa Takut saat Pandemi

Kamis, 15 Juli 2021 | 05:53 WIB

Tepat, Penundaan Vaksin Gotong Royong

Rabu, 14 Juli 2021 | 04:00 WIB
X