Menghambat Penambahan Zona Merah

Red
- Jumat, 18 Juni 2021 | 00:10 WIB
Logo SM
Logo SM

Ada 14 zona merah di Jateng. Penambahan zona merah ini hampir- hampir tidak bisa dibendung. Karena itulah ada daerah-daerah yang membutuhkan penanganan yang lebih serius. Daerah-daerah itu meliputi Kota Semarang, Kudus, Sragen, dan Demak. Daerah-daerah lain tentu saja juga perlu mendapat perhatian. Apa saja yang dilakukan? Cukup banyak, antara lain penambahan jumlah tempat karantina, peningkatan pemberlakuan protokol kesehatan, melokalisasi, mengendalikan, dan membatasi penyebaran Covid-19.

Ada banyak cara menghambat penambahan zona merah. Misalnya saja dalam pemahaman Kapolda Jabar Ahmad Dofiri, warga diimbau untuk tak makan bersama, tak sekendaraan, tak berpelukan meskipun teman akrab, tak silaturahmi dulu ke saudara atau keluarga. Selain itu tunda rapat di ruangan tertutup, jangan berkerumun atau antri ketika membayar listrik, air bersih, atau membeli makanan. Malah yang tidur di asrama sebaiknya mengecek kesehatan terus-menerus. Hindari dulu foto beramai-ramai dan kalau bisa bekerja sendiri, tak perlu kerja bareng terlebih dulu.

Cara lain yang mesti ditempuh adalah memberlakukan regulasi yang secepatnya bisa dilakukan oleh warga dengan penuh kesadaran. Dalam konteks Semarang, misalnya, bisa ditegakkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Pada saat peraturan ini kali pertama diberlakukan, publik terkesan mematuhi. Toko-toko buka tak sampai larut malam. Orang-orang tak bergerombol atau berkerumun di jalan-jalan dan mobilitas warga bisa dikurangi. Pelaksanaan PPKM kali ini diharapkan mampu mempercepat penanganan Covid-19.

Tentu sangat dianjurkan publik tanpa disuruh oleh pemerintah menegakkan protokol kesehatan di mana pun berada. warga harus tetap mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan tidak berkerumun. Ditambah dengan mengonsumsi makanan sehat dan menjaga kekebalan tubuh, diharapkan publik terjauhkan dari serangan Covid-19. Persoalannya kemudian, apakah kepatuhan publik bisa ditegakkan? Tak semua bisa. Harus ada imbauan yang persuasif dari pemerintah agar publik patuh terhadap regulasi.

Yang tak kalah penting, paling tidak menurut pakar komunikasi politik dari FISIP Undip Triyono Lukmantoro, pemerintah mesti lebih gencar menawarkan propaganda putih kepada publik agar regulasi bisa dilaksanakan warga tanpa paksaan. Propaganda putih ini diperlukan untuk mengadang propaganda hitam (hoaks) dan propaganda abu-abu yang cenderung menyesatkan. Sangat mengerikan jika publik yang sudah dihajar Covid-19, masih disesatkan dengan informasi bohong mengenai penyakit yang mengerikan ini.

Pengurangam zona merah juga bisa dilakukan jika regulasi Covid- 19 sampai kepada publik dan bisa dilaksanakan dengan sebaikbaiknya. Tak harus aparat yang langsung menginformasikan apa pun yang berkait dengan percepatan penangan Covid-19. Justru pemerintah perlu melibatkan ulama, petinggi aneka agama, tokoh-tokoh masyakat untuk menyampaikan regulasi, imbauan, instruksi-instruksi penting untuk meyelematkan warga. Intinya, melibatkan mereka yang dipercaya oleh publik bisa mengefektifkan pelaksanaan regulasi.

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Kecepatan dan Penyaluran Anggaran Daerah

Jumat, 23 Juli 2021 | 05:44 WIB

Merajut Ekonomi Pancasila

Jumat, 23 Juli 2021 | 05:40 WIB

Mencegah Klaster di Proyek Infrastruktur

Kamis, 22 Juli 2021 | 03:17 WIB

Covid-19 dan Perikemanusiaan

Kamis, 22 Juli 2021 | 03:06 WIB

Komunikasi Humanis untuk PPKM Darurat

Rabu, 21 Juli 2021 | 05:17 WIB

Perspektif Ekonomi Ibadah Kurban

Rabu, 21 Juli 2021 | 05:12 WIB

Lucu-lucuan dalam Getir PPKM

Senin, 19 Juli 2021 | 13:37 WIB

Kurban: Manifestasi Syukur dan Kepedulian Sosial

Senin, 19 Juli 2021 | 08:12 WIB

PPKM Darurat Vs Harus 'Dipaksa'

Sabtu, 17 Juli 2021 | 21:58 WIB

MUI, Ulama, Pelita, dan Derita Umat

Sabtu, 17 Juli 2021 | 10:24 WIB

Perpanjangan PPKM Darurat

Sabtu, 17 Juli 2021 | 03:49 WIB

Membangkitkan Anak Gemar Menulis

Sabtu, 17 Juli 2021 | 03:38 WIB

Spirit Kurban untuk Berkorban

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:20 WIB

Berharap Bukan Vaksin Pencitraan

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:10 WIB

Keoptimisan dengan Solidaritas dan Menekan Ego

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:00 WIB

Ketegasan terhadap Fokus Kesehatan

Kamis, 15 Juli 2021 | 06:04 WIB

Mengatasi Rasa Takut saat Pandemi

Kamis, 15 Juli 2021 | 05:53 WIB

Tepat, Penundaan Vaksin Gotong Royong

Rabu, 14 Juli 2021 | 04:00 WIB
X