Tantangan Berinvestasi di Klub Sepak Bola

Red
- Jumat, 18 Juni 2021 | 00:00 WIB
Logo SM
Logo SM

 

Menjelangkompetisisepakbola profesional di negeri ini bergulir kembali, komposisi kepemilikan dalam perusahaan pengelola PSIS Semarang berubah. Wahyu Agung Group masuk menjadi pemegang saham terbesar kedua dengan kepemilikan 30 persen. Porsi saham sebesar itu didapat dari Yoyok Sukawi yang masih tercatat sebagai pemegang saham terbanyak. Banyaknya suporter diungkapkan sebagai salah satu daya tarik kelompok usaha tersebut untuk ikut mengembangkan PSIS.

Relasi antara suporter dengan klub telah membuat sepak bola tumbuh menjadi industri tontonan. Di Eropa, para suporter setia menjadi motoryangmenggelorakanpersaingan sehingga berbagai kompetisi berjalan ramai dan menarik. Bahkan menonton pertandingan sejumlah klub tertentu bukanlah perkara mudah. Tidak sedikit kursi di dalam stadion yang sudah dialokasikan untuk penggemar loyal yang membeli tiket terusan. Sedangkan pendukung tim lawan juga mendapat jatah tersendiri.

Bagi para suporter, tim menjadi bagian dari identitas pribadi yang biasanya berujung pada harapan agar klub kebanggannya meraih kejayaan di kompetisi. Harapan itulah yang mendorong kompetisi liga domestik dan tingkat benua menjadi sengit dan menarik. Wajar bila kemudian para sponsor tertarik terlibat. Dari dana sponsor, tiket masuk, hadiah kompetisi, plus pembagian hak siar televisi klub bisa berkembang. Namun, harus diingat klub harus berprestasi seperti keinginan para suporternya.

Tidak mengherankan bila klub kemudian mendatangkan pemainpemain hebat dengan biaya transfer dan gaji yang selangit. Sebenarnya berinvestasi dalam sebuah klub sepak bola tidak hanya mengupayakan bagaimana tim meraih kejayaan di berbagai ajang. Tantangannya adalah memadukan upaya meraih kejayaan dengan membuat klubmenjadiinstitusibisnisyangjuga menghasilkan keuntungan. Jadi sah-sah saja investor klub sepak bola mengharapkan laba atas dana yang ditanamkan.

Pendekatan bisnis lewat penanganan secara profesional memungkinkan klub untuk melepas sahamnya di bursa efek. Salah satu emiten di Bursa Efek Indonesia adalah perusahaan yang saat ini mengelola klub anggota Liga 1, Bali United. Perlu disadari bursa saham sebenarnya juga merupakan tempat bagi pemilik awal untuk merealisasikan keuntungan. Sama halnya dengan bisnis pada umumnya, pengelola klub sepak bola pada hakikatnya juga dituntut meningkatkan nilai perusahaan.

Di tengah semangat membawa klub untuk disegani para lawan sehingga reputasinya meningkat, pengelola harus sedemikian rupa berupaya meningkatkan aset perusahaan. Dalam sepak bola profesional, aset perusahaan tak hanya benda-benda mati, tetapi juga para pemain karena mereka bisa ditransfer ke klub lain dengan ganti untung. Financial and business development menjadi kunci pengelolaan klub supaya perusahaan sehat dan mempunyai modal untuk berprestasi di lapangan hijau.

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Kecepatan dan Penyaluran Anggaran Daerah

Jumat, 23 Juli 2021 | 05:44 WIB

Merajut Ekonomi Pancasila

Jumat, 23 Juli 2021 | 05:40 WIB

Mencegah Klaster di Proyek Infrastruktur

Kamis, 22 Juli 2021 | 03:17 WIB

Covid-19 dan Perikemanusiaan

Kamis, 22 Juli 2021 | 03:06 WIB

Komunikasi Humanis untuk PPKM Darurat

Rabu, 21 Juli 2021 | 05:17 WIB

Perspektif Ekonomi Ibadah Kurban

Rabu, 21 Juli 2021 | 05:12 WIB

Lucu-lucuan dalam Getir PPKM

Senin, 19 Juli 2021 | 13:37 WIB

Kurban: Manifestasi Syukur dan Kepedulian Sosial

Senin, 19 Juli 2021 | 08:12 WIB

PPKM Darurat Vs Harus 'Dipaksa'

Sabtu, 17 Juli 2021 | 21:58 WIB

MUI, Ulama, Pelita, dan Derita Umat

Sabtu, 17 Juli 2021 | 10:24 WIB

Perpanjangan PPKM Darurat

Sabtu, 17 Juli 2021 | 03:49 WIB

Membangkitkan Anak Gemar Menulis

Sabtu, 17 Juli 2021 | 03:38 WIB

Spirit Kurban untuk Berkorban

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:20 WIB

Berharap Bukan Vaksin Pencitraan

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:10 WIB

Keoptimisan dengan Solidaritas dan Menekan Ego

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:00 WIB

Ketegasan terhadap Fokus Kesehatan

Kamis, 15 Juli 2021 | 06:04 WIB

Mengatasi Rasa Takut saat Pandemi

Kamis, 15 Juli 2021 | 05:53 WIB

Tepat, Penundaan Vaksin Gotong Royong

Rabu, 14 Juli 2021 | 04:00 WIB
X