Belajar dari Kasus Holywings, Pentingnya Manajemen Risiko Informasi

- Rabu, 29 Juni 2022 | 15:57 WIB
Fajrul Falakh, Dosen FST dan Staf Ahli Bidang Kehumasan UIN Walisongo Semarang. (suaramerdeka.com / dok pribadi)
Fajrul Falakh, Dosen FST dan Staf Ahli Bidang Kehumasan UIN Walisongo Semarang. (suaramerdeka.com / dok pribadi)

ENAM orang pekerja Kafe Holywings telah resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Kejadian itu menyusul viral Holywings melakukan promosi minuman keras beralkohol gratis bagi pengunjung bernama Muhammad dan Maria di media sosial.

Konten yang disebut-sebut telah menyinggung umat islam tersebut, sempat viral di media sosial lewat akun instagram @holywingsindonesia dan@holywingsbar pada tanggal 22 juni 2022 lalu, postingan tersebut mendapatkan kecaman keras oleh para netizen.

Enam pekerja yang ditersangkakan merupakan tim kreatif yang terdiri dari Direktur Kreatif Holywings Head Tim Promotion, desainer grafis, admin tim promo, social media officer dan admin tim promosi yang mengajukan permintaan untuk promo di kafe Holywings.

Baca Juga: Kopi Atasi Mabuk Akibat Minum Alkohol? Begini Faktanya Kata Prof Zubairi Djoerban

Sebelum kasus penetapan tersangka kepada para pekerjanya, pihak Holywings sebetulnya telah menyampaikan permohonan maaf dan menyebut bahwa unggahan itu dilakukan tanpa sengaja dan tidak bermaksud menyinggung umat muslim.

Namun cibiran dari netizen, termasuk yang mengisi di kolom komentar akun media sosial holywings terus hadir dan terlanjur viral, dan pada akhirnya membawa enam pekerjanya ditetapkan sebagai tersangka oleh polres Metro Jakarta Selatan.

Berkaca dari kasus ini, bekerja sebagai sebagai tim kreatif yang bersinggungan langsung dengan para netizen di dunia maya memang sarat akan risiko.

Bila isi konten yang dibuat tidak melalui analisa yang baik dengan mempertimbangkan sensitivitas publik di media sosial, dengan hal tersebut maka kasus serupa bisa menimpa mereka-mereka para tim kreatif di balik media sosial.

Baca Juga: Bekal Malam Jumat, Bikin Sendiri Kopi Penguat Stamina Hanya dengan Dua Bahan Ini

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tragedi Oktober di Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:02 WIB

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 09:16 WIB

Mari Dukung Partisipasi Taiwan di ICAO

Jumat, 30 September 2022 | 21:47 WIB

Jebol Benteng Terakhir Peradilan, MA oh MA

Rabu, 28 September 2022 | 10:28 WIB

Tidak Ada Alasan, KITB Lamban

Minggu, 25 September 2022 | 12:07 WIB

Seriuskah Kawasan Industri Terpadu Batang?

Sabtu, 17 September 2022 | 08:43 WIB

Jokowi Ngamuk Lagi, Karena Ulah Imigrasi

Rabu, 14 September 2022 | 07:31 WIB

Menjaga Relasi, Memupuk Kolaborasi

Rabu, 14 September 2022 | 01:34 WIB

Kenaikan Harga BBM, Solusi atau Beban untuk Masyarakat?

Senin, 12 September 2022 | 08:48 WIB

Mungkinkah Kenaikan BBM Direvisi ?

Kamis, 8 September 2022 | 08:56 WIB

Jangan Ada Lagi Politik Identitas dan Politisasi Agama

Minggu, 21 Agustus 2022 | 21:32 WIB

RUU KIA dan Peran Negara untuk Perempuan

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 10:05 WIB

Kiai NU dan Kretek

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:26 WIB

Mengapa BUMN Membentuk Holding?

Minggu, 17 Juli 2022 | 08:38 WIB

Pancasila dan Ancaman Pengasong Khilafah

Jumat, 8 Juli 2022 | 13:46 WIB

Pemuda Pancasila dan Rumah Kemartabatan

Kamis, 7 Juli 2022 | 23:18 WIB

Mencari Format Ideal Penjabat Kepala Daerah

Rabu, 6 Juli 2022 | 22:12 WIB
X