Eksistensi dan Pelindungan Ekonomi Kreatif

Red
- Kamis, 17 Juni 2021 | 01:27 WIB
Tajuk Rencana
Tajuk Rencana

Di tengah pandemi Covid-19 ternyata ekonomi kreatif di Kota Semarang terus menggeliat.

Dalam event ''Ngobrol Asyik Pemerintah Kota Semarang Ekonomi Kreatif'' baru-baru ini, terungkap eksistensi 18 subsektor ekonomi kreatif.

Perkembangan dalam sektor tersebut tidak hanya tampak dari keragamannya, tetapi juga munculnya pelaku- pelaku usaha baru dengan berbagai inovasi antimainstream.

Kondisi tersebut tentu perlu dijaga dan dikembangkan sehingga perannya dalam perekonomian makin strategis.

Pemerintah juga telah menempatkan ekonomi kreatif dalam perhatian khusus, terbukti dari keberadaan kementerian yang menangani sektor tersebut. Penempatan ekonomi kreatif ke dalam pembinaan Kemenparekraf juga menunjukkan perlunya sektor itu secara sistemik dipadukan dengan pariwisata.

Pertumbuhan ekonomi kreatif terbilang sangat mengesankan, meski ada satu-dua sektor yang sangat terdampak pandemi seperti sektor periklanan dan penerbitan.

Secara nasional, berdasarkan data Focus Economy Outlook 2020, ekonomi kreatif menyumbang sebesar Rp 1.100 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sepanjang tahun 2020.

Ekonomi kreatif mampu menjadi primadona. Pariwisata dan performing art menjadi yang paling terdampak. Namun, terbukti ekonomi kreatif punya DNA survival yang sangatsangat luar biasa. Realitas itu tidak berarti bahwa sektor kreatif bisa dibiarkan sendirian dengan DNA kreativitasnya.

Justru sebaliknya, pelindungan semakin krusial. Sebagai catatan, istilah baku adalah pelindungan, bukan perlindungan. Upaya pelindungan terhadap sektor ekonomi kreatif masih menghadapi banyak tantangan, mulai dari persoalan perizinan, perpajakan, hingga hak cipta dan ruang karya.

Untuk tumbuh dan berkembang, pelaku ekonomi kreatif membutuhkan ruang karya yang memenuhi atmosfer kreativitas. Titik tolak pelindungan ekonomi kreatif membutuhkan regulasi yang komprehensif memayungi lintas sektor. Undang-Undang Nomor 24/2019 tentang Ekonomi Kreatif sudah diterbitkan.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Kecepatan dan Penyaluran Anggaran Daerah

Jumat, 23 Juli 2021 | 05:44 WIB

Merajut Ekonomi Pancasila

Jumat, 23 Juli 2021 | 05:40 WIB

Mencegah Klaster di Proyek Infrastruktur

Kamis, 22 Juli 2021 | 03:17 WIB

Covid-19 dan Perikemanusiaan

Kamis, 22 Juli 2021 | 03:06 WIB

Komunikasi Humanis untuk PPKM Darurat

Rabu, 21 Juli 2021 | 05:17 WIB

Perspektif Ekonomi Ibadah Kurban

Rabu, 21 Juli 2021 | 05:12 WIB

Lucu-lucuan dalam Getir PPKM

Senin, 19 Juli 2021 | 13:37 WIB

Kurban: Manifestasi Syukur dan Kepedulian Sosial

Senin, 19 Juli 2021 | 08:12 WIB

PPKM Darurat Vs Harus 'Dipaksa'

Sabtu, 17 Juli 2021 | 21:58 WIB

MUI, Ulama, Pelita, dan Derita Umat

Sabtu, 17 Juli 2021 | 10:24 WIB

Perpanjangan PPKM Darurat

Sabtu, 17 Juli 2021 | 03:49 WIB

Membangkitkan Anak Gemar Menulis

Sabtu, 17 Juli 2021 | 03:38 WIB

Spirit Kurban untuk Berkorban

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:20 WIB

Berharap Bukan Vaksin Pencitraan

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:10 WIB

Keoptimisan dengan Solidaritas dan Menekan Ego

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:00 WIB

Ketegasan terhadap Fokus Kesehatan

Kamis, 15 Juli 2021 | 06:04 WIB

Mengatasi Rasa Takut saat Pandemi

Kamis, 15 Juli 2021 | 05:53 WIB

Tepat, Penundaan Vaksin Gotong Royong

Rabu, 14 Juli 2021 | 04:00 WIB
X