Negara Bukan Surga bagi Pencuri

Red
- Rabu, 16 Juni 2021 | 02:44 WIB
Tajuk Rencana
Tajuk Rencana

Kasus dugaan penyelundupan emas senilai Rp 47,1 triliun perlu menjadi perhatian ekstra.

Ini bukan lagi karena kerugian negara yang ditimbulkan, melainkan juga karena menyangkut integritas dan sistem.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan mengemukakan, impor emas itu dikenakan bea masuk 0 persen, seharusnya dikenakan bea masuk 5 persen.

Dugaan penggelapan emas itu dilakukan oleh petinggi Bea Cukai di Bandara Soekarno Hatta.

Potensi kerugian negara ditaksir sekitar Rp 2,9 triliun.

Kabar itu terasa menyakitkan ketika pada saat yang sama pemerintah sedang berpikir keras menaikkan pendapatan, ketika sektor pendidikan dan penjualan sembako dikenai pajak, dan pada saat yang sama terjadi pencurian besarbesaran.

Potensi kerugian itu bukan angka yang kecil di tengah situasi sulit saat ini. Pencurian dengan modus menihilkan bea masuk yang seharusnya dibayarkan juga mengindikasikan suatu tindakan yang sistemik. Proses administrasi dan kontrol administratif bukanlah pekerjaan satu orang belaka.

Prosedur itu melibatkan banyak mata dan tangan serta harus melalui proses cek dan verifikasi.

Mampukah negara dan aparat membongkar kasus itu? Rasa pesimistis muncul ketika menengok ke belakang dan terlihat masih sedemikian banyak kasus-kasus besar, dari penyelundupan hingga korupsi, yang belum terungkap bahkan belum lagi tersentuh hukum. Meski demikian, rasa pesimistis itu harus dibuang. Aparat wajib secara moral dan hukum menuntaskan kasus dugaan penyelundupan itu.

Pengungkapan kasus itu penting untuk menunjukkan keseriusan pemerintah. Situasi darurat ekonomi akibat pandemi Covid-19 membuat banyak warga terpuruk.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Kecepatan dan Penyaluran Anggaran Daerah

Jumat, 23 Juli 2021 | 05:44 WIB

Merajut Ekonomi Pancasila

Jumat, 23 Juli 2021 | 05:40 WIB

Mencegah Klaster di Proyek Infrastruktur

Kamis, 22 Juli 2021 | 03:17 WIB

Covid-19 dan Perikemanusiaan

Kamis, 22 Juli 2021 | 03:06 WIB

Komunikasi Humanis untuk PPKM Darurat

Rabu, 21 Juli 2021 | 05:17 WIB

Perspektif Ekonomi Ibadah Kurban

Rabu, 21 Juli 2021 | 05:12 WIB

Lucu-lucuan dalam Getir PPKM

Senin, 19 Juli 2021 | 13:37 WIB

Kurban: Manifestasi Syukur dan Kepedulian Sosial

Senin, 19 Juli 2021 | 08:12 WIB

PPKM Darurat Vs Harus 'Dipaksa'

Sabtu, 17 Juli 2021 | 21:58 WIB

MUI, Ulama, Pelita, dan Derita Umat

Sabtu, 17 Juli 2021 | 10:24 WIB

Perpanjangan PPKM Darurat

Sabtu, 17 Juli 2021 | 03:49 WIB

Membangkitkan Anak Gemar Menulis

Sabtu, 17 Juli 2021 | 03:38 WIB

Spirit Kurban untuk Berkorban

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:20 WIB

Berharap Bukan Vaksin Pencitraan

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:10 WIB

Keoptimisan dengan Solidaritas dan Menekan Ego

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:00 WIB

Ketegasan terhadap Fokus Kesehatan

Kamis, 15 Juli 2021 | 06:04 WIB

Mengatasi Rasa Takut saat Pandemi

Kamis, 15 Juli 2021 | 05:53 WIB

Tepat, Penundaan Vaksin Gotong Royong

Rabu, 14 Juli 2021 | 04:00 WIB
X