Lingkungan dan Kelangsungan Bisnis

Red
- Rabu, 16 Juni 2021 | 02:28 WIB
Dr Luluk Muhimatul Ifada SE MSi Akt
Dr Luluk Muhimatul Ifada SE MSi Akt

"Kita mengemban tugas mulia sebagai khalifah di bumi, untuk mengurus dan melestarikan alam. Kita mengambil manfaat dari alam, tetapi tetap menjaga kelestariannya."

PERMASALAHAN lingkungan menjadi perhatian khusus yang harus dihadapi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, akibat tingginya tingkat aktivitas industri.

Aktivitas industri tersebut tidak diiringi dengan kepekaan industri terhadap keberlanjutan lingkungan.

Tentunya kegiatan industri ini dapat menghasilkan bahan toksik terhadap lingkungan dan berdampak negatif terhadap komponen lingkungan lainnya.

Perlu diketahui bahwa pencemaran yang muncul dari polusi industri ini menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan. Polusi air berupa limbah industri menjadi salah satu faktor terbesar dalam pencemaran lingkungan. Selain itu, polusi udara juga merupakan dampak negatif dari tingginya aktivitas industri sehingga menyebabkan penurunan kualitas udara yang dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Data survei dampak polusi industri menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diidentifikasi bahwa polusi udara sebagai risiko kesehatan lingkungan terbesar. Pada tahun 2020 lebih dari belasan negara telah melewati ambang batas polusi udara yang telah ditetapkan WHO dan 80% industri skala besar di daerah perkotaan negara berkembang juga menyebabkan tingkat kualitas udara menurun akibat pesatnya pertumbuhan industri.

Indonesia tercatat termasuk 20 negara yang memiliki penurunan kulitas udara.

Sementara itu beberapa negara berkembang yang memiliki dampak polusi industri teratas pada tahun 2020 adalah Bangladesh, Pakistan, India dan Afganisthan. Hal ini menunjukkan bahwa sektor industri memberikan kontribusi yang siginifikan terhadap permasalahan lingkungan.

Kegiatan industri yang meningkat memberikan dampak pada udara, air dan tanah yang tercemar.

Pencemaran lingkungan, bukan hanya akan berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat yang ada sekarang, namun juga mengancam kelangsungan lingkungan hidup kelak.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Kecepatan dan Penyaluran Anggaran Daerah

Jumat, 23 Juli 2021 | 05:44 WIB

Merajut Ekonomi Pancasila

Jumat, 23 Juli 2021 | 05:40 WIB

Mencegah Klaster di Proyek Infrastruktur

Kamis, 22 Juli 2021 | 03:17 WIB

Covid-19 dan Perikemanusiaan

Kamis, 22 Juli 2021 | 03:06 WIB

Komunikasi Humanis untuk PPKM Darurat

Rabu, 21 Juli 2021 | 05:17 WIB

Perspektif Ekonomi Ibadah Kurban

Rabu, 21 Juli 2021 | 05:12 WIB

Lucu-lucuan dalam Getir PPKM

Senin, 19 Juli 2021 | 13:37 WIB

Kurban: Manifestasi Syukur dan Kepedulian Sosial

Senin, 19 Juli 2021 | 08:12 WIB

PPKM Darurat Vs Harus 'Dipaksa'

Sabtu, 17 Juli 2021 | 21:58 WIB

MUI, Ulama, Pelita, dan Derita Umat

Sabtu, 17 Juli 2021 | 10:24 WIB

Perpanjangan PPKM Darurat

Sabtu, 17 Juli 2021 | 03:49 WIB

Membangkitkan Anak Gemar Menulis

Sabtu, 17 Juli 2021 | 03:38 WIB

Spirit Kurban untuk Berkorban

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:20 WIB

Berharap Bukan Vaksin Pencitraan

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:10 WIB

Keoptimisan dengan Solidaritas dan Menekan Ego

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:00 WIB

Ketegasan terhadap Fokus Kesehatan

Kamis, 15 Juli 2021 | 06:04 WIB

Mengatasi Rasa Takut saat Pandemi

Kamis, 15 Juli 2021 | 05:53 WIB

Tepat, Penundaan Vaksin Gotong Royong

Rabu, 14 Juli 2021 | 04:00 WIB
X