Aktualisasi Pemikiran Sukarno

Red
- Selasa, 15 Juni 2021 | 04:47 WIB
Prof Dr Fathur Rokhman MHum
Prof Dr Fathur Rokhman MHum

"Karena lahir dari kebijakan Ir Sukarno, IKIP Semarang bisa dipandang sebagai bentuk realisasi visi kebangsaan Sang Proklamator. Keberadaan lembaga ini, sebagaimana lembaga pendidikan lain yang dibidaninya, adalah ikhtiar Sang Proklamator dalam mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia."

UNIVERSITAS Negeri Semarang (Unnes) --dulu IKIP Semarang-- punya hubungan historis sangat dekat dengan Ir Sukarno. Pendirian lembaga ini disahkan oleh Sang Proklamator melalui Keputusan Presiden Nomor 271 Tahun 1965.

Hubungan historis ini membuat Unnes merasa memiliki kewajiban moral melakukan pengkajian dan aktualisasi pemikiran Sang Putra Fajar tersebut. Secara kronologis, proses pendirian Unnes memang bisa dirunut sejak diterbitkannya Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 40 Tahun 1965 yang ditandatangani Menteri dr Sjarif Thajeb.

Namun surat itu baru mendapatkan pengesahan melalui Keputusan Presiden yang ditandatangani Ir Sukarno tersebut. Keputusan Presiden Suekarno mendirikan IKIP Semarang perlu dipandang sebagai ikhtiarnya selaku kepala negara dan pemerintahan dalam memajukan pendidikan Tanah Air.

Sebagai negara muda yang baru terbebas dari penjajahan, indikator kemajuan pendidikan Indonesia memang masih relatif rendah. Angka buta huruf, misalnya, pada tahun 1961 masih mencapai 51,7 persen (Badan Pusat Statistik, 2015). Dalam situasi itu, mendirikan institut keguruan untuk melahirkan guru berkualitas merupakan kebijakan yang strategis.

Cara ini dipilih agar tujuan nasional "mencerdaskan kehidupan bangsa" segera dapat diwujudkan. Selain dengan mendirikan IKIP Semarang, Ir Sukarno juga membidani kelahiran fakultas pendidikan di beberapa kampus yang telah berdiri.

Karena lahir dari kebijakan Ir Sukarno, IKIP Semarang bisa dipandang sebagai bentuk realisasi visi kebangsaan Sang Proklamator.

Keberadaan lembaga ini, sebagaimana lembaga pendidikan lain yang dibidaninya, adalah ikhtiar Sang Proklamator dalam mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. Lembaga ini menjadi instrumen bagi Sang Proklamator pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya agar cita-cita menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur segera terwujud.

Kebangsaan dan Kemanusiaan

Dalam aneka pidato dan tulisannya, Ir Sukarno memandang pendidikan sebagai tantangan besar bagi bangsa Indonesia.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Kecepatan dan Penyaluran Anggaran Daerah

Jumat, 23 Juli 2021 | 05:44 WIB

Merajut Ekonomi Pancasila

Jumat, 23 Juli 2021 | 05:40 WIB

Mencegah Klaster di Proyek Infrastruktur

Kamis, 22 Juli 2021 | 03:17 WIB

Covid-19 dan Perikemanusiaan

Kamis, 22 Juli 2021 | 03:06 WIB

Komunikasi Humanis untuk PPKM Darurat

Rabu, 21 Juli 2021 | 05:17 WIB

Perspektif Ekonomi Ibadah Kurban

Rabu, 21 Juli 2021 | 05:12 WIB

Lucu-lucuan dalam Getir PPKM

Senin, 19 Juli 2021 | 13:37 WIB

Kurban: Manifestasi Syukur dan Kepedulian Sosial

Senin, 19 Juli 2021 | 08:12 WIB

PPKM Darurat Vs Harus 'Dipaksa'

Sabtu, 17 Juli 2021 | 21:58 WIB

MUI, Ulama, Pelita, dan Derita Umat

Sabtu, 17 Juli 2021 | 10:24 WIB

Perpanjangan PPKM Darurat

Sabtu, 17 Juli 2021 | 03:49 WIB

Membangkitkan Anak Gemar Menulis

Sabtu, 17 Juli 2021 | 03:38 WIB

Spirit Kurban untuk Berkorban

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:20 WIB

Berharap Bukan Vaksin Pencitraan

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:10 WIB

Keoptimisan dengan Solidaritas dan Menekan Ego

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:00 WIB

Ketegasan terhadap Fokus Kesehatan

Kamis, 15 Juli 2021 | 06:04 WIB

Mengatasi Rasa Takut saat Pandemi

Kamis, 15 Juli 2021 | 05:53 WIB

Tepat, Penundaan Vaksin Gotong Royong

Rabu, 14 Juli 2021 | 04:00 WIB
X