Semarang Menuju Kota Megapolitan

- Selasa, 10 Mei 2022 | 15:51 WIB
Kepala Prodi Arsitektur Unika Soegijapranata, Christian Moniaga ST MArs (suaramerdeka.com/dok)
Kepala Prodi Arsitektur Unika Soegijapranata, Christian Moniaga ST MArs (suaramerdeka.com/dok)

KOTA Semarang merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki nilai sejarah tinggi. Eksistensi sejarah Kota Semarang dapat terlihat dari cerita klasik perdagangan yang menjadi urat nadi kehidupan kota ini sendiri, termasuk kota lain di sekitarnya.

Kawasan Kota Lama Semarang adalah saksi bagaimana sejak zaman dulu kota ini sangat sarat dengan napas perdagangan. Dari perdaganganlah segala bentuk peradaban, agama, suku, ras dan kebudayaan berkembang pesat secara harmonis hingga saat ini. Perdagangan dan harmoni kehidupan antaretnis inilah yang dapat menjadi benang merah identitas Kota Semarang.

Berkenaan HUT Kota Semarang, secarik harapan dapat saya tuliskan. Sebagai akademisi di bidang arsitektur tentunya harapan terletak tentang pembangunan dan pengembangan fisik Kota Semarang.

Baca Juga: Ormas-Community Award 2022 Diapresiasi Wali Kota Semarang, Akan Dimasukkan Rangkaian HUT Kota Semarang

Kota semarang yang sarat dengan kultur perdagangan pasti tidak bisa berhenti dengan pengembangan fisik bangunan. Skyline kota akan terus bergerak secara dinamis. Vista dan pemandangan sudut-sudut kota akan terus mengalami perubahan.

Namun demikian, aspek humanis dan pertimbangan tentang sinergisitas antara lingkungan buatan (bangunan) dengan manusia dan alam jangan pernah dikesampingkan.

Triangulasi yang baik antara manusia, alam, dan bangunan apabila terjaga dengan baik, maka akan memberikan dampak positif bagi kehidupan dan alam semesta.

Baca Juga: Rangkaian HUT Kota Semarang, Hendi: Kita Gelar Sederhana

Bukti nyata pengejawantahan harapan di atas dapat ditelisik melalui pola ilmiah pokok (PIP) dari Unika Soegijapranata yakni eco-settlement, di mana khususnya prodi arsitektur memiliki konsep dasar tri dharma perguruan tinggi tentang aspek desain ekologis.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tidak Ada Alasan, KITB Lamban

Minggu, 25 September 2022 | 12:07 WIB

Seriuskah Kawasan Industri Terpadu Batang?

Sabtu, 17 September 2022 | 08:43 WIB

Jokowi Ngamuk Lagi, Karena Ulah Imigrasi

Rabu, 14 September 2022 | 07:31 WIB

Menjaga Relasi, Memupuk Kolaborasi

Rabu, 14 September 2022 | 01:34 WIB

Kenaikan Harga BBM, Solusi atau Beban untuk Masyarakat?

Senin, 12 September 2022 | 08:48 WIB

Mungkinkah Kenaikan BBM Direvisi ?

Kamis, 8 September 2022 | 08:56 WIB

Jangan Ada Lagi Politik Identitas dan Politisasi Agama

Minggu, 21 Agustus 2022 | 21:32 WIB

RUU KIA dan Peran Negara untuk Perempuan

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 10:05 WIB

Kiai NU dan Kretek

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:26 WIB

Mengapa BUMN Membentuk Holding?

Minggu, 17 Juli 2022 | 08:38 WIB

Pancasila dan Ancaman Pengasong Khilafah

Jumat, 8 Juli 2022 | 13:46 WIB

Pemuda Pancasila dan Rumah Kemartabatan

Kamis, 7 Juli 2022 | 23:18 WIB

Mencari Format Ideal Penjabat Kepala Daerah

Rabu, 6 Juli 2022 | 22:12 WIB

Keragaman Lebah, Pangan dan Manusia

Minggu, 22 Mei 2022 | 22:18 WIB

Buku dan Literasi Indonesia

Selasa, 17 Mei 2022 | 18:38 WIB

Semarang Menuju Kota Megapolitan

Selasa, 10 Mei 2022 | 15:51 WIB
X