Emansipasi Wanita: dari Wanita untuk Wanita

- Kamis, 21 April 2022 | 13:00 WIB
Wihdatun Nisa, Ketua IPPNU PAC Karangmoncol Purbalingga. (suaramerdeka.com / dok)
Wihdatun Nisa, Ketua IPPNU PAC Karangmoncol Purbalingga. (suaramerdeka.com / dok)

SEJARAH mencatat setiap zaman selalu ada bukti yang menyatakan bahwa perempuan tidak sejajar dengan laki-laki.  

Perempuan seakan-akan menjadi entitas yang diperlakukan tidak manusiawi.

Ketika Islam datang sekitar tahun 570 M, dan keadaan dunia saat itu memposisikan perempuan secara rendah.

Bangsa Yunani menyebutkan, perempuan di Yunanai dianggap sebagai sumber segala penderitaan dan musibah.

Baca Juga: Kemenkominfo: Siaran TV Digital Bakal Jangkau Kawasan Blank Spot TV Analog

Tidak hanya Yunani bangsa Romawi pun memiliki slogan “ikat mereka (Perempuan) dan jangan lepas” bahkan mereka ada kontes khusus  yang bernama Fakuaro yakni mempertontonkan aurat wanita.

Bangsa Arab Jahilyah, tempat di mana Rasulullah dilahirkan, memperlakukan wanita lebih biadab lagi.

Anak boleh mengawini ibunya. Jika melahirkan bayi perempuan maka dianggap hal yang memalukan.

Fenomena sejarah tersebut merupakan masa-masa kelam perlakuan terhadap kaum perempuan pra-Islam.

Baca Juga: Ngaji Milenial: Belajar dari Ali Banat

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tidak Ada Alasan, KITB Lamban

Minggu, 25 September 2022 | 12:07 WIB

Seriuskah Kawasan Industri Terpadu Batang?

Sabtu, 17 September 2022 | 08:43 WIB

Jokowi Ngamuk Lagi, Karena Ulah Imigrasi

Rabu, 14 September 2022 | 07:31 WIB

Menjaga Relasi, Memupuk Kolaborasi

Rabu, 14 September 2022 | 01:34 WIB

Kenaikan Harga BBM, Solusi atau Beban untuk Masyarakat?

Senin, 12 September 2022 | 08:48 WIB

Mungkinkah Kenaikan BBM Direvisi ?

Kamis, 8 September 2022 | 08:56 WIB

Jangan Ada Lagi Politik Identitas dan Politisasi Agama

Minggu, 21 Agustus 2022 | 21:32 WIB

RUU KIA dan Peran Negara untuk Perempuan

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 10:05 WIB

Kiai NU dan Kretek

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:26 WIB

Mengapa BUMN Membentuk Holding?

Minggu, 17 Juli 2022 | 08:38 WIB

Pancasila dan Ancaman Pengasong Khilafah

Jumat, 8 Juli 2022 | 13:46 WIB

Pemuda Pancasila dan Rumah Kemartabatan

Kamis, 7 Juli 2022 | 23:18 WIB

Mencari Format Ideal Penjabat Kepala Daerah

Rabu, 6 Juli 2022 | 22:12 WIB

Keragaman Lebah, Pangan dan Manusia

Minggu, 22 Mei 2022 | 22:18 WIB

Buku dan Literasi Indonesia

Selasa, 17 Mei 2022 | 18:38 WIB

Semarang Menuju Kota Megapolitan

Selasa, 10 Mei 2022 | 15:51 WIB
X