Kegundahan Pengusaha Angkutan Barang di Tengah Penerapan ETLE

- Selasa, 12 April 2022 | 11:51 WIB
Agus Pratiknyo, SE, MM  Wakil Ketua Bidang Angkutan Distribusi dan Logistik  DPD Aptrindo Jateng dan DIY. (suaramerdeka.com / dok pribadi)
Agus Pratiknyo, SE, MM Wakil Ketua Bidang Angkutan Distribusi dan Logistik DPD Aptrindo Jateng dan DIY. (suaramerdeka.com / dok pribadi)

BEBERAPA hari belakangan ini media dipenuhi oleh berita tentang hal yang baru diterapkan di jalan tol trans Jawa dan Sumatera oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, yaitu sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Apakah ETLE itu ?

ETLE adalah bentuk pengawasan dan penegakan hukum dengan mengandalkan sistem IT yang dianggap tercanggih saat ini dan diharapkan dapat meminimalisir kontak langsung antara petugas penegak hukum dengan pelanggar aturan guna meniadakan potensi terjadinya kongkalikong atau pungutan liar antara oknum penegak hukum yang bertugas di lapangan dengan pelanggar aturan.

Baca Juga: Weton Selasa Pon Layak Diteladani Sifatnya, Tidak Suka Mengambil Milik Orang Lain

Cara kerjanya adalah dengan meng-capture pelanggaran, kemudian mengindentifikasi kendaraan pelanggar aturan, lalu melalui kepolisian daerah setempat (locus delicti) mengirimkan surat kepada pemilik kendaraan dengan alamat sesuai yang tertera di Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNKB) berupa sanksi denda yang harus dibayarkan ke kas negara.

Masyarakat tentunya menyambut baik penerapan ETLE yang mengandalkan hasil tangkapan kamera sebagai bukti valid dalam penegakan hukum.

Sehingga seperti yang pernah diucapkan oleh Kapolri, bahwa polantas tidak lagi akan menilang di jalanan.

Baca Juga: Ngaji Milenial: Menghadapi Perundungan

Sebelum ada teknologi ETLE ini sering terjadi perdebatan antara penegak hukum dengan pelanggar aturan persis seperti dalam permainan sepakbola sebelum digunakannya Video Assistant Referee (VAR) .

Pemasangan sejumlah kamera yang digunakan untuk penerapan sistem tilang elektronik di beberapa titik sepanjang jalan tol trans Jawa dan Sumatera, seperti yang dijelaskan oleh para pejabat Korlantas Polri dan kepolisian daerah yang sudah siap mendukung penerapan sistem tilang elektronik ini, bahwa penggunaan kamera tersebut adalah untuk menindak para pengemudi kendaraan yang sering memacu kendaraannya melebihi batas kecepatan yang diperbolehkan (Overspeed).

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tidak Ada Alasan, KITB Lamban

Minggu, 25 September 2022 | 12:07 WIB

Seriuskah Kawasan Industri Terpadu Batang?

Sabtu, 17 September 2022 | 08:43 WIB

Jokowi Ngamuk Lagi, Karena Ulah Imigrasi

Rabu, 14 September 2022 | 07:31 WIB

Menjaga Relasi, Memupuk Kolaborasi

Rabu, 14 September 2022 | 01:34 WIB

Kenaikan Harga BBM, Solusi atau Beban untuk Masyarakat?

Senin, 12 September 2022 | 08:48 WIB

Mungkinkah Kenaikan BBM Direvisi ?

Kamis, 8 September 2022 | 08:56 WIB

Jangan Ada Lagi Politik Identitas dan Politisasi Agama

Minggu, 21 Agustus 2022 | 21:32 WIB

RUU KIA dan Peran Negara untuk Perempuan

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 10:05 WIB

Kiai NU dan Kretek

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:26 WIB

Mengapa BUMN Membentuk Holding?

Minggu, 17 Juli 2022 | 08:38 WIB

Pancasila dan Ancaman Pengasong Khilafah

Jumat, 8 Juli 2022 | 13:46 WIB

Pemuda Pancasila dan Rumah Kemartabatan

Kamis, 7 Juli 2022 | 23:18 WIB

Mencari Format Ideal Penjabat Kepala Daerah

Rabu, 6 Juli 2022 | 22:12 WIB

Keragaman Lebah, Pangan dan Manusia

Minggu, 22 Mei 2022 | 22:18 WIB

Buku dan Literasi Indonesia

Selasa, 17 Mei 2022 | 18:38 WIB

Semarang Menuju Kota Megapolitan

Selasa, 10 Mei 2022 | 15:51 WIB
X