Ber-NU dan Ber-PKB: Mencontoh Gus Yusuf Chudlori

- Senin, 4 April 2022 | 08:48 WIB
Gus Anis Maftuhin, Ketua Umum Gerakan Kebangkitan Nahdhiyyin Muda. (suaramerdeka.com / dok Pribadi)
Gus Anis Maftuhin, Ketua Umum Gerakan Kebangkitan Nahdhiyyin Muda. (suaramerdeka.com / dok Pribadi)

ADA upaya politis merenggangkan hubungan PKB dan NU yang selama ini sudah melekat kuat.

Seolah-olah melupakan fakta sejarah bahwa PKB dilahirkan oleh dan untuk menjadi protector (benteng) aspirasi politik nahdhiyiin, berbagai manuver pun dilakukan oleh sekelompok elite NU untuk menghilangkan warna (baca: orang) PKB dalam kepengurusan PBNU yang baru dengan dalih NU harus terbuka untuk semua kader partai apapun.

Ketua Umum PBNU Gus Yahya Staquf pun menegaskan bila NU dalam kepemimpinannya tidak akan menjadi alat politik PKB atau dikooptasi dengan PKB.

Sejumlah narasi dan premis pun dibangun sedemikian rupa untuk merasionalkan manuver tersebut.

Baca Juga: Ramalan Zodiak 4 April 2022: Pisces dalam Energi Positif, Capricron Hati-hati soal Keuangan!

Namun, narasi narasi yang ada justru kontraproduktif dengan berbagai fakta yang menunjukkan begitu akomodatifnya kepengurusan baru PBNU terhadap masuknya politisi politisi dari multipartai minus PKB.

Pro kontra pun terjadi, tak hanya pada ruang wacana dan pemikiran, namun juga dalam aksi dan tindakan.

Hal itu terlihat dari makin masifnya gerakan “perlawanan” nahdhiyyin kultural dan person-person structural di berbagai daerah untuk tetap istiqomah menjadikan PKB sebagai kendaraan politik kaum nahdhiyyin.

Wujud perlawanan itu adalah gencarnya suara dukungan terhadap Muhaimin Iskandar sebagai calon presiden 2024 dari kalangan kiai, pesantren dan santri yang menjadi basis riil jamiyyah NU.

Baca Juga: Ramalan Zodiak 4 April 2022: Scorpio Ambisius, Hubungan Libra dan Pasangan Rumit

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tidak Ada Alasan, KITB Lamban

Minggu, 25 September 2022 | 12:07 WIB

Seriuskah Kawasan Industri Terpadu Batang?

Sabtu, 17 September 2022 | 08:43 WIB

Jokowi Ngamuk Lagi, Karena Ulah Imigrasi

Rabu, 14 September 2022 | 07:31 WIB

Menjaga Relasi, Memupuk Kolaborasi

Rabu, 14 September 2022 | 01:34 WIB

Kenaikan Harga BBM, Solusi atau Beban untuk Masyarakat?

Senin, 12 September 2022 | 08:48 WIB

Mungkinkah Kenaikan BBM Direvisi ?

Kamis, 8 September 2022 | 08:56 WIB

Jangan Ada Lagi Politik Identitas dan Politisasi Agama

Minggu, 21 Agustus 2022 | 21:32 WIB

RUU KIA dan Peran Negara untuk Perempuan

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 10:05 WIB

Kiai NU dan Kretek

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:26 WIB

Mengapa BUMN Membentuk Holding?

Minggu, 17 Juli 2022 | 08:38 WIB

Pancasila dan Ancaman Pengasong Khilafah

Jumat, 8 Juli 2022 | 13:46 WIB

Pemuda Pancasila dan Rumah Kemartabatan

Kamis, 7 Juli 2022 | 23:18 WIB

Mencari Format Ideal Penjabat Kepala Daerah

Rabu, 6 Juli 2022 | 22:12 WIB

Keragaman Lebah, Pangan dan Manusia

Minggu, 22 Mei 2022 | 22:18 WIB

Buku dan Literasi Indonesia

Selasa, 17 Mei 2022 | 18:38 WIB

Semarang Menuju Kota Megapolitan

Selasa, 10 Mei 2022 | 15:51 WIB
X