Tali Jiwa dalam Tari Sintren

- Selasa, 15 Februari 2022 | 23:38 WIB
Tali Jiwa dalam Tari Sintren (foto: dok penulis)
Tali Jiwa dalam Tari Sintren (foto: dok penulis)

Tari-tarian tradisional yang bernuansa mistik di daerah-daerah lain juga mensyaratkan hal yang serupa, yaitu kelajangan seorang penari.

Tari Bedaya misalnya, atau tari Saman asal Aceh dan tentu banyak tarian lainnya.
Artinya, hal serupa sebenarnya telah menggejala di tengah masyarakat di Nusantara ini.

Barangkali itu sebagai pesan simbolik dari masa lalu yang ingin memberi peringatan kepada masa kini dan masa depan.

Baca Juga: Ini 3 Khodam yang Menaungi Weton Selasa Pahing Menurut Primbon Jawa

Bahwa, di tengah-tengah perkembangan peradaban manusia akan selalu muncul hal-hal yang perlu diwaspadai. Terutama, menyoal kedudukan perempuan.

Sebagaimana kita tahu, di luar tari-tarian sakral turut berkembang pula tari-tarian yang sampai mengumbar birahi.

Kadang, para penari tarian yang mengumbar birahi ini juga punya ritualnya sendiri. Khususnya untuk membuat para penonton tertarik dengan kemolekan dan kecantikan paras penari itu.

Baca Juga: Dalam Keseharian, Weton Selasa Pahing Menurut Primbon Jawa Orangnya Penurut dan Rajin

Bahkan bila perlu penonton mereka benar-benar bisa ia gaet sebagai pasangan tidurnya semalam, atau menjerat penonton itu dengan ikatan asmara yang "dirahasiakan". Tetapi tidak pada tari Sintren.

Cinta semestinya tidak merusak. Cinta semestinya bukan hasrat untuk berkuasa. Cinta juga semestinya bukan untuk melukai rasa kemanusiaan dan keyakinan.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tragedi Oktober di Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:02 WIB

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 09:16 WIB

Mari Dukung Partisipasi Taiwan di ICAO

Jumat, 30 September 2022 | 21:47 WIB

Jebol Benteng Terakhir Peradilan, MA oh MA

Rabu, 28 September 2022 | 10:28 WIB

Tidak Ada Alasan, KITB Lamban

Minggu, 25 September 2022 | 12:07 WIB

Seriuskah Kawasan Industri Terpadu Batang?

Sabtu, 17 September 2022 | 08:43 WIB

Jokowi Ngamuk Lagi, Karena Ulah Imigrasi

Rabu, 14 September 2022 | 07:31 WIB

Menjaga Relasi, Memupuk Kolaborasi

Rabu, 14 September 2022 | 01:34 WIB

Kenaikan Harga BBM, Solusi atau Beban untuk Masyarakat?

Senin, 12 September 2022 | 08:48 WIB

Mungkinkah Kenaikan BBM Direvisi ?

Kamis, 8 September 2022 | 08:56 WIB

Jangan Ada Lagi Politik Identitas dan Politisasi Agama

Minggu, 21 Agustus 2022 | 21:32 WIB

RUU KIA dan Peran Negara untuk Perempuan

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 10:05 WIB

Kiai NU dan Kretek

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:26 WIB

Mengapa BUMN Membentuk Holding?

Minggu, 17 Juli 2022 | 08:38 WIB

Pancasila dan Ancaman Pengasong Khilafah

Jumat, 8 Juli 2022 | 13:46 WIB

Pemuda Pancasila dan Rumah Kemartabatan

Kamis, 7 Juli 2022 | 23:18 WIB

Mencari Format Ideal Penjabat Kepala Daerah

Rabu, 6 Juli 2022 | 22:12 WIB
X