Tali Jiwa dalam Tari Sintren

- Selasa, 15 Februari 2022 | 23:38 WIB
Tali Jiwa dalam Tari Sintren (foto: dok penulis)
Tali Jiwa dalam Tari Sintren (foto: dok penulis)

Di Eropa, kisah asmara dua sejoli, Romeo-Juliet, dimonumenkan dalam bentuk patung dan segala macam situs yang artifisial.

Di Jawa, khususnya di masyarakat Pesisir Pantai Utara Jawa, terkhusus lagi masyarakat Pekalongan, kisah asmara tak hanya dimonumenkan ke dalam rupa patung.

Kisah cinta antara Sulasih dan Sulanjana malah dimonumenkan dalam rupa tarian.

Baca Juga: Kisah Sejarah; Ari Lasso Ajak Terus Berjuang dalam 'Jangan Pasrah'

Bukan sembarang tarian. Tari yang menjadi monumen kisah cinta semacam tali jiwa itu bahkan diyakini sebagai salah satu tarian yang bernuansa mistik. Namanya, tari Sintren.

Oleh sebagian besar orang, khususnya warga Pekalongan, tarian ini diyakini sebagai media bagi dua sejoli berkasih itu untuk melepas kangen di alam arwah.

Keyakinan itu bisa diperiksa melalui cerita rakyat yang berkembang di masyarakat, tentang kisah cinta Sulasih-Sulanjana.

Baca Juga: Pengguna Kode Redeem FF Garena Terbaru Wajib Mengetahui 4 Hal Ini

Konon, setelah sepasang kekasih ini harus menjalani kisah cinta yang pilu, terpisah oleh karena nasib yang tak memihak, mereka akhirnya dipertemukan oleh pawang Sintren—yang waktu itu masih dipegang Dewi Rantamsari melalui tarian ini.

Jadi, boleh dibilang tari Sintren merupakan pertalian antarjiwa yang saling mengasihi. Semacam tali jiwa.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kiai NU dan Kretek

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:26 WIB

Mengapa BUMN Membentuk Holding?

Minggu, 17 Juli 2022 | 08:38 WIB

Pancasila dan Ancaman Pengasong Khilafah

Jumat, 8 Juli 2022 | 13:46 WIB

Pemuda Pancasila dan Rumah Kemartabatan

Kamis, 7 Juli 2022 | 23:18 WIB

Mencari Format Ideal Penjabat Kepala Daerah

Rabu, 6 Juli 2022 | 22:12 WIB

Keragaman Lebah, Pangan dan Manusia

Minggu, 22 Mei 2022 | 22:18 WIB

Buku dan Literasi Indonesia

Selasa, 17 Mei 2022 | 18:38 WIB

Semarang Menuju Kota Megapolitan

Selasa, 10 Mei 2022 | 15:51 WIB

Punjungan

Minggu, 1 Mei 2022 | 14:30 WIB

Labur, Lebur, Luber (3L)

Jumat, 29 April 2022 | 21:07 WIB

Emansipasi Wanita: dari Wanita untuk Wanita

Kamis, 21 April 2022 | 13:00 WIB

Persiapan Jelang Mudik Covid-19

Selasa, 12 April 2022 | 20:06 WIB

Demokrasi Pengelolaan Laut

Rabu, 6 April 2022 | 11:00 WIB

Ber-NU dan Ber-PKB: Mencontoh Gus Yusuf Chudlori

Senin, 4 April 2022 | 08:48 WIB

Minyak Goreng, Sembako dan Politik Pangan

Rabu, 16 Maret 2022 | 11:12 WIB

Pentingnya Manifest Muatan Barang

Sabtu, 12 Maret 2022 | 06:40 WIB
X