Kurikulum Khusus, Solusi Disparitas Tenaga Kesehatan Daerah Tertinggal

- Selasa, 15 Februari 2022 | 10:12 WIB
dr. Indra Adi Susianto, MSi.Med, SpOG, Dekan Fakultas Kedokteran Unika Soegijapranata. (suaramerdeka.com / dok pribadi)
dr. Indra Adi Susianto, MSi.Med, SpOG, Dekan Fakultas Kedokteran Unika Soegijapranata. (suaramerdeka.com / dok pribadi)

INDONESIA sebagai negara kepulauan memiliki problem yang khas, yaitu pembangunan yang belum merata antar wilayah.

Masalah ini juga berdampak pada pembangunan di bidang kesehatan.

Permasalahan distribusi tenaga kesehatan (terutama dokter) yang belum merata di semua pulau, berakibat pada terjadinya disparitas pelayanan kesehatan antar wilayah.

Di mana proses pembangunan kesehatan di wilayah Indonesia Bagian Timur (IBT)-yang meliputi Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara (termasuk Bali), Kepulauan Maluku, dan Papua- tidak secepat wilayah Indonesia Bagian Barat (IBB), terutama di Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK).

Baca Juga: Ramalan Zodiak 15 Februari 2022: Aquarius Kontrol Dietmu, Pisces Harus Kendalikan Sifat Penuh Gairah

Data terakhir Kementerian Kesehatan RI mencatat, sebanyak 52,8 persen dokter spesialis berada di Jakarta, sementara di NTT dan provinsi di bagian Timur Indonesia lainnya hanya sekitar 1-3 persen saja.

Meskipun infrastruktur kesehatan tersedia, sejumlah besar fasilitas layanan kesehatan primer tidak memiliki dokter : sebagian besar di Papua (45,2 persen), Maluku (44,9 persen), Papua Barat (40 persen), Sulawesi Tenggara (29,5 persen), dan NTT (20,5 persen).

Berdasar data, tercatat juga rendahnya rasio jumlah dokter dengan pasien, yaitu, Jakarta (1 dokter melayani 350 orang dan 27.000 dokter terdaftar untuk 10.3 juta orang); Maluku dan Papua (1 dokter melayani 4.000 orang dan 1.700 dokter terdaftar untuk 6,5 juta orang).

Tenaga kesehatan dalam hal ini dokter, sangat penting untuk memastikan pelayanan kesehatan berfungsi dengan semestinya.

Baca Juga: SNMPTN 2022 Dibuka, Ini Tips Pilih Jurusan atau Program Studi Agar Tak Menyesal Kemudian

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keragaman Lebah, Pangan dan Manusia

Minggu, 22 Mei 2022 | 22:18 WIB

Buku dan Literasi Indonesia

Selasa, 17 Mei 2022 | 18:38 WIB

Semarang Menuju Kota Megapolitan

Selasa, 10 Mei 2022 | 15:51 WIB

Punjungan

Minggu, 1 Mei 2022 | 14:30 WIB

Labur, Lebur, Luber (3L)

Jumat, 29 April 2022 | 21:07 WIB

Emansipasi Wanita: dari Wanita untuk Wanita

Kamis, 21 April 2022 | 13:00 WIB

Persiapan Jelang Mudik Covid-19

Selasa, 12 April 2022 | 20:06 WIB

Demokrasi Pengelolaan Laut

Rabu, 6 April 2022 | 11:00 WIB

Ber-NU dan Ber-PKB: Mencontoh Gus Yusuf Chudlori

Senin, 4 April 2022 | 08:48 WIB

Minyak Goreng, Sembako dan Politik Pangan

Rabu, 16 Maret 2022 | 11:12 WIB

Pentingnya Manifest Muatan Barang

Sabtu, 12 Maret 2022 | 06:40 WIB

Permenaker 2/2022: Manfaat atau Mudarat bagi Buruh?

Jumat, 18 Februari 2022 | 16:06 WIB

Jalan Tengah Penyelesaian Konflik Wadas

Rabu, 16 Februari 2022 | 10:43 WIB

Tali Jiwa dalam Tari Sintren

Selasa, 15 Februari 2022 | 23:38 WIB

Merintis Desa Mandiri Pangan

Senin, 14 Februari 2022 | 16:22 WIB
X