Merintis Desa Mandiri Pangan

- Senin, 14 Februari 2022 | 16:22 WIB
Khafid Sirotudin. (suaramerdeka.com / dok pribadi)
Khafid Sirotudin. (suaramerdeka.com / dok pribadi)

ALUNAN suara angklung yang dimainkan secara apik menyambut ketibaan kami di Balai Desa Ketanonageng kecamatan Sragi kabupaten Pekalongan, Sabtu pagi, 12 Februari 2022.

Menariknya, grup musik angklung dimainkan perangkat desa yang dimotori langsung pak Jamhari, Kades Ketanonageng. Carik (Sekdes), Lebe (Modin) dan 2 orang perangkat desa ikut memainkan alat musik menyemangati suasana pagi.

‌Bangunan Balai Desa Ketanonageng termasuk berukuran kecil dan nyaris tidak memiliki lahan buat parkir mobil. Beruntung tempatnya menyatu dengan SD Negeri dan masjid Jami'. Halaman SD yang berada persis di belakang Balai Desa bisa dimanfaatkan sebagai area parkir  mobil dan garasi mobil Ambulance Desa.

Baca Juga: Beberapa Negara Sudah Umumkan Bebas Pandemi Covid-19, Indonesia Kapan Menyusul?

Sambil menunggu kehadiran peserta pelatihan yang mulai berdatangan, kami ikut menyanyi duet dengan Modin. Dua lagu kami bawakan. Judulnya Jambu Alas karya Papa Irma dan Rondho Kempling karya Manthous. Dua lagu Jawa yang populer di masyarakat dan sering dilantunkan grup Angklung Ketanonageng.

Pemuda Pancasila Sragi berpartisipasi mengikutkan 7 anggotanya untuk nge-pam, membantu menjaga ketertiban dan mengatur lalu lintas kendaraan di jalan depan Balai Desa. Babin Kamtibmas dari Polsek, Babinsa dari Koramil dan Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Sragi ikut membersamai selama kegiatan berlangsung.

Kami bertiga, satu tim dari HIBTAKI, akan berbagi ilmu dan pengalaman budidaya klanceng bagi 30-an peserta, perwakilan warga dari 3 dusun. Sesuai standar kurikulum HIBTAKI, Pelatihan Dasar (Latsar) Budidaya Klanceng di masa normal membutuhkan waktu 8 jam. Terdiri dari 3 materi teori di dalam kelas dan 1 materi praktek di luar kelas.

Baca Juga: Kisah Feri, Korban Selamat Kelompok Tunggal Jati Nusantara yang Terseret Ombak di Jember

Mengingat kondisi pandemi belum usai, maka total waktu  pembelajaran disesuaikan menjadi total 5 jam. 3 materi teori @1 jam dan materi praktek 1 jam.  Diselingi ishoma (istirahat, sholat dan makan siang) 1 jam. Tanya jawab dan berbagi pengalaman sebagai tindak lanjut Latsar dilakukan secara virtual melalui Group Whattapps. Belajar sambil mengerjakan learning by doing.

Selama setahun pasca pelatihan, kami akan  mendampingi alumni  Latsar, sebagai wujud tanggung- jawab moral dan laku profesional sebagai mentor.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keragaman Lebah, Pangan dan Manusia

Minggu, 22 Mei 2022 | 22:18 WIB

Buku dan Literasi Indonesia

Selasa, 17 Mei 2022 | 18:38 WIB

Semarang Menuju Kota Megapolitan

Selasa, 10 Mei 2022 | 15:51 WIB

Punjungan

Minggu, 1 Mei 2022 | 14:30 WIB

Labur, Lebur, Luber (3L)

Jumat, 29 April 2022 | 21:07 WIB

Emansipasi Wanita: dari Wanita untuk Wanita

Kamis, 21 April 2022 | 13:00 WIB

Persiapan Jelang Mudik Covid-19

Selasa, 12 April 2022 | 20:06 WIB

Demokrasi Pengelolaan Laut

Rabu, 6 April 2022 | 11:00 WIB

Ber-NU dan Ber-PKB: Mencontoh Gus Yusuf Chudlori

Senin, 4 April 2022 | 08:48 WIB

Minyak Goreng, Sembako dan Politik Pangan

Rabu, 16 Maret 2022 | 11:12 WIB

Pentingnya Manifest Muatan Barang

Sabtu, 12 Maret 2022 | 06:40 WIB

Permenaker 2/2022: Manfaat atau Mudarat bagi Buruh?

Jumat, 18 Februari 2022 | 16:06 WIB

Jalan Tengah Penyelesaian Konflik Wadas

Rabu, 16 Februari 2022 | 10:43 WIB

Tali Jiwa dalam Tari Sintren

Selasa, 15 Februari 2022 | 23:38 WIB

Merintis Desa Mandiri Pangan

Senin, 14 Februari 2022 | 16:22 WIB
X