Mewujudkan PPDB untuk Semua

Red
- Senin, 14 Juni 2021 | 00:44 WIB
SM/Dok
SM/Dok

Oleh Adi Prasetyo

PREDIKAT ‘’sekolah favorit’’ eksistensinya sudah mulai memudar. Dulu, sekolah ini identik dengan input siswanya memiliki kecerdasan di atas rata-rata, yang ditandai dengan tingginya nilai ujian nasional (UN) mereka.

Di samping itu, sebagian besar para siswa berasal dari keluarga kelas ekonomi kelas menengah ke atas. Tidak jarang, sekolah ini menampilkan simbol-simbol kemapanan dan kemewahan di lingkungan sekolah. Meski demikian, sekolah ini tidak merepresentasikan kondisi dan kualitas sekolah yang ada di negeri ini. Mereka yang tidak cerdas dan berasal dari masyarakat miskin hanya bisa menonton fenomena ini dari kejauhan.

Kerja keras untuk menghapus predikat ‘’sekolah favorit’’mulai membuahkan hasil. Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui jalur zonasi terus disempurnakan. Sebagian masyarakat mengapresiasi jalur zonasi. Eksistensi sekolah favorit yang sangat terdampak dengan kebijakan zonasi, terutama dari sisi input siswa. Tahun ini PPDB mulai digelar. Ada yang sudah, sedang, dan akan melaksanakan. Aturannya berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Dibandingkan dengan sebelumnya, Permen ini telah mengalami metamorfosa. Ia mengakomodasi kondisi faktual masyarakat. Pemerintah provinsi/kabupaten/- kota juga sudah menerbitkan produk hukum sebagai acuan penyelenggaraan PPDB di wilayahnya, sesuai dengan Permendikbud.

PPDB dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel. PPDB dilakukan tanpa diskriminasi kecuali bagi sekolah yang secara khusus dirancang untuk melayani siswa dari kelompok gender atau agama tertentu. Calon siswa baru kelas 1 SD harus berusia tujuh tahun atau paling rendah enam tahun. Calon siswa baru kelas 7 SMP berusia paling tinggi 15 tahun dan telah menyelesaikan kelas 6 SD. Calon siswa baru kelas 10 SMAatau SMK berusia paling tinggi 21 tahun serta telah menyelesaikan kelas 9 SMP.

Jalur pendaftaran PPDB meliputi zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua/wali dan prestasi. Jalur zonasi terdiri atas SD paling sedikit 70% , SMP paling sedikit 50%, dan SMA paling sedikit 50% . Jalur afirmasi paling sedikit 15%. Jalur perpindahan tugas orang tua/wali paling banyak 5%. Apabila masih ada sisa dari tiga jalur tersebut, dapat dibuka jalur prestasi, tapi hal ini tidak berlaku pada TK dan kelas 1 SD.

Jalur zonasi diperuntukkan bagi mereka yang berdomisili di dalam wilayah zonasi yang ditetapkan. Calon peserta didik hanya dapat memilih satu jalur pendaftaran PPDB dalam satu wilayah zonasi. PPDB melalui jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon peserta didik baru: berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu, dan penyandang disabilitas. Jika peserta didik melalui jalur afirmasi melampaui jumlah kuota jalur afirmasi, maka penentuan peserta didik dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal calon peserta didik yang terdekat dengan sekolah.

Bagi keluarga miskin wajib menyertakan: bukti keikutsertaan peserta didik dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah serta surat pernyataan dari orang tua/wali peserta didik yang menyatakan bersedia diproses secara hukum jika terbukti memalsukan bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu. Jalur perpindahan tugas orang tua/wali dibuktikan dengan surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor atau perusahaan. Penentuan peserta didik dalam jalur perpindahan tugas orang tua/wali diprioritaskan pada jarak tempat tinggal calon peserta didik yang terdekat dengan sekolah.

Nilai Rapor

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Kecepatan dan Penyaluran Anggaran Daerah

Jumat, 23 Juli 2021 | 05:44 WIB

Merajut Ekonomi Pancasila

Jumat, 23 Juli 2021 | 05:40 WIB

Mencegah Klaster di Proyek Infrastruktur

Kamis, 22 Juli 2021 | 03:17 WIB

Covid-19 dan Perikemanusiaan

Kamis, 22 Juli 2021 | 03:06 WIB

Komunikasi Humanis untuk PPKM Darurat

Rabu, 21 Juli 2021 | 05:17 WIB

Perspektif Ekonomi Ibadah Kurban

Rabu, 21 Juli 2021 | 05:12 WIB

Lucu-lucuan dalam Getir PPKM

Senin, 19 Juli 2021 | 13:37 WIB

Kurban: Manifestasi Syukur dan Kepedulian Sosial

Senin, 19 Juli 2021 | 08:12 WIB

PPKM Darurat Vs Harus 'Dipaksa'

Sabtu, 17 Juli 2021 | 21:58 WIB

MUI, Ulama, Pelita, dan Derita Umat

Sabtu, 17 Juli 2021 | 10:24 WIB

Perpanjangan PPKM Darurat

Sabtu, 17 Juli 2021 | 03:49 WIB

Membangkitkan Anak Gemar Menulis

Sabtu, 17 Juli 2021 | 03:38 WIB

Spirit Kurban untuk Berkorban

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:20 WIB

Berharap Bukan Vaksin Pencitraan

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:10 WIB

Keoptimisan dengan Solidaritas dan Menekan Ego

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:00 WIB

Ketegasan terhadap Fokus Kesehatan

Kamis, 15 Juli 2021 | 06:04 WIB

Mengatasi Rasa Takut saat Pandemi

Kamis, 15 Juli 2021 | 05:53 WIB

Tepat, Penundaan Vaksin Gotong Royong

Rabu, 14 Juli 2021 | 04:00 WIB
X