Negara Harus Menang Melawan Premanisme

Red
- Senin, 14 Juni 2021 | 00:00 WIB
SM/Dok
SM/Dok

Negara tidak akan kalah melawan aksi premanisme. Itulah seruan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merespons keluhan para sopir kontainer kepada Presiden Joko Widodo lantaran dipalak oleh para preman di wilayah Jakarta Utara. Tak tanggung-tanggung Sigit langsung menginstruksikan kepada jajaran Polda dan Polres memberantas premanisme. Sigit bahkan memilih diksi “segera bersihkan, tangkap, dan tuntaskan”. Ini jelas instruksi tak mainmain untuk tak memberikan ruang sedikit pun bagi aksi premanisme.

Kapolri tak hanya bergantung kepada jajaran kepolisian. Sigit juga meminta masyarakat terlibat dalam “membersihkan” aksi premanisme. Masyarakat diminta memanfaatkan Hotline 110 ketika mendapatkan aksi premanisme. Masyarakat akan dibantu oleh kepolisian setiap hari 24 jam. Ini jelas merupakan ikhtiar serius kepolisian untuk menjaga ketenteraman, kenyamanan, dan keamanan publik. Publik tak dibiarkan khawatir dan waswas terus-menerus ketika harus berhadapan dengan aksi premanisme.

Gerakan cepat pun dilakukan oleh Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya. Mereka meringkus 49 orang yang diduga kerap melakukan pemalakan dan meminta pungutan liar antara lain di pelabuhan dan Cilincing. Gerakan cepat ini diharapkan segera menjalar ke tempat lain sehingga dalam waktu dekat aksi-aksi premanisme di mana pun bisa segera “dibersihkan”, pelakunya ditangkap, dan dihukum atau dituntaskan masalahnya. Hanya, jangan sampai upaya ini tak dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan.

Tentu gerakan “melawan premanisme” bukanlah tindakan baru. Orde Baru, dalam hal ini Soeharto, pernah menghajar dan menghabisi premanisme dengan penembakan misterius. Hasilnya memang membuat para preman tiarap setelah sebagian besar mati di jalan-jalan atau di aneka tempat. Tentu strategi “penembakan misterius” tak dianjurkan lagi. Kepolisian perlu memilih cara-cara pemberantasan aksi premanisme dengan tetap mempertimbangkan sisi kemanusiaan para preman.

Jadi, ungkapan Sigit “Segera bersihkan, tangkap, dan tuntaskan” mesti dimaknai sebagai tindakan yang tegas tetapi tetap mempertimbangkan hak asasi manusia. Semua tindakan berlandaskan hukum dan tak memberi ruang sedikit pun bagi aparat untuk menyalahgunakan wewenang. Tidak asal tembak. Tidak asal membersihkan, menangkap, dan menuntaskan. Tentu kita berharap dengan tindakan kepolisian yang tegas itu, aksi premanisme berkurang dan jika bisa habis dalam waktu cepat.

Tentu jajaran polda dan polres harus bertindak cepat juga. Gerakan bersama di seluruh Indonesia ini jika dilakukan dengan sungguh-sungguh akan memberikan pengaruh kepada para preman. Para preman akan tiarap atau takut melakukan aksi-aksinya sehingga tak ada lagi keluhan berkait dengan pemalakan, pungli, dan aksi premanisme yang lain. Hanya, jangan aksi premanisme dalam skala kecil saja yang dihajar. Aksi premanisme besar harus dibersihkan, pelakukunya ditangkap, dan dituntaskan juga.

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Kecepatan dan Penyaluran Anggaran Daerah

Jumat, 23 Juli 2021 | 05:44 WIB

Merajut Ekonomi Pancasila

Jumat, 23 Juli 2021 | 05:40 WIB

Mencegah Klaster di Proyek Infrastruktur

Kamis, 22 Juli 2021 | 03:17 WIB

Covid-19 dan Perikemanusiaan

Kamis, 22 Juli 2021 | 03:06 WIB

Komunikasi Humanis untuk PPKM Darurat

Rabu, 21 Juli 2021 | 05:17 WIB

Perspektif Ekonomi Ibadah Kurban

Rabu, 21 Juli 2021 | 05:12 WIB

Lucu-lucuan dalam Getir PPKM

Senin, 19 Juli 2021 | 13:37 WIB

Kurban: Manifestasi Syukur dan Kepedulian Sosial

Senin, 19 Juli 2021 | 08:12 WIB

PPKM Darurat Vs Harus 'Dipaksa'

Sabtu, 17 Juli 2021 | 21:58 WIB

MUI, Ulama, Pelita, dan Derita Umat

Sabtu, 17 Juli 2021 | 10:24 WIB

Perpanjangan PPKM Darurat

Sabtu, 17 Juli 2021 | 03:49 WIB

Membangkitkan Anak Gemar Menulis

Sabtu, 17 Juli 2021 | 03:38 WIB

Spirit Kurban untuk Berkorban

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:20 WIB

Berharap Bukan Vaksin Pencitraan

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:10 WIB

Keoptimisan dengan Solidaritas dan Menekan Ego

Jumat, 16 Juli 2021 | 00:00 WIB

Ketegasan terhadap Fokus Kesehatan

Kamis, 15 Juli 2021 | 06:04 WIB

Mengatasi Rasa Takut saat Pandemi

Kamis, 15 Juli 2021 | 05:53 WIB

Tepat, Penundaan Vaksin Gotong Royong

Rabu, 14 Juli 2021 | 04:00 WIB
X