Demokrasi Pengelolaan Laut

- Rabu, 26 Januari 2022 | 13:30 WIB
Riyono. (suaramerdeka.com / dok pribadi)
Riyono. (suaramerdeka.com / dok pribadi)

LAUT sejatinya milik rakyat, digunakan untuk membantu negara mensejahterakan rakyatnya.

Bukan hanya nelayan, tapi seluruh rakyat Indonesia.

Ada potensi ekonomi senilai 6,000 triliun, cukup untuk membayar hutang negara yang nyaris tembus 7.000 triliun di akhir 2024. Namun tidak mudah juga mengelola laut dengan jujur, ekonomis dan tentu demokratis.

Narasi bahwa laut adalah milik negara, pengaturan semua oleh negara, hak sepenuhnya oleh negara.

Akhirnya muncul berbagai problem pengelolaan laut seberta isinya dari stakeholder utama yang tiap hari di laut. Nelayan.

Ingat era Menteri KKP Susi pujiastuti, kebijakan kontroversial soal altap cantrang menyita perhatian publik dan Presiden bahkan bertemu nelayan sampai 3 - 4 kali memediasi.

Akhirnya Susi Pujiastuti di-out-kan dari kabinet karena Jokowi tidak senang dengan pembantu yang suka bikin gaduh.

Era Susi nelayan merasakan betul bahwa laut adalah 100 persen milik negara, pengusaha perikanan juga "mati perlahan" karena kontroversinya kebijakan negara dalam pengelolaan laut.

Pendekatan sanksi lebih maju dahulu dibandingkan edukasi dan diskusi bahwa laut milik kita bersama, bangsa Indonesia.

Era Edi Prabowo muncul harapan, laut, nelayan dan negara adalah pemilik laut seutuhnya. Laut adalah rumah besar nelayan dan negara.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Buku dan Literasi Indonesia

Selasa, 17 Mei 2022 | 18:38 WIB

Semarang Menuju Kota Megapolitan

Selasa, 10 Mei 2022 | 15:51 WIB

Punjungan

Minggu, 1 Mei 2022 | 14:30 WIB

Labur, Lebur, Luber (3L)

Jumat, 29 April 2022 | 21:07 WIB

Emansipasi Wanita: dari Wanita untuk Wanita

Kamis, 21 April 2022 | 13:00 WIB

Persiapan Jelang Mudik Covid-19

Selasa, 12 April 2022 | 20:06 WIB

Demokrasi Pengelolaan Laut

Rabu, 6 April 2022 | 11:00 WIB

Ber-NU dan Ber-PKB: Mencontoh Gus Yusuf Chudlori

Senin, 4 April 2022 | 08:48 WIB

Minyak Goreng, Sembako dan Politik Pangan

Rabu, 16 Maret 2022 | 11:12 WIB

Pentingnya Manifest Muatan Barang

Sabtu, 12 Maret 2022 | 06:40 WIB

Permenaker 2/2022: Manfaat atau Mudarat bagi Buruh?

Jumat, 18 Februari 2022 | 16:06 WIB

Jalan Tengah Penyelesaian Konflik Wadas

Rabu, 16 Februari 2022 | 10:43 WIB

Tali Jiwa dalam Tari Sintren

Selasa, 15 Februari 2022 | 23:38 WIB

Merintis Desa Mandiri Pangan

Senin, 14 Februari 2022 | 16:22 WIB

Bergerak Kreatif ke Masa Depan

Jumat, 11 Februari 2022 | 13:25 WIB

Presiden Tetap Tidak Berkewajiban Resmikan Dewan Pers

Selasa, 8 Februari 2022 | 13:12 WIB
X