Digitalisasi Ibuisme

- Kamis, 6 Januari 2022 | 12:30 WIB
Tri Marhaeni Pudji Astuti (suaramerdeka.com/dok pribadi)
Tri Marhaeni Pudji Astuti (suaramerdeka.com/dok pribadi)

BERPULUH tahun yang lalu pada masa rezim orde baru masih ingat sekitar tahun 1975 negara ini "diguncang" kelompok sosial ibu-ibu yang dihadirkan dalam organisasi-organisasi sosial kemasyarakatan.

Masih lekat dalam ingtan tentang gencarnya propaganda pemerintah rezim Soeharto tentang organisasi Dharma Wanita, PKK, dan organisasi lain.

Kesemuanya diawaki oleh kaum ibu. Hal itu digambarkan oleh Julia Surya Kusuma (1996) sebagai ideologi ibuisme. Perempuan diangap sebagai agen penting dalam keluarga karena dipandang keluarga sebagai Lembaga yang fundamental.

Baca Juga: Catatan Awal Tahun untuk Bupati Blora: Warga Menanti Realiasi 'Janji' Dalan Alus

Saat ini, berpuluh tahun kemudian tampaknya konsep ibuisme ini masih dipertahankan.

Pada Rezim orde baru "dikobarkanlah" semangat partisipasi perempuan dalam pembangunan yang begitu menggelora.

Dari tingkat pusat sampai perdesaan organisasi PKK dan Dharma Wanita seperti menjadi tulang punggung tereselnggaranya sebuah kehidupan bernegara.

Baca Juga: Negeri-negeri Ambon Manise untuk Indonesia

Oleh karenanya peran kaum perempuan menjadi begitu penting dalam perpolitikan nasional.

Peran perempuan harus didefinisikan menurut konstruksi resmi oleh negara.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Buku dan Literasi Indonesia

Selasa, 17 Mei 2022 | 18:38 WIB

Semarang Menuju Kota Megapolitan

Selasa, 10 Mei 2022 | 15:51 WIB

Punjungan

Minggu, 1 Mei 2022 | 14:30 WIB

Labur, Lebur, Luber (3L)

Jumat, 29 April 2022 | 21:07 WIB

Emansipasi Wanita: dari Wanita untuk Wanita

Kamis, 21 April 2022 | 13:00 WIB

Persiapan Jelang Mudik Covid-19

Selasa, 12 April 2022 | 20:06 WIB

Demokrasi Pengelolaan Laut

Rabu, 6 April 2022 | 11:00 WIB

Ber-NU dan Ber-PKB: Mencontoh Gus Yusuf Chudlori

Senin, 4 April 2022 | 08:48 WIB

Minyak Goreng, Sembako dan Politik Pangan

Rabu, 16 Maret 2022 | 11:12 WIB

Pentingnya Manifest Muatan Barang

Sabtu, 12 Maret 2022 | 06:40 WIB

Permenaker 2/2022: Manfaat atau Mudarat bagi Buruh?

Jumat, 18 Februari 2022 | 16:06 WIB

Jalan Tengah Penyelesaian Konflik Wadas

Rabu, 16 Februari 2022 | 10:43 WIB

Tali Jiwa dalam Tari Sintren

Selasa, 15 Februari 2022 | 23:38 WIB

Merintis Desa Mandiri Pangan

Senin, 14 Februari 2022 | 16:22 WIB

Bergerak Kreatif ke Masa Depan

Jumat, 11 Februari 2022 | 13:25 WIB

Presiden Tetap Tidak Berkewajiban Resmikan Dewan Pers

Selasa, 8 Februari 2022 | 13:12 WIB
X