Beri mereka waktu

- Rabu, 22 Desember 2021 | 10:12 WIB
Harjanto Halim. (suaramerdeka.com / Jati Prihatnomo)
Harjanto Halim. (suaramerdeka.com / Jati Prihatnomo)

KAMU harus bisa mengampuni suami atau mantan suami yang telah melakukan KDRT terhadap dirimu.

Si wanita itu terdiam, lalu menjawab, “Saya sudah bisa memaafkan Pak, tapi saya belum bisa mengampuni”.

Si wanita itu berkata “bapak tidak tau seperti apa rasanya di KDRT, dilecehkan, digebukin”.

"Tidak ada keberpihakan atau pemahaman terhadap situasi seperti kami ini."

Baca Juga: Harga Minyak Ditutup Menguat Lebih dari 3 Persen, Terangkat Rebound

"Bahkan kami ini selalu dihakimi, dipojokkan, dan disalahkan, sedangkan pelaku KDRT malah tidak diapa-apakan.

Saya setuju sekali sih dengan perkataan ibu ini, bahwa pemahaman dan keberpihakan baik lembaga agama maupun pemerintah dirasa masih sangat kurang sekali, dan ini butuh perjuangan, waktu, tidak saja dari pihak perempuan tapi juga dari pihak laki-laki.

“Saya belum bisa mengampuni selama saya belum sembuh. Saya harus sembuh dulu, baru saya bisa mengampuni."

Ini mungkin tidak mudah untuk dipahami, karena untuk memahami posisi seorang wanita yang mengalami KDRT, kecuali kita menjadi wanita, perempuan, istri, yang juga digebuki, yang juga dianiaya, yang juga mengalami KDRT, mugkin kita tidak akan bisa memahami.

Baca Juga: Dari Aristoteles hingga Putri Diana, Ini Kutipan Tokoh Dunia dalam Peringatan Hari Ibu

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Buku dan Literasi Indonesia

Selasa, 17 Mei 2022 | 18:38 WIB

Semarang Menuju Kota Megapolitan

Selasa, 10 Mei 2022 | 15:51 WIB

Punjungan

Minggu, 1 Mei 2022 | 14:30 WIB

Labur, Lebur, Luber (3L)

Jumat, 29 April 2022 | 21:07 WIB

Emansipasi Wanita: dari Wanita untuk Wanita

Kamis, 21 April 2022 | 13:00 WIB

Persiapan Jelang Mudik Covid-19

Selasa, 12 April 2022 | 20:06 WIB

Demokrasi Pengelolaan Laut

Rabu, 6 April 2022 | 11:00 WIB

Ber-NU dan Ber-PKB: Mencontoh Gus Yusuf Chudlori

Senin, 4 April 2022 | 08:48 WIB

Minyak Goreng, Sembako dan Politik Pangan

Rabu, 16 Maret 2022 | 11:12 WIB

Pentingnya Manifest Muatan Barang

Sabtu, 12 Maret 2022 | 06:40 WIB

Permenaker 2/2022: Manfaat atau Mudarat bagi Buruh?

Jumat, 18 Februari 2022 | 16:06 WIB

Jalan Tengah Penyelesaian Konflik Wadas

Rabu, 16 Februari 2022 | 10:43 WIB

Tali Jiwa dalam Tari Sintren

Selasa, 15 Februari 2022 | 23:38 WIB

Merintis Desa Mandiri Pangan

Senin, 14 Februari 2022 | 16:22 WIB

Bergerak Kreatif ke Masa Depan

Jumat, 11 Februari 2022 | 13:25 WIB

Presiden Tetap Tidak Berkewajiban Resmikan Dewan Pers

Selasa, 8 Februari 2022 | 13:12 WIB
X