Perlu Upaya Pemerataan Kesejahteraan

Red
- Kamis, 10 Juni 2021 | 04:28 WIB
Retno Dian Ika Wati SST MM
Retno Dian Ika Wati SST MM

PANGAN adalah kebutuhan manusia paling utama dan tidak dapat ditunda.

Setiap negara pun memprioritaskan masalah pangan dalam pembangunan bangsa.

Namun, apakah masyarakat di Jawa Tengah lebih mengutamakan kebutuhan pangan dibandingan kebutuhan nonpangan?

Apakah ada perbedaaan pola pengeluaran antara masyarakat desa dan kota? Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) selama tiga tahun terakhir (2018-2020), penduduk Jawa Tengah lebih banyak menggunakan uangnya untuk mengonsumsi barang nonmakanan dengan perbandingan rata-rata 49% untuk bahan makanan dan 51 persen untuk nonmakanan.

Adapun pengeluaran konsumsi makanan terbesar digunakan untuk konsumsi makanan dan minuman jadi, yakni 36,61% dari seluruh konsumsi makanan, disusul konsumsi untuk rokok 12,14% dan konsumsi padi-padian 10,66%.

Adapun pengeluaran nonmakanan didominasi oleh konsumsi untuk perumahan dan fasilitas rumah tangga (22,81%), disusul konsumsi aneka komoditas dan jasa (13,39%). Penghasilan/pendapatan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pola konsumsi seseorang sehingga dominasi konsumsi bukan makanan bisa jadi karena peran kelompok pendapatan menengah atas.

Bagaimanapun, penduduk tersebut adalah penduduk yang paling banyak melakukan konsumsi dibandingkan kelompok penduduk di bawahnya.

Pada 2020, sekitar 81.47% konsumsi dilakukan oleh kelompok penduduk berpendapatan menengah ke atas, sedangkan sisanya dilakukan oleh kelompok penduduk berpenghasilan rendah.

Pola konsumsi rumah tangga mencerminkan tingkat kesejahteraan. Rumah tangga dengan pendapatan yang terbatas akan lebih memprioritaskan kebutuhan makanan daripada nonmakanan seperti sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan.

Seiring dengan peningkatan pendapatan maka pola pengeluaran akan bergeser ke pengeluaran nonmakanan dan pengeluaran nonkonsumsi seperti tabungan dan investasi. Dengan demikian, komposisi pengeluaran dapat digunakan sebagai salah satu alat ukur tingkat kesejahteraan penduduk.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Sinergi Membangkitkan Industri Tekstil

Selasa, 15 Juni 2021 | 05:09 WIB

Dibutuhkan Cara Tidak Konvensional

Selasa, 15 Juni 2021 | 05:00 WIB

Aktualisasi Pemikiran Sukarno

Selasa, 15 Juni 2021 | 04:47 WIB

Mewujudkan PPDB untuk Semua

Senin, 14 Juni 2021 | 00:44 WIB

Kembalikan BUMN pada Konstitusi Ekonomi

Senin, 14 Juni 2021 | 00:10 WIB

Negara Harus Menang Melawan Premanisme

Senin, 14 Juni 2021 | 00:00 WIB

Biden, Amerika Serikat dan Eropa

Sabtu, 12 Juni 2021 | 05:39 WIB

Kontroversi Rencana Kebijakan Baru PPN

Sabtu, 12 Juni 2021 | 05:32 WIB

Menuju Kota Konservasi Iklim

Sabtu, 12 Juni 2021 | 05:18 WIB

Mencari Solusi Krisis Myanmar

Jumat, 11 Juni 2021 | 00:20 WIB

Gugatan untuk Pasal Penghinaan Presiden

Jumat, 11 Juni 2021 | 00:10 WIB

Menjaga Romantika Piala Eropa

Jumat, 11 Juni 2021 | 00:00 WIB

Mencari Terobosan Wisata Aman

Kamis, 10 Juni 2021 | 04:55 WIB

Meneropong Konstelasi Politik Timteng

Kamis, 10 Juni 2021 | 04:50 WIB

Santun Berbahasa di Medsos

Kamis, 10 Juni 2021 | 04:43 WIB

Perlu Upaya Pemerataan Kesejahteraan

Kamis, 10 Juni 2021 | 04:28 WIB

Risiko Bersandar pada Kenaikan PPN

Rabu, 9 Juni 2021 | 02:08 WIB

Zona Merah di Delapan Daerah

Rabu, 9 Juni 2021 | 02:03 WIB

Islamic Entrepreneurship

Rabu, 9 Juni 2021 | 01:41 WIB

Pengoptimalan Potensi dengan Dana Desa

Selasa, 8 Juni 2021 | 05:34 WIB
X