Pemenuhan Anggaran Belanja Alutsista

Red
- Sabtu, 5 Juni 2021 | 05:52 WIB
Suara Merdeka (b01m)
Suara Merdeka (b01m)

Tragedi yang menimpa KRI Nanggala-402 pada April lalu menegaskan wacana betapa negeri ini perlu segera memperbarui peralatan-peralatan militernya. Sebelum tenggelam dan terbelah di perairan utara Bali, kapal selam yang tergolong renta tersebut masih menjadi salah satu andalan TNI AL.

Namun, nahas menimpanya menjelang latihan perang.

Daftar kecelakaan yang melibatkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) kita pun makin panjang. Terdapat beberapa helikopter jatuh dan ada pula kapal militer rusak di tengah laut.

Menurut Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak, sekitar 60 persen dari total alutsista negeri ini tergolong sangat tua, usang, dan memprihatinkan.

Kondisi tersebut mengakibatkan modernisasi alutsista menjadi keniscayaan dan Kemenhan telah menjadikannya sebagai program urgen.

Aspek ketersegeraannya begitu terasa.

Peralatan-peralatan yang dibutuhkan sesuai dengan rencana induk pertahanan sampai 2044 dijadwalkan dituntaskan hanya dalam waktu sekitar dua setengah tahun. Biayanya tentu terasa luar biasa besar, karena merupakan pelaksanaan dari lima rencana strategis (renstra) sekaligus.

Kebutuhan anggaran peralatan pertahanan dan keamanan sampai 23 tahun ke depan itu sebesar 124,995 miliar dolar AS atau setara dengan sekitar Rp 1.760 triliun.

Saat ini payung hukumnya sedang disiapkan. Namanya adalah Rancangan Peraturan Presiden Terkait Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia 2020-2024.

Dengan perencanaan tersebut diharapkan Indonesia akan memiliki peralatan-peralatan pertahanan dan keamanan dengan tingkat efektivitas yang tinggi. Wajar bila kemutakhirannya menjadi begitu penting.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Tragedi Oktober di Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:02 WIB

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 09:16 WIB

Mari Dukung Partisipasi Taiwan di ICAO

Jumat, 30 September 2022 | 21:47 WIB

Jebol Benteng Terakhir Peradilan, MA oh MA

Rabu, 28 September 2022 | 10:28 WIB

Tidak Ada Alasan, KITB Lamban

Minggu, 25 September 2022 | 12:07 WIB

Seriuskah Kawasan Industri Terpadu Batang?

Sabtu, 17 September 2022 | 08:43 WIB

Jokowi Ngamuk Lagi, Karena Ulah Imigrasi

Rabu, 14 September 2022 | 07:31 WIB

Menjaga Relasi, Memupuk Kolaborasi

Rabu, 14 September 2022 | 01:34 WIB

Kenaikan Harga BBM, Solusi atau Beban untuk Masyarakat?

Senin, 12 September 2022 | 08:48 WIB

Mungkinkah Kenaikan BBM Direvisi ?

Kamis, 8 September 2022 | 08:56 WIB

Jangan Ada Lagi Politik Identitas dan Politisasi Agama

Minggu, 21 Agustus 2022 | 21:32 WIB

RUU KIA dan Peran Negara untuk Perempuan

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 10:05 WIB

Kiai NU dan Kretek

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:26 WIB

Mengapa BUMN Membentuk Holding?

Minggu, 17 Juli 2022 | 08:38 WIB

Pancasila dan Ancaman Pengasong Khilafah

Jumat, 8 Juli 2022 | 13:46 WIB

Pemuda Pancasila dan Rumah Kemartabatan

Kamis, 7 Juli 2022 | 23:18 WIB

Mencari Format Ideal Penjabat Kepala Daerah

Rabu, 6 Juli 2022 | 22:12 WIB
X