Dua Fokus Antisipasi Lonjakan Covid-19

Red
- Sabtu, 5 Juni 2021 | 05:03 WIB
Suara Merdeka
Suara Merdeka

Selama dua pekan ini, perhatian masyarakat tertuju pada Kabupaten Kudus yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 hingga 700 persen. Ratusan tenaga kesehatan terpapar, mengakibatkan pelayanan kesehatan sangat terganggu. Puluhan atau mungkin ratusan pasien terpaksa dipindahkan ke layanan-layanan kesehatan di luar Kabupaten Kudus.

Tenaga medis didatangkan untuk bantuan. Lonjakan kasus di Kudus itu seirama dengan lonjakan kasus di berbagai daerah lain di Indonesia, yang diyakini sangat berkorelasi dengan masa libur Lebaran.

Meski pemerintah sudah melarang mudik pada Lebaran 2021, mobilitas dan kerumunan warga tetap terjadi.

Hal itu mengakibatkan penyebaran Covid-19 tetap terjadi dan meningkat dibandingkan pada hari-hari lain. Laporan-laporan di media massa menyebutkan situasi yang sudah mendekati gawat atau genting. Kegawatan itu makin terlihat dari sudut pandang layanan kesehatan.

Tanpa lonjakan Covid- 19 saja, selama pandemi ini rumah sakit dan fasilitas kesehatan terkendala melayani secara maksimal pasien-pasien non-Covid-19. Dengan lonjakan kasus, layanan kesehatan semakin pincang.

Di sudut lain, kegiatan warga masyarakat tidak berubah. Aktivitas sehari-sehari di berbagai tempat keramaian seperti pasar dan ruang-ruang publik masih terlihat sibuk. Tuntutan ekonomi dan kebutuhan penghasilan memaksa banyak warga untuk tetap beraktivitas kendati dibayang-bayangi ancaman Covid-19. Pemerintah gamang antara dilema lockdown dan ekonomi.

Setelah setahun lebih pandemi mendera, pola kehidupan sudah semakin jelas terbentuk.

Fasilitas kesehatan harus lebih bersiap diri menerima kebutuhan pasien, baik pasien Covid-19 maupun pasien non-Covid-19, sementara aktivitas warga dan perekonomian berlangsung semaksimal mungkin.

Penerapan protokol kesehatan terbukti sangat efektif mengurangi laju penularan korona. Kepemimpinan sungguh mendapat tantangan terberat pada era pandemi. Para kepala daerah dituntut untuk lebih tegas dalam penerapan protokol kesehatan, sekaligus tidak meninggalkan pembelaan kemanusiaan terhadap warga yang sudah tertekan dampak ekonomi dari Covid-19. Antisipasi hanya membutuhkan fokus pada peningkatan layanan fasilitas kesehatan dan penerapan ketat protokol kesehatan.

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Sinergi Membangkitkan Industri Tekstil

Selasa, 15 Juni 2021 | 05:09 WIB

Dibutuhkan Cara Tidak Konvensional

Selasa, 15 Juni 2021 | 05:00 WIB

Aktualisasi Pemikiran Sukarno

Selasa, 15 Juni 2021 | 04:47 WIB

Mewujudkan PPDB untuk Semua

Senin, 14 Juni 2021 | 00:44 WIB

Kembalikan BUMN pada Konstitusi Ekonomi

Senin, 14 Juni 2021 | 00:10 WIB

Negara Harus Menang Melawan Premanisme

Senin, 14 Juni 2021 | 00:00 WIB

Biden, Amerika Serikat dan Eropa

Sabtu, 12 Juni 2021 | 05:39 WIB

Kontroversi Rencana Kebijakan Baru PPN

Sabtu, 12 Juni 2021 | 05:32 WIB

Menuju Kota Konservasi Iklim

Sabtu, 12 Juni 2021 | 05:18 WIB

Mencari Solusi Krisis Myanmar

Jumat, 11 Juni 2021 | 00:20 WIB

Gugatan untuk Pasal Penghinaan Presiden

Jumat, 11 Juni 2021 | 00:10 WIB

Menjaga Romantika Piala Eropa

Jumat, 11 Juni 2021 | 00:00 WIB

Mencari Terobosan Wisata Aman

Kamis, 10 Juni 2021 | 04:55 WIB

Meneropong Konstelasi Politik Timteng

Kamis, 10 Juni 2021 | 04:50 WIB

Santun Berbahasa di Medsos

Kamis, 10 Juni 2021 | 04:43 WIB

Perlu Upaya Pemerataan Kesejahteraan

Kamis, 10 Juni 2021 | 04:28 WIB

Risiko Bersandar pada Kenaikan PPN

Rabu, 9 Juni 2021 | 02:08 WIB

Zona Merah di Delapan Daerah

Rabu, 9 Juni 2021 | 02:03 WIB

Islamic Entrepreneurship

Rabu, 9 Juni 2021 | 01:41 WIB

Pengoptimalan Potensi dengan Dana Desa

Selasa, 8 Juni 2021 | 05:34 WIB
X