Membumikan Literasi Digital

Red
- Jumat, 4 Juni 2021 | 00:20 WIB
SM/dok- Rani Oktaviyani
SM/dok- Rani Oktaviyani

  • Oleh Rani Oktaviyani

KEJAHATAN digital kian merajalela. Ia memang tidak selalu tampak dalam pengawasan kita, namun ia sebenarnya ada dan membawa ancaman bagi umat manusia. Ujaran kebencian, kabar hoaks, dan praktik penipuan daring yang berlalu-lalang di dunia maya, telah menjadi bukti bahwa kejahatan digital amat lekat dengan kehidupan kita. Tanpa pemahaman literasi digital yang cukup kuat, manusia bisa saja terhantam oleh kejahatan digital.

Bak pedang bermata dua, perkembangan dunia digital mampu menyebarkan ancaman bersamaan dengan kemudahan yang diberikan kepada penggunanya. Sebut saja aplikasi belanja daring. Siapa yang tidak senang menerima paket hasil berbelanja daring tanpa harus lelah bepergian? Tinggal ketik, lalu klik saja paket sudah berada dalam perjalanan. Namun, di beberapa kasus konsumen juga dihantui oleh praktik penipuan dengan kedok yang bermacam-macam.

Belakangan ini, di sebuah aplikasi belanja daring ditemukan beberapa toko yang menjual ''amplop misteri'' dengan harga belasan ribu rupiah saja. Namanya saja misteri, tentu tak ada yang tahu apa isi sebenarnya amplop yang dijual itu. Namun, penjual licik tak mau calon pembeli terlalu lama berpikir dan kepo dengan isinya.

Ia pun menuliskan imingiming berupa hadiah uang tunai Rp 5 juta di dalam amplop itu. Ratusan orang akhirnya menjadi korban penipuan dari toko daring ini. Segelintir orang memang tampak beruntung, memberikan bukti foto segepok uang dan bintang lima pada kolom penilaian. Namun sisanya hanya ''buntung'' karena mendapat barang tak berguna.

Kasus kejahatan digital ini tak hanya menyerang lapak daring saja, tetapi juga pada jejaring sosial. Adanya berbagai jejaring sosial gratis pada masa kini, menunjukkan bahwa proses komunikasi telah berevolusi dengan cepat. Telepon suara, video call, berkomentar sana-sini dalam dunia maya, hingga update status telah menjadi hal yang mudah untuk dilakukan. Namun sayang, adanya kemudahan itu justru membuat kejahatan digital juga semakin mudah untuk menyusup di kehidupan manusia. Salah satu yang sering dijumpai dalam jejaring sosial adalah ujaran kebencian (hate speech).

''Sok polos, ga tau malu'', ucapan ini adalah secuil nistaan warganet di kolom komentar akun Instagram seorang penyanyi gambus, yang sedang dihampiri badai isu perselingkuhan. Sepotong ucapan warganet itu saja telah menjadi bukti bahwa ujaran kebencian memang benar-benar nyata dan ada di sekitar kita. Ucapan itu memang sekilas tampak begitu enteng dituliskan. Namun, dampaknya tentu bisa sangat berbahaya bila seseorang yang dihinanya itu tidak bermental baja.

Dua contoh kasus di atas hanyalah sebagian kecil saja dari kejahatan digital yang mondarmandir di sekitar kita. Sisanya, masih bisa kita temukan segudang lagi di media sosial yang lainnya. Berdasarkan data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sepanjang Januari hingga Agustus 2020, terdapat hampir 190 juta upaya serangan siber di Indonesia. Jumlah ini naik lebih dari empat kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu, yang tercatat pada kisaran 39 juta.

Beriringan dengan data tersebut, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) juga mirilis hasil survei pengguna internet Indonesia 2019-2020 meningkat menjadi 73,7% dari 64,8% pada 2018. Sehingga, dapat diperkirakan bahwa pengguna internet Indonesia sekarang mencapai 196,7 juta pengguna.

Proteksi Diri

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Sinergi Membangkitkan Industri Tekstil

Selasa, 15 Juni 2021 | 05:09 WIB

Dibutuhkan Cara Tidak Konvensional

Selasa, 15 Juni 2021 | 05:00 WIB

Aktualisasi Pemikiran Sukarno

Selasa, 15 Juni 2021 | 04:47 WIB

Mewujudkan PPDB untuk Semua

Senin, 14 Juni 2021 | 00:44 WIB

Kembalikan BUMN pada Konstitusi Ekonomi

Senin, 14 Juni 2021 | 00:10 WIB

Negara Harus Menang Melawan Premanisme

Senin, 14 Juni 2021 | 00:00 WIB

Biden, Amerika Serikat dan Eropa

Sabtu, 12 Juni 2021 | 05:39 WIB

Kontroversi Rencana Kebijakan Baru PPN

Sabtu, 12 Juni 2021 | 05:32 WIB

Menuju Kota Konservasi Iklim

Sabtu, 12 Juni 2021 | 05:18 WIB

Mencari Solusi Krisis Myanmar

Jumat, 11 Juni 2021 | 00:20 WIB

Gugatan untuk Pasal Penghinaan Presiden

Jumat, 11 Juni 2021 | 00:10 WIB

Menjaga Romantika Piala Eropa

Jumat, 11 Juni 2021 | 00:00 WIB

Mencari Terobosan Wisata Aman

Kamis, 10 Juni 2021 | 04:55 WIB

Meneropong Konstelasi Politik Timteng

Kamis, 10 Juni 2021 | 04:50 WIB

Santun Berbahasa di Medsos

Kamis, 10 Juni 2021 | 04:43 WIB

Perlu Upaya Pemerataan Kesejahteraan

Kamis, 10 Juni 2021 | 04:28 WIB

Risiko Bersandar pada Kenaikan PPN

Rabu, 9 Juni 2021 | 02:08 WIB

Zona Merah di Delapan Daerah

Rabu, 9 Juni 2021 | 02:03 WIB

Islamic Entrepreneurship

Rabu, 9 Juni 2021 | 01:41 WIB

Pengoptimalan Potensi dengan Dana Desa

Selasa, 8 Juni 2021 | 05:34 WIB
X